Archive for August, 2006

Pe?an penting

Tuesday, August 29th, 2006

Pertanyaan
Syaikh DR Muhammad Musa Alu Nashr ditanya : Kapan seseorang dikatakan
menyelisihi paham salaf, dengan kata lain kapan dia dikatakan bukan
seorang
salafi ? dan bolehkah kita katakan bahwa si fulan salafi aqidahnya
tetapi
ikhwani manhajnya?

Jawaban
Bukanlah tiap orang berhak -baik seorang alim ataupun penuntut ilmu-
untuk
mengeluarkan ataupun memasukkan seseorang kedalam salafiyyah. Karena
salafiyyah bukanah perusahaan, yayasan sosial, ataupun partai politik.
Salafiyyah adalah Islam itu sendiri.Tidak seorangpun dapat mengeluarkan
seseorang dari dalam Islam, sebab seseorang tidak akan keluar dari
Islam
kecuali dengan kekafiran ataupun mengingkari sesuatu perkara prinsip
yang
telah diketahui secara pasti dalam agama. Seseorang tidak akan keluar
dari
Islam kecuali dengan beberapa persyaratan yang telah disebutkan ulama.

Ungkapan yang diperbolehkan sebatas: ” si fulan telah menyelisihi
manhaj
salaf, sifulan telah meyelisihi aqidah, menyelisihi apa-apa yang
diperbuat
salaf” hal ini kita nyatakan jika dia keliru dalam pemahaman salaf atau
menjauhi kebenaran salaf.dalam masalah-masalah ataupun kaedah-kaedah
tertentu .

Adapun orang orang yang mencampur adukkan berbagai macam pola, dia
menyatakan rela dengan aqidah salaf tetapi tidak dengan manhaj salaf,
maka
hal ini tidak pernah didapati dalam manhaj para salaf. Sebab seseorang
harus
menjadi seorang salaf yang tulen sejak dari ujung rambutnya hingga
ujung
kakinya.

Seorang yang mengaku salaf harus mengambil agama ini secara
keseluruhannya.
Dia harus rela dengan aqidah salaf dan manhaj salaf, berakhlak layaknya
akhlak salaf, beramal sebagaimana yang diamalkan salaf. Inilah dia
seorang
salafi. Sebab Allah Subhanahu wa ta’ala mengatakan:” Hai orang-orang
beriman
masuklah kalian kedalam Islam secara keseluruahan”. Kami tidak pernah
tahu
ada seseorang salafi yang rela atau mengakui kebenaran aqidah salaf
sementara dia mengambil pemikiran hizbiyyah. Melihat dengan kaca mata
hizbiyyah, dan tidak mendekat kecuali kepada hizbnya, loyalnya dan
cintanya
hanya pada hizb-nya , dia tidak akan tenang jika yang datang kepadanya
bukan
dari kelompoknya, sekalipun orang yang paling alim, paling benar dan
paling
tunduk mengikuti sunnah Nabi dan petunjuk para sahabatnya.

Sifat talfiq (memilih-milih mana yang dia suka berdasarkah hawa
nafsu-pent)
ataupun ganti-ganti warna ini, sangat bertentangan sekali dengan manhaj
salaf.Ketika anda mengatakan “manhaj salaf” maka sebenarnya manhaj ini
adalah manhaj yang sempurna yang masuk didalam cakupannya aqidah,
negara,
muamalah dan segala sesuatu yang menyangkut Islam baik hukum-hukumnya
dan
kaedah-kaedahnya.

Tetapi kesempurnaan hanya milik Allah Subhanahu wa ta’ala semata , dan
yang
maksum hanyalah Rasulullah seorang, dengan demikian kita jangan
mengganggap
bahwa seseorang salafi itu dapat steril dari berbagai kekurangan dan
aib,
atau steril dari segala ketergelinciran dan kekeliruan. Namun pasti
sangat
jelas beda seseorang yang keliru karena salah dalam memahami sesuatu
masalah
dengan seseorang yang dengan sengaja membangun mazhabnya dengan hal-hal
yang
bertentangan dengan paham salaf ; mencurahkan energi dan daya pikirya
untuk
membela dan mempertahankan ideologinya itu ; memberikan wala dan baro
berdasarkan itu. wabillahi at-taufik.

cara ahlul bid’ah berargumentasi

Monday, August 28th, 2006

Cara Ahlul Bid’ah Beragumentasi

Peringkas
Syaikh Alawi bin Abdul Qadir As-Saqqaf
Bagian Pertama dari Dua Tulisan 1/2

Pendahuluan
Setiap (kelompok) yang menyimpang dari Sunnah namun mendakwahkan dirinya menerapkan Sunnah, mesti akan takalluf (memaksakan diri) mencari-cari dalil untuk membenarkan tindakannya (penyimpangan) mereka. Karena, kalau hal itu tidak mereka lakukan, (perbuatan mereka) mengesampingkan Sunnah itu sendiri telah membantah dakwaan mereka.

Setiap pelaku bid’ah dari kalangan umat Islam ini mengaku bahwa dirinya adalah pengikut Sunnah -berbeda dengan firqah-firqah lain yang menyelisihinya- hanya saja mereka belum sampai kepada derajat memahami tentang Sunnah secara utuh. Hal itu mungkin karena tidak dalamnya pemahaman mereka tentang perkataan bahasa arab dan kurang paham maksud-maksud yang dikandung Sunnah. Atau, mungkin juga karena tidak dalamnya pemahaman mereka dalam hal pengetahuan kaidah-kaidah ushul sebagai landasan ditetapkannya hukum-hukum syari’at, atau mungkin pula karena dua hal tersebut sekaligus.

Tentang golongan kedua, yaitu tidak dalam pengetahuannya tentang kaidah-kaidah ushul , yang condong dan menyimpang dari kebenaran, kita mendapatkan dua sifat pada mereka berdasarkan ayat Al-Qur’an.
Sifat Pertama, yaitu sifat condong dan menyimpang, yaitu pada firman Allah Ta’ala:

“Artinya : Adapun orang-orang yang dalam hatinya ada kecondongan (dari kebenaran).” [Ali Imran : 7]

Condong dalam ayat di atas maknanya adalah menyimpang dari jalan yang lurus; dan hal itu merupakan bentuk celaan terhadap mereka.

