a man called father
raut wajah tua itu sibuk memikirkan masa depan putra-putrinya
senyumnya yang menghias wajah seolah menyembunyikan kelelahannya
usai mencari nafkah
kedua tangannya berukir kasar perjuangannya
menjadi pelindung
pemimpin
istri yang dicintainya dan anaknya
Gigi dengan bekas isapan rokok masa muda
yang berhenti karena kasihnya pada istri dan anaknya
uang yang ia bakar tiap harinya
diubahnya jadi sesuap nasi untuk memenuhi perut anak dan istri dengan makanan
rambut yang mulai beruban
tak hendak ia ubah menjadi hitam
diubahnya menjadi pengingat batas kehidupan
dia
laki-laki
a man called father
yang jarang disanjung dan dilupakan sebagian orang
karena ia sering berpura-pura acuh daripada peduli
berpura-pura marah daripada memuji
berpura-pura tidak mencintaimu sekalipun kau selalu mengatakan betapa kau sayang