Archive for December, 2006

(lagi?) pernikahan

Thursday, December 21st, 2006

ya…akhirnya…sesuai janji ku aku menulis lagi tentang pernikahan,heehehehehehe

ya….alhamdulillah kabar gembira…post test kemarin ngulang….hehe

yuk..kita teruskan maslah pernikhan itu

emang pernikahan itu hal yang indah..

akan tetapi…persiapannya pun juga harus indah

boleh-lah cepat menikah, tapi…..janganlah terburu-buru…

menilik kesiapan diri sendiri, ga cuma kesiapan fisik dan mental dalam menjalaninya….tapi juga kesiapan secara materi ..(hehe bukan maksudnya matre)

tapi itu emang perlu…mungkin…kita berpikir….GPP dengan kehidupan yang mungkin cukup sulit karena sama-sama masih kuliah dan tidak bekerja secara full day time…sambilan aja….but….we must think about the babies that will born from that marriage…

kalo pasangan muda suami-istri menunda mempunyai anak–karena merasa rezekinya belum cukup…..maka menyalahi juga salah satu tujuan pernikahan dalam islam yaitu melanjutkan garis keturunan alias untuk punya anak….

ya…dari pengalaman beberapa orang yang memutuskan menikah muda…ketika sang suami belum bekerja…beberapa memutuskan untuk memberi nasehat supaya lebih matang untuk mempersiapkan pernikahan, karena emang realitanya….hidup ini ga semudah yang kita bayangkan….apalagi kalo sudah ada anak yang lahir di tengah-tengah keluarga…..

eits…bukan berarti aku menakuti orang-orang yang mau nikah muda…silakan…tapi dipersiapkan matang-matang ya dari segala sesuatunya…karena masalah yang kdang kita sepelekan..bisa aja tiba-tiba booming muncul ke permukaan…

jangan menikah karena semangat saja

tapi menikahlah karena semangat dan pertimbangan yang sesuai syariat….sehingga dipikirkan secara matang dan dipersiapkan dengan baik…supaya hasilnya pun sesuai dengan yang diinginkan

OK??

so……teman-teman…

persiapkan dirimu daari sekarang apa yang bisa kamu persiapkan… :)

Nasehat Indah Ayahku

Thursday, December 21st, 2006

Suatu hari aku duduk di sisi ayahku sambil membaca sebuah majalah islam yang baru saja ku beli….ditengah kesenanganku membaca, ayahku memanggilku dan memintaku untuk berhenti membaca.

            Dengan bahasa yang indah inilah beliau menyampaikan nasehatnya kepadaku

            “ wahai putriku, yang lahir dari sulbi, yang tercipta dari pertemuan air mani, yang sesungguhnya dulunya engkau adalah makhluk hina yang kemudian Allah menjadikanmu sempurna dan meninggikan derajatmu dengan keislaman, lalu  kepadamu ditiupkannya ruh kemudian ditentukan bagimu takdirmu….ketahuilah….bahwa dua wanita paling utama di hati ayah adalah nenekmu dan ibumu, wanita yang melahirkan ayah dan wanita yang melahirkanmu dan adik-adikmu…..kenapa nenekmu sangat utama di hati ayah…tentu, telah jelas sebabnya bagimu…karena itu aku hanya hendak menceritakan kenapa ibumu adalah wanita yang utama pula di hati ayahmu yang mulai menua ini……”

            Wahai putriku…..

            Sesungguhnya, demi Allah aku mengatakan bahwa aku sangat mencintai ibumu…melebihi perhiasan dunia manapun yang aku miliki….bukan karena parasnya waktu muda, akan tetapi karena ketegaran dan kelembutan hatinya. Tidak sekalipun dalam masa-masa pernikahan kami, ketika aku marah kepadanya , aku pernah memukulnya atau memakinya. Kecemburuanku sangatlah besar terhadapnya, mungkin sama dengan dalamnya lautan hati….hingga tidak pernah terpikirkan olehku untuk memadu ibumu dengan wanita yang lain.

            Wahai putriku…..

            Aku mencintainya hingga seperti itu…karena sikapnya….membuat dia sangat berharga…..