Sifat Kedua, tidak mendalamnya ilmu mereka (tentang kaidah-kaidah ushul). Menurutmu, bagaimana jadinya bila dia mengikuti (suatu dalil) hanya karena ingin mencari fitnah? Kita sering melihat orang-orang bodoh berhujjah untuk (membela) diri mereka dengan dalil-dalil yang batil; atau dalil-dalil yang shahih, (tapi hanya sepotong-sepotong); sebagian dalil dilirik dan dalil-dalil yang lain dibuang, baik dalam urusan pokok maupun cabang, baik yang mendukung pendapatnya ataupun yang bertentangan dengannya.

Banyak di antara mereka yang mengaku memiliki ilmu, ternyata mengambil cara ini sebagai jalannya. Dia pun mungkin saja memberikan fatwa sesuai dengan yang dikehendaki dalil dan mengamalkan apa yang telah difatwakannya itu dan tujuan (tertentu). Cara seperti ini bukan merupakan kebiasaan orang-orang yang mendalam ilmunya. Cara itu tidak lain merupakan kebiasaan orang-orang yang tergesa-gesa, yang menurut dakwaannya hal itu adalah menjadi solusi.

Dari ayat yang telah disebutkan di muka kita dapatkan bahwa sifat menyimpang dari kebenaran tidak akan terjadi pada seorang yang mendalam ilmunya. Walaupun tidak semuanya begitu, akan tetapi seseorang yang mendalam ilmunya tidak akan menyimpang dari kebenaran dengan sengaja.

Jalan Yang ditempuh Orang Yang Menyimpang
Sesungguhnya orang yang mendalam ilmunya memiliki jalan yang mereka tempuh dalam mengikuti kebenaran, dan orang-orang yang menyimpang mempunyai jalan lain yang berbeda.

Kita perlu mengetahui jalan-jalan yang ditempuh oleh mereka (orang-orang yang menyimpang) untuk kita jauhi. Mari kita perhatikan sebuah ayat yang menyebutkan bagaimana jalan mereka dan bagaimana jalan orang-orang yang mendalam ilmunya. Allah Ta’ala berfirman:

“ Artinya : Dan sesungguhnya ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah.
Janganlah kalian mengikuti jalan-jalan lainnya karena itu akan mencerai
Beraikan kalian dari jalan-Nya.” [Al-An’am: 153]

Ayat di atas menyebutkan bahwa jalan kebenaran hanyalah satu, sedangkan kebatilan memiliki jalan-jalan yang banyak; tidak hanya satu, dan tidak terbatas jumlahnya.

Kemudian mari kita perhatikan pula sebuah hadist yang menafsirkan ayat tersebut yang diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu.

“ Artinya : (Suatu Ketika) di hadapan kami Rasulullah menggambarkan satu garis,lalu berkata, ‘Ini adalah jalan Allah yang lurus.” Kemudian beliau menggambarkan garis-garis lain yang banyak di kanan dan kiri garis tadi, lalu berkata, ‘Ini adalah jalan-jalan lain (selain jalan Allah), yang pada setiap jalan tersebut ada syaitan yang mengajak kepadanya.” Kemudian beliau membacakan ayat ini.” [Hadist Shahih]

Dalam hadist di atas disebutkan adanya garis(maksudnya kelompok-kelompok sesat) yang banyak, beragam dan tidak terbatas jumlahnya. Secara naqli kita tidak boleh membatasi jumlahnya; begitu juga secara aqli ataupun istiqra’ (penelitian). Akan tetapi akan kita sebutkan beberapa patokan secara umum untuk dijadikan pedoman melihat kelompok-kelompok tersebut, yaitu:

[1]. Mereka Bersandar Kepada Hadist-Hadist Lemah
Hadist-hadist yang lemah sandnya besar kemungkinan tidak diucapkan pleh Nabi. Jadi tidak mungkin suatu hukum didasarkan kepada hadist-hadist seperti itu. Bagaimana bila hadist-hadist yang mereka jadikan hujjah telah dikenal dusta?

[2]. Mereka Menolak Hadist-Hadist (Shahih), Yang Tidak Sejalan Dengan Tujuan Dan Madzhab Mereka.
Mereka mengatakan bahwa (hadist-hadist) seperti itu menyelisihi akal, tidak mengacu kepada maksud suatu dalil, maka harus ditolak. Dengan berdalih seperti itu mereka mengingkari siksa kubur, ash-shirath (jembatan), mizan (timbangan amal), dan ru’yatullah (melihat Allah) di akhirat nanti. Mereka juga menolak hadist tentang ‘lalat’ dan (perintah untuk) membunuhnya (yaitu dengan membenamkan ke dalam minuman yang dimasukinya. pent). Mereka tidak mempercayai bahwa pada salah satu sayap lalat terkandung penyakit sedangkan pada sayap satunya terkandung obat penawarnya, dimana Rasulullah lebih dahulu menyebutkan sisi sayap yang terkandung penyakit (Lihat Kitab Shahih Bukhari (Hadist no.3142) dan kitab lainnya. Pent). Dan masih banyak hadist-hadist shahih lainnya (yang mereka tolak) yang diriwayatkan oleh orang-orang yang adil (terpercaya). Bahkan, mereka mencela para periwayat hadist-hadist tersebut, dari kalangan sahabat maupun tabi’in sekalipun; dan juga mencela orang-orang yang telah disepakati keadilan dan keimanan mereka oleh para muhadditsin (ahli hadist). Semua itu mereka lakukan untuk membantah siapa saja yang menyelisihi madzhab mereka. Mereka menolak fatwa-fatwa dari orang-orang yang menyelisihi mereka dan menjelek-jelekannya dihadapan khalayak manusia, untuk menjauhi umat Islam dari Sunnah dan orang-orang yang mengikutinya.

[3]. Mereka Menerka-Nerka Maksud Perkataan Yang Ada Dalam Al-Qur’an Dan Sunnah Yang Berbahasa Arab.
Mereka menerka-nerka maksud perkataan yang ada dalam Al-Qur’an dan Sunnah yang berbahasa Arab, padahal mereka tidak memiliki ilmu bahasa Arab yang cukup untuk memahami apa yang datang dari Allah dan Rasul-Nya itu. Akhirnya mereka membuat kebatilan terhadap syari’at dengan pemahaman dan cara mereka, menyelisihi orang-orang yang mendalam ilmunya. Dan mereka lakukan hal itu tidak lain karena berprasangka baik terhadap diri mereka sendiri dan berkeyakinan bahwa mereka termasuk golongan ahli ijtihad yang berhak menetapkan hukum, padahal realitanya mereka bukan termasuk golongan tersebut.

