Archive for November, 2006

memahami dari sudut pandang yang lain

Tuesday, November 28th, 2006

memahami dari sudut pandang yang lain…adalah hal yang tidak dapat semua orang lakukan…biasanya orang akan egosentris…menuju ke arah dirinya sendiri. Kebahagiaannya, sakit hatinya, kesuksesannya, keterpurukannya……tapi tidak melihat sekelilingnya…
ketika dia disakiti…dia tidak melihat bahwa kemungkinan besar, dia disakiti karena dirinya pun pernah menyakiti orang yang disakitinya…
ketika dia dikecewakan, dia tidak menyadari bahwa mungkin, dia pernah mengecewakan orang yang mengecewakannya……
ketika dia merasa terpuruk..terpukul, sakit…….hanya disesalinya dan membuat dia menyalahkan takdir, tanpa melihat perbuatan-perbuatan maksiat…yang pernah dia lakukan…
tidak pernah terpikirkan olehnya………..
sesuatu hal itu Qishas bagi apa yang diperbuatnya……

seandainya…….manusia MAU memahami sesuatu dari sudut pandang lain yang bisa dilihatnya…….
dari sudut pandang orang lain yang mungkin berdiri pada posisinya, mungkin manusia tidak akan memiliki rasa benci….
jika manusia MAU menilai sesuatu dari sudut pandang yang lain dari dirinya
dari sudut pandang khusus manusia menilai dirinya..
bukan pandangan dirinya terhadap dirinya sendiri
mungkin manusia tidak akan menyesali hidupnya………………………………………………………

lihatlah sekeliling anda
jangan menyalahkan orang lain
sebelum mengoreksi diri sendiri
karena mungkin kesalahan itu terletak pada diri anda

Sikap Toleransi Nabi Muhammad Shalallahu “alaihi wassalam

Thursday, November 16th, 2006

ng yang hendak memahami makna toleransi sebagaimana mestinya, hendaknyalah dia melihat sejarah hidup Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam bermasyarakat, maka dia akan mendapatkan pengertian toleransi yang sesungguhnya.

Sungguh Al-Musthofa Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang sangat lemah-lembut, bila para sahabat membicarakan masalah dunia, beliau ikut berbicara bersama mereka, bila mereka berbicara tentang akhirat, beliau juga ikut bercengkrama dengan mereka, dan bila di dalam rumahnya, beliau biasa membantu keluarganya (istrinya), dan sikap beliau ini seperti yang Allah firmankan.

“Artinya : Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keselamatan dan keimanan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang yang beriman” [At-Taubah : 128]

Dari sini, tidak ada seorangpun yang dapat mencapai derajat kesempurnaan sikap toleransi selain Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu para pewarisnya menurut kadar andil mereka dalam mencapai harta warisan beliau.

1. Toleransi Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Bila Memutuskan

Dari Abu Hurairah Radliyallahu anhu, bahwasanya ada seorang lelaki yang menagih Rasulullah Shallallahu ‘alihi wa sallam sembari bersikap kasar kepada beliau, maka para sahabat-pun hendak menghardiknya, beliau bersabda : “Biarkanlah dia, karena setiap orang punya hak untuk berbicara, belikan untuknya seekor onta lalu berikan kepadanya” Para sahabat berkata : “Kami tidak mendapatkan kecuali yang lebih bagus jenisnya!” Beliau bersabda : “Belikanlah dan berikan kepadanya karena sebaik-baik kalian adalah yang terbaik keputusannya” [Hadits Riwayat Bukhari 2/482 dan Muslim 11/38]

2. Toleransi Beliau Dalam Jual-Beli

Dari Jabir bin Abdullah Radliyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membeli onta dari dirinya, beliau menimbang untuknya dan diberatkan (dilebihkan). [Hadits Riwayat Bukhari 4/269 dan Muslim 3/1223]

Dari Abu Sofwan Suwaid bin Qais Radliyallahu ‘anhu dia berkata : “Saya dan Makhramah Al-Abdi memasok (mendatangkan) pakaian/makanan dari Hajar, lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi kami dan belaiu membeli sirwal (celana), sedang aku memiliki tukang timbang yang digaji, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan tukang timbang tadi.
“Artinya : Timbanglah dan lebihkan !” [Hadits Riwayat Abu Dawud 3336, At-Timidzi 1305, Ibnu Majjah 2200 dan lainnya, dishahihkan oleh Syaikh kami (Al-Albani) dalam Shahih Al-Jami 3568]

[Disalin dari kitabToleransi Islam Menurut Pandangan Al-Qur'an dan As-Sunnah, oleh Syaikh Salim bin 'Ied Al-Hilali, terbitan Maktabah Salafy Press, hal. 49-50, penerjemah Abu Abdillah Mohammad Afifuddin As-Sidawi]

ujian….melanda…

Friday, November 3rd, 2006

ujian lagi ujian lagi
yang lain dong…

aduhh males banget kalo ujian udah datang lagi
ya…musim ujian dateng lagi
UTS -lah biasa udah 3 bulanan (kaya bayar kreditan..hehe)
yah…begitulah…..
padahal musim ujan belum juga datang dan bikin kita always kepanasan…
(apa hubungannya yaK???")

yah…begitulah…
yuk…ya..
yang lagi ujian juga
ada tips sehat selama belajar….no worry
1. usahakan nyicil belajar lah….motor aja bayarannya dicicilkan
jangan pe digadaikan ke depan…..(maksudnya??)
2. jangan belajar malem-malem….besoknya pasti ngantuk…nah lho…gawatkan????
ga bisa mikir pasti (dijamin 100%, pernah diujikan di dapur rara)
3.ayo semangat…belajar…jangan pe SP!!!
ayo yang ujian semangat yo..
yo…