            Dia layaknya campuran madu dan air yang melepaskan dahaga dan menyembuhkan penyakit…dia selalu mendampingi ayahmu tanpa mengeluh ketika ayahmu laba ataupun untung, tidak pernah mencelah pemberianku sekalipun pendapatannya lebih tinggi, tidak pernah membantah sekalipun yang aku katakan menyakiti hatinya atau tidak sesuai dengan apa yang ada di hatinya sehingga aku sering merasa bersalah karenanya, dan terus dengan kesabarannya mendampingi ketidakdewasaan dan keegoisan bapak sebagai seorang laki-laki….

            Oleh karena itu…kunasehatkan padamu untuk menjadi wanita yang seperti itu….niscaya engkau akan menjadi perhiasan paling indah sedunia…..yang dicintai oleh suamimu tanpa diusik oleh kehadiran orang lain……..

            Kunasehatkan padamu untuk menjadi wanita yang sholihah….yang menjadi kebanggaan bagi ayah dan suamimu…..

            Sesungguhnya engkau adalah putri pertamaku yang akan bersegera dalam meninggalkan rumahku ini…ketika ada seorang pemuda shalih dan kurasa baik bagimu meminangmu untuk menghias rumahnya….maka bersungguh-sungguhlah menjadi perhiasannya….semoga Allah selalu mencintaiMU dan menjagaMu dalam penjagaanNya, dan Allah tidak akan pernah lalai dalam penjagaanNYa…

—-subhanallah wa bi hamdih….nasehat ini indah sekali untukku, karena itu aku ingin membaginya kepadamu wahai ukhti fillah—

PS: adakah laki-laki seperti ayahku yang tersisa di dunia,yang mampu menghargai detil kecil dari pengorbanan dan ketulusan cinta yang diberikan seseorang wanita kepadanya…

so sweet–kan?

^-^v

Pernikahan??

Tuesday, December 12th, 2006

wuah…kaya’nya seru tuh nikah, waktu masih kuliah
dijaman orang-orang pacaran makin menggila-ni….daripada dosya..dosya….mending nikah aja kalee…

i’m sure..that most of u ever think about it….
ya…..kok tahu???
ya iyalah….anak muda…paling tahu…anak muda…
hehehe(teori yang aneh)

memang…sekilas…pernikahan itu barang mudah, barang indah…

-bersambung, next time..keburu kuliah..euy!!!-
doakan ya,..ujian post test ni

kepada para calon suami dan suami

Thursday, December 7th, 2006

kepada laki-laki yang akan menjadi seorang suami dan yang telah menjadi suami….

ingatlah bahwa karena-mu wanita yang akan atau telah disisimu itu telah meninggalkan seluruh kebebasannya dan keluarga yang dia cintai dan mungkin mencintainya melebihi dirimu…

ingatlah bahwa karena-mu dia rela kehilangan kesenangannya dan menggantikannya dengan usaha untuk menyenangkan dirimu

ingatlah bahwa karena-mu dia rela hidup kesusahan dalam mendampingimu membangun kehidupan yang engkau cita-citakan

karenamu pula ia mengacuhkan kesedihan hatinya ketika engkau sedang bergembira dan kegembiraan hatinya ketika engkau tengah berduka

karenamu pula dia rela mengandung putra-putramu yang membuat dirinya lemah dan kesulitan dalam beraktivitas, lantas merasakan sakitnya melahirkan

karenamu pula…dia rela menyusui putra-putrimu, tanpa mempedulikan keindahan tubuhnya ketika muda akan menghilang

karenamu pula dia melepaskan separuh dari kehidupannya untuk menerima separuh dari kehidupanmu yang selalu engkau cita-citakan…

karena itu wahai para suami…

cintailah wanita yang ada di sampingmu itu

dengan memaklumi segala kekurangannya…

dengan memaklumi segala cacatnya

mungkin engkau membencinya suatu ketika

namun….tetap cintailah dia…

biarkan dia merasa berharga atas apa yang dia berikan padamu

buatlah dia tidak sia-sia meninggalkan kesenangannya karenamu

gantikanlah kesenangan itu dengan cinta dan pengertian yang tulus darimu, dengan kepemimpinan yang adil dan perlakuan yang layak baginya…

sekalipun di dalam diri istrimu banyak kekurangannya….

ingatlah dirimu pun tidak sempurna….sama seperti dirinya…

jagalah dirinya

berikanlah kasih dan perlindunganmu…

ingatlah karenamu dia mampu meninggalkan perhiasan-perhiasan dunia yang dimilikinya sebelum bertemu denganmu…

cintailah dia

hargailah ketulusannya…