[4]. Mereka Menyeleweng Dari Prinsip-Prinsip Agama Yang Telah Jelas Dan Mengikuti Perkara-Perkara Yang Samar (Mutasyabihat) Yang Mungkin Diperselisihkan Oleh Akal Masing-Masing Orang
Para ulama telah menetapkan bahwa setiap dalil yang didalamnya mengandung kesamaran dan kesulitan, pada hakekatnya bukanlah dalil, sampai menjadi jelas maknanya dan terang apa yang dimaksud. Karena hakekat sebuah dalil adalah keadaan dzanya sendiri harus jelas dan bisa (secara jelas pula) menunjukkan kepada sesuatu yang lain. Jika tidak demikian berarti masih membutuhkan dalil lagi. Lalu jika dalil tersebut menunjukkan akan ketidak shahihannya (sebagai Sebuah Dalil) berarti tidak layak untuk dikatakan sebagai dalil.

Sumber kekeliruan mereka dalam hal ini tidak lain adalah kebodohan mereka tentang maksud-maksud syari’at dan tidak mau memadukan dalil-dalil syar’I satu dengan lainnya. Kerena menurut orang-orang yang mendalam ilmunya, dalam mengambil dalil-dalil syar’i haruslah secara utuh dan memenuhi kaidah-kaidah syar’i, misalnya.

[a]. Suatu unsur merupakan juz’iyyat (bagian) dari suatu kulliyat (kumpulan besar);
[b]. Sesuatu yang ‘am (umum) biasanya diikuti dengan sesuatu yang khas (khusus);
[c]. Sesuatu yang muthlaq (mutlak) biasanya diikuti dengan muqayyid (yang membatasi);
[d]. Sesuatu yang mujmal (global) biasanya diikuti dengan bayan (penjelas);
[e]. Dan lain-lain yang serupa dengan itu.

[5]. Menyimpangkan Dalil-Dalil Dari Arti Yang Sebenarnya
Bila ada dalil yang membahas perkara tertentu, (mereka) palingkan dari perkara tersebut kepada perkara lain dengan anggapan bahwa dua perkara itu sama. Inilah di antara bentuk penyimpangan tersembunyi yang mereka lakukan terhadap dalil-dalil dari makna yang sebenarnya. Semoga Allah Ta’ala melindungi kita dari perbuatan demikian.

Besar kemungkinan, orang yang mengakui Islam dan mengetahui tercelanya tindakan menyimpangkan kata-kata dari makna sebenarnya itu, tidak akan melakukan penyimpangan semacam itu. Akan tetapi mereka mungkin melakukan hal itu tatkala ada kesamaran yang melintas pada dirinya, atau karena kebodohan yang menghalangi dirinya untuk mengetahui kebenaran, bahkan adakalanya disertai hawa nafsu yang membutakan hatinya untuk mengambil dalil dari sumbernya. Nah, bila sebab-sebab tersebut terkumpul jadilah dia seorang pelaku bid’ah.

Penjelasannya sebagai berikut. Dalil syar’i yang mengandung suatu perintah global dalam urusan peribadatan, seperti: berdzikir, berdo’a, amalan-amalan sunnah yang dianjurkan, dan amalan-amalan lainnya yang pelaksanaannya tidak diatur tatacara pelaksanaannya oleh Allah Ta’ala, maka harus dilakukan oleh seorang mukallaf secara global juga. Jadi dalil tersebut harus dia pahami dari dua sisi: (yaitu) sisi maknanya dan bagaimana para Salafus salih mengamalkan dalil tersebut. Jiak seorang mukallaf mengerjakan perintah tersebut dengan tata cara tertentu, atau di waktu tertentu, dan dia konsisten melakukan itu sehingga dia menganggap bahwa tata cara, atau waktu, atau tempat tersebut adalah yang dimaksudkan oleh syari’at dengan tanpa dalil yang menunjukkan kepada hal itu, maka dalil yang global tersebut telah dia lepas dari makna seharusnya.

Untuk memperjelas kita berikan gambaran demikian. Kita tahu, bahwa syari’at menganjurkan kita berdzikir kepada Allah Ta’ala. Lalu ada suatu kaum yang (senantiasa melakukannya) dengan cara berjama’ah secara serempak dengan satu suara, atau pada waktu tertentu, dengan dikomandoi oleg seorang seperti yang biasa terjadi di masjid-masjid, padahal kita tahu syari’at tidak menganjurkan yang seperti itu, bahkan justeru sebaliknya. Maka, perbuatan seperti itu jelas menyelisihi kaidah. Karena, pertama, dia telah meyelisihi kemutlakan suatu dalil dengan memberi batasan-batasan tertentu sekehendak akalnya; dan kedua, dia menyelisihi orang-orang yang lebih paham tentang syari’at daripada dirinya, yaitu para Salafus shalih. Padahal Rasulullah sendiri pernah meninggalkan suatu amalan –padahal beliau senang melakukannya- karena khawatir hal itu akan diikuti oleh manusia yang kemudian diwajibkan kepada mereka. Bukankah kita mengetahui, bahwa yang senantiasa Rasulullah lakukan secara jama’ah, bila bukan shalat fardhu berarti shalat sunnah muakkad, menurut para ulama, seperti dua shalat Id, yaitu Idul Fitri dan Idul adh-ha, shalat Istisqa’ (minta hujan), shalat kusuf (gerhana matahari), atau semisalnya? Beliau tidak melakukannya secara berjama’ah untuk shalat malam dan perbuatan-perbuatan sunnah lainnya, karena shalat-shalat tersebut hanya mustahab (yang dianjurkan) saja hukumnya. Rasulullah sendiri menganjurkan kita melaksanakan shalat-shalat tersebut secara sendiri-sendiri. Hal itu tidak lain karena bisa menyusahkan bila shalat-shalat tersebut pelaksanaannya ditunjukkan dan dinampakkan (dengan berjama’ah).

Contoh kasus lain dalam hal ini adalah membiasakan berdo’a setelah sholat dengan cara bersama-sama dan mengeraskannya. Masalah ini akan dibahas secara khusus di bagian belakang Insya Allah Ta’ala.

