Archive for August, 2007

a man called father (2)

Friday, August 31st, 2007

bagaimanapun ia adalah seorang ayah
meski ia seorang laki-laki berwatak keras
yang selalu memuji semua pekerjaanku sekaligus juga mencelanya ketika aku tidak bisa memenuhi hasil pekerjaan sesuai keinginannya

aku selalu menginginkan yang terbaik
hanya untuk mendapatkan pengakuan dari dirinya
hanya untuk mendapatkan sedikit kasih sayang dari ayahku
menjadi yang utama dan pertama
sehingga menjadi pusat dari orang-orang di sekitarku
hanya karena aku tidak ingin mengecewakannya
hanya karena aku ingin mematuhinya
seolah itu semua adalah perintah yang tidak mungkin aku abaikan sedetikpun…

menjadi siswa terbaik meski tidak pernah kuraih secara sempurna
paling tidak dia telah menatapku sebagai orang yang membuatnya bahagia
anak kebanggaannya….

tapi ia tetaplah seorang ayah…
yang tahu aku akan segera berlalu dari kepemilikannya sebagai anaknya
suatu ketika akan datang pangeran yang akan menjemputku dari kerajaannya
dan menawanku untuk jauh dari sisinya
yang tahu akan segera tidak memerlukan dirinya
ketika aku beranjak dewasa dan menemukan duniaku
dunia yang tidak lagi hanya membutuhkan pengakuan dari dirinya
tapi pengakuan dari orang di sekitarku
hingga aku tidak lagi banyak mematuhinya
melainkan mengambil jalanku sendiri untuk berjalan
dan hanya sekali aku menengok kembali padanya

ia seorang ayah
yang selalu menangis ketika aku sakit dalam kesendiriannya
yang mencemaskanku ketika aku jauh dari rumahnya
yang mengkhawatirkanku karena tidak ada ibuku di sisiku ketika aku pergi dari rumahnya sedang aku selalu bermanja pada ibuku

meski ia sering berpura mencelaku
ketika aku menjadi yang pertama
meski ia berpura tak peduli pada kesedihanku

tapi tangannya yang diuntai dengan kasarnya kehidupan
selalu diulurkan ketika aku terpuruk hancur sendirian
mendekap dan melindungiku
dari ribuan mata belang yang hendak menyergapku

dia tetaplah laki-laki bernama ayah
yang mencintaiku
anaknya…
sekalipun ia jarang menatapku
karena itu akan menampakan kelemahannya padaku
kesedihannya ketika aku berlalu
kerinduannya pada kemanjaanku

bagaimanapun dia seorang ayah

a man called father

Friday, August 31st, 2007

raut wajah tua itu sibuk memikirkan masa depan putra-putrinya
senyumnya yang menghias wajah seolah menyembunyikan kelelahannya
usai mencari nafkah
kedua tangannya berukir kasar perjuangannya
menjadi pelindung
pemimpin
istri yang dicintainya dan anaknya

Gigi dengan bekas isapan rokok masa muda
yang berhenti karena kasihnya pada istri dan anaknya
uang yang ia bakar tiap harinya
diubahnya jadi sesuap nasi untuk memenuhi perut anak dan istri dengan makanan
rambut yang mulai beruban
tak hendak ia ubah menjadi hitam
diubahnya menjadi pengingat batas kehidupan

dia
laki-laki
a man called father

yang jarang disanjung dan dilupakan sebagian orang
karena ia sering berpura-pura acuh daripada peduli
berpura-pura marah daripada memuji
berpura-pura tidak mencintaimu sekalipun kau selalu mengatakan betapa kau sayang

a man called “father”

Tuesday, August 28th, 2007

andai engkau memperhatikan tiap kerut pada wajahnya….kerutan itu disebabkan oleh karena sibuk memikirkan masa depanmu…

senyumnya yang jarang….karena kerasnya hidup dan beratnya tanggungjawab yang harus dia pikul sebagai seorang laki-laki dan sebgai seorang ayah

kulit-tangan dan kakinya yang kasar karena dia diciptakan untuk melindungimu dari kerasnya kehidupan dan jahatnya pikiran manusia si sekelilingmu

bahunya yang kokoh untuk melindungimu dari seringai manusia-manusia berhati serigala yang kan membuatmu menangis ketakutan dalam kepolosanmu…

betapapun kerasnya dia padamu
betapapun kerasnya dia memukulmu
betapapun kerasnya dia mendidikmu
betapapun kerasnya dia memarahimu
betapapun kerasnya dia memakimu

di dalam hatinya ada cinta untukmu
di dalam hatinya dia menyadari kau buah hatinya
di dalam hatinya dia menyayangimu
di dalam hatinya selalu memikirkan kebaikanmu
di dalam hatinya menginginkan yang terbaik untukmu
di dalam hatinya tidak ingin kau lebih terluka

dia akan turut menangis ketika kau gagal –menyadari perasaanmu–
meski dia berpura-pura mengacuhkanmu
ato memarahimu

dia akan turut menangis ketika kau sakit
meski dia berpura-pura tak peduli
karena kadang dia tak kuasa melebihi kasih ibu yang dipancarkan untukmu

dia akan turut bahagia ketika kau mendapatkan mimpimu
meski dia berpura-pura tak tersenyum
tapi dia akan membanggakanmu di hadapan teman-temannya

karena kau kebanggaannya….

jika kau anak putri…..
dia akan menyadari suatu ketika kau tidak akan lagi membutuhkannya
kau akan berlari mencari duniamu sendiri
mencari pangeranmu sendiri
yang hanya untukmu
karena itu dia selalu menjagamu dari semua orang
karena dia takut engkau tidak lagi menyayanginya dan membuangnya
meski dia sadar…posisi pangeranmu akan lebih kau utamakan dibanding dirinya
meski dia tau….dia tidak bisa menolak adanya hal itu
dan ketika kau membawa pangeranmu ke rumah
dia akan menatapnya dengan penuh hati-hati
hanya karena dia tidak ingin engkau salah memilih dan terluka esok hari
meski engkau akan menangis pedih dan dia seolah tak peduli
tapi yang ia inginkan hanya KEBAHAGIAAN dan KEBAIKAN untukmu
namun…mungkin ia kan menyerah padamu
karena ia tahu CINTA yang akan menyelamatkanmu dan menguatkanmu
dan paling tidak dia telah berusaha mencegah hal buruk yang akan terjadi padamu…..
ia hanya ingin engkau tersenyum bahagia….

—dedicated to my father…..i never realized that u’re really love me……sorry….if i  hurt u —

thank u father……..