Bismillahirrahmanirrahim
ytc ayahanda dan ibunda
yang kucintai, semoga Allah merahmati
Assalamu’alaikum
ayahanda dan ibunda, kukirim kepada kalian berdua, salam yang paling indah, salam para penghuni surga, salam yang lebih lembut daripada sinar matahari ketika terbit fajar, salam yang sejuknya melebihi embun, salam yang lebih diinginkan oleh manusia dibanding segelas air di padang pasir, salam yang diucapkan oleh para malaikat penunggu pintu surga pada penghuninya…semoga keselamatan untukmu…"salamun ‘alaikum"
Ayahanda dan ibunda, dengan disaksikan oleh Allah ananda ingin mengatakan dengan benar dan jujur bahwa ananda sangat menyayangi kalian berdua. Yang mana cinta itu melebihi kecintaan nanda pada diri nanda sendiri, yang cinta itu selalu membuat nanda selalu berpikir dan menyemangati nanda berusaha menjadi pribadi yang shalih, sehingga menjadi amal jariyah ayahanda dan ibunda. Dan semoga nanda termasuk anak yang dapat menjadi penghalang bagi ayahanda dan ibunda dari api neraka…alhamdulillahirrabil’alamin
Ibunda dan ayahanda ketika nanda ingat dulu, ibu ceritakan padaku tentang panasnya api neraka yang dirasakan oleh manusia-manusia yang durhaka dan indahnya jannah bagi insan yang shalih, ananda bersyukur dipilihkan pendidik yang baik yang akhirnya mengantarkan nanda dalam jalan yang sekarang tengah nanda jalani. Seluruh kebebasan menuntut ilmu agama yang ayahanda dan ibunda berikan pada nanda, memperbolehkan nanda memakai jilbab bahkan menganjurkannya pada nanda ketika nanda masih buta akan ilmu agama…hingga akhirnya memakai hijab yang lebar (dan semoga dengan hijabku ini, nanda tidak lagi menggoda para kaum lelaki untuk jatuh dalam lautan syahwat) subhanallahil malikil qudus….sungguh seandainya boleh manusia itu bersujud kepada selain Allah, ingin nanda mencium kaki kalian..sebagai rasa penghormatan dan terima kasih yang teramat besar pada ayahanda dan ibunda.
Ibunda dan ayahanda…telah terlihat di depan kalian…putrimu tumbuh sebagai seorang perempuan yang kadang jauh dari apa yang kalian dapat sangka…namun bunda dan ayah…tenangkanlah hatimu dengan menitipkan aku pada pemilikKu yang juga pemilik kalian. Jangan ayah dan bunda takut pada bayangan yang keliru, sungguh aku pun takut akan tersesat di jalanNya..jalan yang penuh dengan berbagai duri namun berujung dengan jannah, kesenangan yang abadi. Gantikanlah kekhawatiran itu dengan doa panjang ayah dan bunda pada setiap sujud pada Dzat Yang Maha pemberi Petunjuk. Serahkanlah nasibku, pada Dzat yang jiwaku berada pada kedua tanganNya..doakanlah ananda supaya terus tegar di jalanNya, terus bersabar dengan ujian dan dapat meningkatkan derajat ananda di sisi-Nya karena dunia ini hanyalah permainan belaka, dan akheratlah tempat yang kekal.
Bunda…semoga Allah merahmatimu, semenjak ananda kecil, Bunda selalu mengajarkan kebaikan pada nanda,,,mengajarkan banyak hal..yang tidak pernah nanda tahu, merawat nanda ketika sakit, membasuh badan ananda ketika kecil, dan dengan sabar membersihkan kotoran setiap kali buang air besar….Bunda selalu memberikan bahu untuk menangis, sambutan yang hangat setiap kali pulang sekolah dalam keadaan kehujanan dan kedingingan, sambutan yang sejuk tiap matahari bersinar dengan teriknya, memberikan dekatan ketika ananda terpuruk dalam kehancuran, bersabar dengan segala keegoisan putrimu…Bunda…ingin aku bisa mengatakannya berulang betapa aku mencintaimu….
Ayah…semoga Allah merahmatimu..semenjak nanda kecil, ayah mengajarkan banyak hal pula padaku…mencari nafkah untuk menyekolahkanku, memberikan perlindungan untuk nanda dari segala keburukan dunia,memberikan tempat untuk berlindung dari keras kehidupan, meraih tangan nanda ketika ananda tidak ingin sendirian, menghibur nanda dengan gurauan ketika air mata membasahi pipi nanda…maafkan nanda yang pernah membuat ayahanda bersedih karena kekeraskepalaanku…ayah…..aku pun mencintaimu….sama besarnya dengan cintaku pada ibu….
Ananda benar-benar ujian bagi ayahanda dan ibunda…nanda lah yang meyebabkan ayah dan bunda bakhil karena inginkan kesejahteraan putrimu, nanda yang menyebabkan ayah dan bunda lalai untuk beribadah pada malam hari, karena terjaga oleh tangisanku…
Subhanallah….betapa aku belum bisa membalasnya…hanya doaku terkirim dalam linangan air mataku dan bibirku yang terdiam..Aku takut, kalian berdua menghadapNya sebelum nanda sempat menjalankan kewajiban nanda pada ayah dan bunda….duhai ayah dan bunda….rasanya tidak ada kata yang tepat mewakili perasaanku…
setiap kali jejak dari kehidupanku…ada selalu jasa kalian…
dimana ananda selalu membutuhkan kalian untuk berdiri di samping nanda
menyokong hati ananda yang lemah
Alhamdulillah……..Allah menganugerahkan ayah dan bunda pada nanda…
Ayahanda dan ibunda….
semoga Allah selalu mencintai ayah dan bunda
merahmati dan mengampuni ayah dan bunda
—-dengan penuh cinta dan kerinduan yang mendalam pada ayah dan bunda—
putrimu,
rara