[Disalin dari “Kutaib Muhtashar Al-I’tisham, Peringkas Syaikh Alawi bin Abdul Qadir As-Saqqaf, Penulis Abu Ishaq Ibrahim bin Musa ASy-Syathibi, Edisi Indonesia Ringkasan Al-I'tishom Imam Asy-Syathibi, Penerjemah Arif Syarifuddin, Penerbit Media Hidayah]

Menyambut Ramadhan

Thursday, August 17th, 2006

asihat Bagi Keluarga Muslim di Bulan Ramadhan
Senin, 24 Oktober 2005 - 01:42:00 :: kategori Kewanitaan
Penulis: MUSLIMAH XXIII/Ramadhan/1418H/1998M
.: :.
Alhamdulillah, segala puji dan sanjungan hanya milik Allah semata. Saat ini umat Islam tengah beroleh nikmat yang agung dari-Nya, yaitu bersua kembali dengan bulan Ramadhan yang telah meninggalkannya setahun yang lewat. Alhamdulillah, tak henti-henti bibir ini memuji-Nya, memohon bimbingan dan petunjuk-Nya hingga diri ini tegak, sabar, dan berhasil memetik maghfirah, barakah, dan seluruh nikmat yang Allah Subhanahu wa Ta’ala sediakan bagi hamba-Nya.

Menyambut Bulan Ramadhan
Umat Islam terbagi menjadi dua golongan dalam menyambut kedatangan Ramadhan :
1. Mereka yang menyambut dengan suka cita
Tak lain mereka adalah hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala yang faham dengan pemahaman yang bersih tentang syariat Allah, sehingga tatkala Ramadhan menjelang tibalah saat baginya untuk menaburkan benih amalan sebanyak-banyaknya dengan harapan kelak di akhirat ia akan menuai hasil yang berlipat. Hanya orang Mukmin saja yang mampu bersikap demikian. Mereka yakin apa yang dijanjikan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Al Qur’an dan apa yang dinyatakan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dalam hadits-haditsnya tentang keutamaan bulan Ramadhan. Keyakinan yang kokoh inilah yang memacu semangat mereka berlomba dengan saudaranya untuk mempersembahkan amal shalih sebanyak-banyaknya kepada Rabb-nya. Kaum Mukminin juga paham bahwa kelezatan dunia bersifat sementara, sehingga tatkala mereka harus berpisah dengannya, tidak menjadi murung dan bersedih serta malas-malasan dan putus asa. Mereka tahu bahwa kelezatan di akhirat adalah abadi dan hakiki.
2. Mereka yang menyambut Ramadhan dengan berat hati
Mereka adalah hamba dunia dan budak hawa nafsu. Mereka adalah manusia yang ragu akan kabar gembira dan ancaman dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka terpedaya dengan bisikan syaithan dan rayuan syahwat. Naudzubillahi min dzalik. Keadaan tersebut akan menjadikannya malas dan loyo beribadah. Puasa hanya berarti tidak makan, minum, dan jima’ semata, tanpa memperhatikan aspek-aspek lainnya, berangkat shalat tarawih karena terpaksa dan malu kepada tetangga dan mereka melakukan perbuatan sia-sia lainnya.

Ingatlah wahai saudaraku!
Hidupmu di dunia hanya sementara, hidup yang abadi adalah di akhirat kelak. Jika engkau malas melakukan ketaatan, maka bekal apa yang engkau bawa menuju rumahmu yang abadi’ Jika engkau berat hati dan terpaksa melakukan kebajikan, maka amal apa yang mampu menyelamatkan kamu dari siksa neraka’ Pikirkanlah dengan hati lapang dan renungkan dengan hati yang jernih! Semoga Allah memberimu petunjuk.

Nasehat Bagi Keluarga Muslim Di Bulan Ramadhan
Masyarakat Islam terdiri dari kumpulan keluarga-keluarga Muslim. Maka untuk mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat yang Islami harus dimulai dari pembentukan keluarga yang Islami, yaitu keluarga yang tegak di atas syariat Islam. Terwujudnya keluarga yang tegak di atas Islam memerlukan proses yang membutuhkan keuletan, keistiqamahan, dan kesabaran dari semua pihak, baik dari ayahnya, ibunya, dan anak-anaknya. Bulan Ramadhan merupakan saat yang tepat untuk merintis dan memulai proses menuju keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. Karena pada bulan ini musuh bebuyutan manusia (yakni syaithan) dipersempit geraknya, dibelenggu oleh Allah Ta’ala :”Jika datang bulan Ramadhan, maka dibuka pintu-pintu Surga dan ditutup pintu-pintu Neraka, dan syaithan-syaithan dibelenggu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tarbiyah Ilmiyah
Ingatlah wahai para orang tua akan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلاَئِكَةٌ غِلاَظٌ شِدَادٌ لاَ يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ ﴿٦﴾ [التحريم: ٦]
[6] Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. [QS At Tahriim: 6]

Ayat ini merupakan landasan untuk mengajari dan mendidik anggota keluarga, menyuruh mereka kepada ketaatan, dan amar ma’ruf nahi munkar. Kepala rumah tangga (ayah atau suami) mempunyai kewajiban untuk mendidik dan membimbing istri dan anak-anaknya menuju pemahaman Islam yang benar. Kepala rumah tangga harus dapat mencambuk semangat keluarganya bila didapatinya mereka malas dalam melakukan ibadah ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Janganlah seorang kepala rumah tangga membiarkan dirinya menjadi dayyuts, laki-laki banci yang tidak berani menegur anak istri ketika terjatuh dalam lumpur maksiat. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah bersabda :
“Tiga golongan manusia, tidak akan masuk Surga dan tidak akan dilihat Allah pada hari kiamat yaitu anak yang durhaka kepada orang tuanya, wanita yang berlagak seperti laki-laki dan menyerupainya, dan dayyuts.” (HR. Al Hakim, ia berkata sanadnya shahih dan disepakati oleh Adz Dzahabi. Dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani, lihat Hijab Al Mar’ah Al Muslimah halaman 67)

Wahai saudaraku!
Hendaklah engkau pandai-pandai dalam memilih waktu untuk memberikan pendidikan kepada keluargamu. Dalam bulan Ramadhan ini pendidikan bisa dilakukan setelah makan sahur atau buka puasa atau waktu-waktu yang lain. Yang paling awal yang harus kau ajarkan kepada keluargamu adalah :
1. Ma’rifatullah (pengenalan yang benar terhadap Allah) mulai dari tauhid Rububiyah, tauhid Uluhiyah, sampai tauhid Asma’ wa Shifat.
2. Ma’rifah Ar Rasul (pengenalan terhadap Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam) yaitu meliputi seluruh aspek yang diteladankan oleh beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam (tidak hanya tahu hari dan tanggal lahirnya, nama ayah dan ibunya, serta kelahirannya semata).
3. Ma’rifah Ad Din Al Islam (pengenalan terhadap agama Islam) beserta dalil-dalilnya.
Ketiga perkara tersebut merupakan tonggak yang akan menopang tegaknya pendirian kaum Muslimin di tengah-tengah derasnya arus syubhat dan syahwat.

Tarbiyah Amaliyah
Ada beberapa amalan shalih yang menjanjikan pahala besar di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala pada bulan Ramadhan diantaranya :
a. Puasa Ramadhan
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ﴿١۸۳﴾ [البقرة: ١۸۳]
[183] Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, [QS Al Baqoroh: 183]
Hendaklah para orang tua memberi pengertian kepada anak-anaknya bahwa puasa di bulan Ramadhan adalah wajib dan berdosa bagi siapa saja yang meninggalkannya tanpa udzur syar’i. Untuk itu hendaklah meniatkan puasanya hanya semata-mata mengharap wajah Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : “Barangsiapa puasa Ramadhan dengan iman dan benar-benar mengharapkan pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Wahai saudaraku!
Ada beberapa hal yang dapat engkau biasakan guna mendapatkan keutamaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala sekaligus sebagai upaya melatih keluargamu di bulan Ramadhan ini :
- Mendahulukan berbuka
Imam Nawawi rahimahullah dalam kitabnya Riyadlus Shalihin membawakan beberapa hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang mengisyaratkan disunnahkannya mendahulukan berbuka puasa, diantaranya :
“Selalu manusia itu berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sebelum berbuka ingatkanlah keluargamu untuk berdoa sebagaimana yang dicontohkan teladan kita Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :
[Dzahabadh Dhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru, insya Allah ]
“Telah hilang dahaga dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap, Insya Allah.” (HR. Abu Dawud, lihat Hisnul Muslim nomor 168, Shahihul Jami’ 4/209)
Tegurlah mereka jika terlalu kenyang, karena mereka belum menegakkan shalat Maghrib, kekenyangan dalam makan akan mengganggu kekhusyu’an dalam shalat.
- Mengakhirkan sahur
Terjadi pada sebagian keluarga Muslim kebiasaan-kebiasaan yang berkenaan dengan makan sahur ini. Sebagian mereka tidak melakukannya dengan sengaja, sebagian lagi dikarenakan rasa malas bangun pada akhir malam, maka mereka makan sahur sebelum pergi tidur atau di tengah malam. Dua kebiasaan tersebut menyelisihi tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, maka menjadi tanggung jawabmu wahai para kepala keluarga untuk mengingatkan keluargamu dan membiasakannya dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Perhatikan sabda beliau berikut ini sebagai hujjah bagimu untuk membimbing keluargamu.
“Perbedaan antara puasa kami dan puasa ahli kitab yaitu makan sahur.” (HR. Muslim 1096)
“Bersahurlah kalian, karena dalam sahur itu terdapat barakah.” (HR. Muslim 1095)
Dua hadits di atas sebagai bantahan atas mereka yang meninggalkannya, sedang sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang diriwayatkan dari Anas radhiallahu ‘anhu berkenaan dengan sunnahnya mengakhirkan sahur adalah : “Kami sahur bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, kemudian kami bangkit untuk shalat. Aku katakan kepadanya : Berapa lama antara keduanya’’ Ia menjawab : (Kira-kira orang membaca) lima puluh ayat.” (HR. Muslim 1097)
- Tidak boros dalam makan dan minum
Berlebih-lebIhan adalah perkara yang mendatangkan kebencian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena itu hendaklah para ibu rumah tangga bersikap sederhana, meskipun di siang hari tidak ada anggaran belanja yang dikeluarkan, namun janganlah menyusun anggaran belanja yang membengkak di sore hari.

b.Qiyamul Lail (Shalat Tarawih)
Qiyamul lail merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang sangat berkesan dan membawa dampak positif bagi yang membiasakannya. Di bulan Ramadhan, shalat malam (yang kita kenal dengan shalat tarawih) merupakan amalan yang sangat dianjurkan, sampai kepada kita sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :
“Barangsiapa melakukan shalat malam pada bulan Ramadhan dengan iman dan mengharapkan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Pesan seorang ayah (suami) sangat penting bagi anak dan istrinya untuk membiasakan amalan ini. Dimana ia harus menjadi teladan di tengah-tengah keluarganya.
Merupakan pemandangan yang sering kita lihat di bulan Ramadhan yaitu ayah, ibu, dan anak-anaknya berangkat bersama menuju masjid melakukan shalat.

Ada beberapa hal yang harus engkau perhatikan wahai para pembina keluarga!
1. Shalat tarawih hukumnya adalah Sunnah bukan wajib, maka janganlah berkeyakinan wajibnya shalat tarawih, sehingga tatkala kalian terluput darinya penyesalan kalian lebih dari bila kalian terluput dari shalat fardlu yang lima. Karena itu ajari dan pahamkanlah keluargamu tentang masalah ini, bahwa shalat lima waktu adalah wajib sedang shalat Tarawih adalah Sunnah.
2. Allah dan Rasul-Nya mensyariatkan afdhalnya shalat tarawih berjamaah bersama imam di masjid, maka bimbinglah keluargamu untuk tunduk kepada syariat. Akan tetapi perlu diingatkan kepada para ibu dan remaja putri bahwa shalatnya di rumahnya lebih baik baginya daripada shalatnya di masjid kaumnya, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam : “Shalatmu di bilikmu lebih baik dari shalatmu di rumahmu, shalatmu di rumahmu lebih baik dari shalatmu di masjid kaummu dan shalatmu di masjid kaummu lebih baik dari shalatmu di masjidku (masjid Nabawi).” (HR. Ibnu Khuzaimah dan dihasankan oleh Asy Syaikh Al Albani)
Namun jika mereka ingin tetap shalat berjamaah di masjid, maka nasehatkan kepada mereka adab-adabnya, diantaranya :
- Keluar bersama mahramnya, demikian pula ketika kembali, maka haram bagi wanita keluar disertai laki-laki asing.
- Tidak tabaruj, berhias ala jahiliyah, menguraikan rambutnya dengan menenteng mukenanya, akan tetapi wajib baginya berbusana sesuai tuntunan Allah dan Rasul-Nya.
- Tidak memakai minyak wangi.
- Segera pulang setelah shalat selesai, tidak duduk-duduk dan ngobrol di dalam masjid, atau jalan-jalan dengan bergerombolan. Hal ini adalah terlarang karena akan menimbulkan fitnah. (Telah nyata justru para wanita sekarang ini keluar khusus untuk sholat Tarawih dgn dandanan yg memikat, wewangian yang menebar pesona, red)
3. Meskipun shalat malam ini hukumnya sunnah, namun tetaplah engkau memberikan semangat kepada istri dan anakmu untuk melakukannya, dikarenakan keutamaannya yang besar di sisi Allah.
“Seutama-utama shalat setelah shalat fardlu adalah shalat malam.” (HR. Muslim 1163)
4. Biasakanlah dirimu dan keluargamu untuk berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala baik di dalam shalat malam atau sesudahnya, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengabulkan doa dan permintaan hamba-Nya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
“Rabb kami Yang Maha Agung dan Tinggi turun di setiap malam ke langit dunia, ketika malam tersisa sepertiga yang akhir. Kemudian Dia berfirman : ‘Barang siapa berdoa kepada-Ku pasti akan Ku-kabulkan, barangsiapa meminta kepada-Ku, pasti Aku akan memberinya, barangsiapa memohon ampunan-Ku pasti Aku akan mengampuninya.” (HR. Bukhari nomor 7494 dan Muslim nomor 758)

c. Tilawatul Qur’an dan Dzikrullah
Amal shalih lainnya sebagai cahaya penerang di setiap rumah keluarga Muslim adalah membaca Al Qur’an dan berdzikir kepada Allah, dua perkara yang ringan di bibir tetapi amat berat timbangannya kelak pada Yaumul Mizan.
Berkaitan dengan membaca Al Qur’an ini, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
“Bacalah Al Qur’an karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pembela bagi ahlinya.” (HR. Muslim nomor 804)

Kesempatan emas bagi kalian, wahai para ibu! Yaitu engkau ajarkan Kalamullah ini kepada anak-anakmu di sela-sela kesibukanmu, niscaya engkau akan menjadi manusia yang terbaik dengan ketekunan dan kesabaranmu membimbing anak-anakmu membaca dan menghapal ayat-ayat-Nya. Bergembiralah dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam berikut ini : “Sebaik-baik kalian ialah yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari nomor 5027, Abu Dawud dalam Sunan-nya nomor 1452 dan Tirmidzi nomor 2909)

Selain engkau ajarkan Al Qur’an kepada anak-anakmu, maka tak kalah pentingnya adalah engkau biasakan lidah mereka selalu basah dengan dzikrullah untuk menepis kebiasaan-kebiasaan jelek yang beredar di sekitarmu. Ingatkan dan bacakan kepada mereka ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, diantaranya :
إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا ﴿۳٥﴾ [الأحزاب: ۳٥]
[35] Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta`atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu`, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. [QS Al Ahzaab: 35]

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلاَةُ فَانْتَشِرُوا فِي الأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ﴿١۰﴾ [الجمعة: ١۰]
[10] Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. [QS Al Jumu'ah: 10]
Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang menjelaskan keutamaan dzikrullah. Adapun dari sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam diantaranya : “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman : Aku bersama hamba-Ku selama dia mengingat Aku, dan kedua bibirnya bergerak (untuk berdzikir) kepada-Ku.” (HR. Ibnu Majah nomor 3792 dan dishahihkan Asy Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah nomor 3792)
“Tidaklah suatu kaum duduk untuk mengingat Allah Azza wa Jalla, melainkan mereka dinaungi oleh para malaikat dan diliputi oleh rahmat, diturunkan kepada mereka ketenangan dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan para malaikat-Nya.” (HR. Muslim nomor 2700)

Cukuplah kiranya dua hadits ini sebagai landasan bagimu untuk tetap membasahi bibirmu dengan dzikrullah dan sebagai pemacu bagimu untuk tekun dan telaten membimbing anak-anakmu untuk senantiasa berdzikir kepada Allah.

d. Istighfar dan Taubat
Istighfar adalah memohon ampunan yakni penjagaan dari jeleknya dosa dan menutupinya (dari dosa-dosa tersebut).
Allah Azza wa Jalla memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk istighfar sekaligus memuji hamba yang mau memohon ampunan kepada-Nya.
وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Dan mintalah kalian ampunan kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al Muzammil : 20)
“Dan hendaklah kalian meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya.” (Hud : 3)
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
“Wahai manusia bertaubatlah kepada Allah dan istighfarlah kepada-Nya, maka sungguh aku bertaubat seratus kali setiap hari.” (HR. Muslim nomor 2702)
Pintu taubat tetap terbuka hingga matahari terbit dari barat.
“Barangsiapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari barat maka Allah akan menerima taubatnya.” (HR. Muslim nomor 2703)

Sedang orang yang tidak mau taubat merekalah orang-orang yang dhalim.
وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
“Dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang dhalim.” (Al Hujurat : 11)

e. Shadaqah
Jadikanlah bulan Ramadhan ini untuk memperbanyak shadaqah dan infaq fi sabilillah, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai hamba-Nya yang dermawan, murah hati, dan selalu terbuka tangannya untuk memberi. Namun hendaknya engkau perhatikan wahai kepala keluarga bahwa syarat diterimanya shadaqah adalah dari usaha yang halal!
“Sesungguhnya Allah itu Maha Bagus, Allah tidak akan menerima kecuali yang bagus (halal).” (HR. Muslim nomor 1015)
Maka hendaknya kalian mampu menahan diri dari usaha-usaha yang haram, niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menyelamatkan diri kalian dari jeleknya dosa. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
“Dan shadaqah itu bisa memadamkan kesalahan (dosa) sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi nomor 2616, ia berkata hadits hasan shahih dan dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Tirmidzi nomor 2110)

f. Menyambut Lailatul Qadar
Diantara keutamaan bulan Ramadhan adalah adanya Lailatul Qadar.Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam juga menganjurkan kepada umatnya agar memperbanyak amal-amal kebaikan pada 10 hari terakhir dari bulan Ramadhan.
Aisyah Ummul Mukminin radhiallahu ‘anha mengabarkan : “Adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, bila masuk malam-malam sepuluh yang terakhir dari bulan Ramadhan, (beliau) menghidupkan malam, membangunkan keluarganya dan mengencangkan ikat pinggangnya (yakni tidak menggauli istri-istrinya).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Wahai saudaraku! Semoga Allah merahmatimu. Itulah beberapa amal shalih yang hendaknya kita hidupkan di rumah-rumah kita, kita jadikan amalan tersebut sebagai aktifitas seluruh anggota keluarga kita, dan mudah-mudahan ini merupakan langkah awal yang mendapat keridlaan Allah untuk melangkah selanjutnya. Sebagai penutup risalah ini akan disebutkan beberapa hal sebagai peringatan bagi kita semua kaum Muslimin yang mendambakan ridla dan Surga Allah Subhanahu wa Ta’ala.
1. Jangan bermalas-malasan di bulan mulia ini, jangan memenuhi hari dengan tidur mendengkur sepanjang siang hingga shalat jamaah terlewatkan, membaca Al Qur’an terlupakan. Kalau ada yang berdalih dengan hadits : “Orang yang berpuasa tetap di dalam ibadah meskipun dia tidur di atas tempat tidurnya.” (HR. Ad Dailami)

Ketahuilah! Bahwa hadits tersebut adalah dlaif bahkan maudlu’ (palsu) dikarenakan adanya rawi yang bernama Muhammad bin Ahmad bin Suhail. Dia adalah pemalsu hadits (lihat kitab Silsilah Ahadits Dlaif wal Maudlu’ah nomor 653).
2. Untuk para ibu atau remaja putri, dibolehkan mencicipi makanan untuk mengetahui asin atau manisnya, dengan syarat tidak menelannya meskipun hanya sedikit. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma :
“Tidak mengapa mencicipi cuka atau sesuatu selama tidak masuk ke kerongkongannya, sedang dia dalam keadaan puasa.” (HR. Ibnu Abi Syaibah 3/47 dan Baihaqi 4/261 dengan sanad hasan. Lihat Shifat Shaum Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam halaman 55, Syaikh Ali Hasan)
3. Bagi para suami, boleh mencium istrinya dan bersenang-senang dengannya dengan syarat kuat menahan syahwatnya (tidak sampai bersetubuh dengan istrinya). Berkata Aisyah radhiallahu ‘anha :
“Adakalanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mencium dan bersenang-senang dengan istrinya sedang beliau berpuasa, dan beliau sangat kuat menahan syahwatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Al Lu’lu wal Marjan nomor 676)
Jika engkau dapat berbuat seperti Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam maka lakukanlah, namun jika engkau termasuk laki-laki yang mudah bangkit syahwatnya maka tinggalkanlah perbuatan tersebut untuk sementara, dan bisa kau lakukan di malam harinya. Hati-hatilah dari perkara ini, karena jika engkau terpeleset sungguh besar akibatnya yaitu wajib bagimu membayar kafarah yang telah ditetapkan oleh syariat dan wajib mengqadla’ puasa.
4. Kuperingatkan bagimu wahai para orang tua, yaitu awasi kegiatan anak-anakmu di bulan Ramadhan. Jika mereka melakukan perbuatan sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian dari muda-mudi Islam saat ini, seperti berjalan-jalan selepas shalat Shubuh, atau ngobrol di masjid dengan lawan jenisnya secara berkelompok-kelompok atau bahkan hanya berdua atau kebiasaan-kebiasaan lainnya yang melanggar syariat, maka wajib bagimu untuk menegurnya, memperingatkannya, dan mengancamnya dengan ancaman adzab yang dahsyat di sisi Rabb-nya. Berilah mereka kesibukan-kesibukan yang mendidiknya, seperti menghapal ayat-ayat Al Qur’an atau hadits-hadits Nabi atau perbuatan khair lainnya yang akan mendatangkan manfaat dan menolak madlarat. Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa menolongmu dan kita semua menuju ketaatan kepada-Nya.

Mudah-mudahan tulisan ini menjadi amal shalih yang ikhlas hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala semata dan mendatangkan manfaat bagi kita semuanya. Amin Ya Mujibas Sailin.
Wallahu A’lam Bis Shawab.

(Dikutip dari Majalah SALAFY bagian MUSLIMAH Edisi XXIII/ Ramadhan/ 1418 H/ 1998 M Rubrik Keluarga Sakinah, judul asli Bulan Ramadhan Bulan Ibadah)

Nasehat Untuk Wanita

Thursday, August 17th, 2006

asihat buat wanita muslimah yang berhias seronok
Ahad, 11 Januari 2004 - 08:31:19 :: kategori Kewanitaan
Penulis: Kitab Al Hijab (Departemen Agama Saudi Arabia)
.: :.
Kejelekan Tabarruj (berhias ala jahiliyah, seronok)

· Tabarruj adalah maksiat kepada Allah dan Rasul.

Barangsiapa yang maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya maka ia hanya akan mencelakakan dirinya sendiri dan tidak akan mencelakakan Allah sedikitpun.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
((كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الجَنَّةَ إلاَّ مَنْ أبَى ، قَالُوا : يَا رَسُولَ اللهِ وَمَنْ يَأْبَى ؟ قَالَ : مَنْ أطَاعَنِي دَخَلَ الجَنَّةَ ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أبَى))
“Semua umatku akan masuk surga kecuali orang yang menolak” Mereka bertanya: “Ya Rasulullah! Siapakah orang yang menolak itu? Beliau menjawab: “Siapa yang taat kepadaku akan masuk surga dan siapa yang maksiat kepadaku maka ia telah menolak.”

· Tabarruj menyebabkan laknat dan dijauhkan dari rahmat Allah.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalambersabda:
((سَيَكُونُ فِي آخِرِ أُمَّتِي نِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ ، عَلَى رُؤُوسِهِنَّ كَأَسْنِمَةِ البَخْتِ ، اِلْعَنُوهُنَّ فَإنَّهُنَّ مَلْعُونَاتٌ))
“Akan ada pada akhir umatku nanti wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, kepala mereka bagaikan punuk unta, laknatlah mereka karena mereka adalah wanita-wanita yang pantas dilaknat.”

· Tabarruj adalah sifat penghuni neraka.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
((صِنْفَانِ مِنْ أهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا : قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأذْنَابِ البَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ … ))
“Ada dua golongan penghuni neraka yang belum pernah saya lihat; kaum yang membawa cemeti bagai ekor sapi yang digunakan memukul menusia dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang…”

· Tabarruj penyebab hitam dan gelap di hari kiamat.

Diriwayatkan dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam, beliau bersabda:
((مَثَلُ الرَّافِلَةِ في الزِّينَةِ في غَيْرِ أهْلِهَا ، كَمَثَلِ ظُلْمَةٍ يَوْمَ القِيَامَةِ لاَ نُورَ لهَا))
“Permisalan wanita yang berhias untuk selain suaminya, adalah bagaikan kegelapan pada hari kiamat, tidak ada cahaya baginya.”
Maksudnya adalah wanita yang berlenggak-lenggok ketika berjalan dengan menarik pakaiannya, akan datang pada hari kiamat dalam keadaan hitam dan gelap, bagaikan berlenggak-lenggok dalam kegelapan. Dan hadits ini walaupun lemah, tetapi artinya benar, karena kenikmatan dalam maksiat adalah siksaan, wangi-wangian akan menjadi busuk dan cahaya menjadi kegelapan. Kebalikan dari taat, bahwa bau mulut orang yang berpuasa dan darah orang yang mati syahid lebih harum di sisi Allah dari bau minyak kasturi.”

· Tabarruj adalah kemunafikan.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalambersabda:
((خَيْرُ نِسَائِكُمُ الوَدُودُ الوَلُودُ ، المُوَاسِيَةُ ، المُوَاتِيَةُ ، إذَا اتَّقَيْنَ اللهَ، وَشَرُّ نِسَائِكُمُ المُتَبَرِّجَاتُ المُتَخَيِّلاَتُ وَهُنَّ المُنَافِقَاتُ ، لاَ يَدْخُلْنَ الجَنَّةَ إلاَّ مِثْلَ الغُرَابِ الأعْصَمِ))
“Sebaik-baik wanita kalian adalah yang memiliki kasih sayang, subur (banyak anak), suka menghibur dan siap melayani, bila mereka bertakwa kepada Allah. Dan sejelek-jelek wanita kalian adalah wanita pesolek dan penghayal mereka itu adalah wanita-wanita munafik, mereka tidak akan masuk surga kecuali seperti ghurab a’sham.”
Yang dimaksud ghurab a’sham adalah burung gagak yang memiliki cakar dan kaki merah, pertanda minimnya wanita masuk surga, karena burung gagak yang memiliki sifat seperti ini sangat jarang ditemukan.

· Tabarruj mengoyak tirai pelindung dan membuka aib.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalambersabda:
((أيَّمَا امْرَأَةٍ وَضَعَتْ ثِيَابَهَا فِي غَيْرِ بَيْتِ زَوْجِهَا، فَقَدْ هَتَكَتْ سِتْرَ مَا بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ))
“Siapa saja di antara wanita yang menanggalkan pakaian-nya di selain rumah suaminya, maka ia telah mengoyak tirai pelindung antara dirinya dan Allah Azza wa Jalla.”

· Tabarruj adalah perbuatan keji.

Wanita itu adalah aurat, dan membuka aurat adalah keji dan dibenci. Allah Shalallahu ‘alaihi wassalamberfirman:
وَإذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً قَالُوا وَجَدْنَا عَلَيْهَا آبَاءَنَا وَاللهُ أَمَرَنَا بِهَا قُلْ إنَّ اللهَ لاَ يَأْمُرُ بِالفَحْشَاءِ
“Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: “Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakan-nya.” Katakanlah: “Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji.” (Q.S. Al-A’raf: 28)
Sebenarnya setanlah yang memerintahkan manusia melakukan perbuatan keji itu, sebagaimana firman Allah:
الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالفَحْشَاءِ
“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir).” (Q.S. Al-Baqorah: 268)

· Tabarruj adalah ajaran iblis

Sesungguhnya kisah Adam dengan Iblis memberikan gambaran kepada kita bagaimana musuh Allah, Iblis itu membuka peluang untuk melakukan perbuatan dosa dan mengoyak tirai pelindung dan bahwa Tabarruj itulah tujuan asasi baginya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَا بَنِي آدَمَ لاَ يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءَاتِهِمَا
“Hai anak Adam! Janganlah kamu sekali-kali dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya.” (Q.S. Al-A’raf: 27)
Jadi iblislah yang mengajak kepada Tabarruj dan buka-bukaan. Dialah pemimpin utama bagi para pencetus apa yang dikenal dengan Tahrirul Mar’ah (pembebasan wanita).

· Tabarruj adalah jalan hidup orang-orang Yahudi.

Orang-orang Yahudi memiliki peran yang sangat besar dalam menghancurkan umat ini melalui wanita, dan kaum wanita sejak dulu memiliki pengalaman di bidang ini, di mana Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalambersabda:
((فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ ، فَإنَّ أوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إسْرَائِيلَ كَانَتْ في النِّسَاءِ))
“Takutlah pada dunia dan takutlah pada wanita karena fitnah pertama pada Bani Israel adalah pada wanita.”

· Tabarruj adalah Jahiliyah busuk.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلاَ تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الجَاهِلِيَّةِ الأُولَى
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah.” (Q.S. Al-Ahzab: 33)

Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam telah menyifati ajakan Jahiliyah sebagai ajakan busuk dan kotor. Jadi ajakan Jahiliyah adalah saudara kandung Tabarruj Jahiliyah. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
((كُلُّ شَيْءٍ مِنْ أمْرِ الجَاهِلِيَّةِ مَوْضُوعٌ تَحْتَ قَدَمِي))
“Semua yang merupakan perkara Jahiliyah tersimpan di bawah telapak kakiku.”
Baik itu bernama Tabarruj Jahiliyah, ajakan Jahiliyah ataupun kesombongan Jahiliyah.

· Tabarruj adalah keterbelakangan.

Buka-bukaan dan telanjang adalah fitrah hewan ternak, tidak seorangpun yang condong kepadanya kecuali dia akan terperosok jatuh ke derajat yang paling rendah dari pada derajat manusia yang telah dimuliakan Allah. Dari sini nampaklah bahwa Tabarruj adalah tanda kerusakan fitrah, ketiadaan ghirah dan mati rasa:

Anda mengangkat baju hingga lutut

Demi Tuhanmu, sungai apa yang akan anda seberangi

Baju itu bagaikan naungan di waktu pagi

Yang semakin pendek, waktu demi waktu

Anda mengira bahwa laki-laki itu tidak memiliki perasaan

Padahal anda sendiri yang mungkin tidak punya perasaan

· Tabarruj adalah pintu adzab yang merata.

Seseorang yang memperhatikan nash-nash syare’at dan sejarah (Islam) akan meyakini adanya kerusakan yang ditimbulkan oleh Tabarruj dan bahayanya atas agama dan dunia, apalagi bila diperparah dengan Ikhtilath (percampurbauran antara laki-laki dan wanita).

Akibat dan bahaya Tabarruj
yang menakutkan

Wanita-wanita yang melakukan Tabarruj berlomba-lomba menggunakan perhiasan yang diharamkan untuk menarik perhatian kepadanya. Sesuatu yang justru akan merusak akhlak dan harta serta menjadikan wanita sebagai barang hina yang diperjualbelikan, dan di antara bahayanya adalah:
1. Rusaknya akhlak kaum lelaki khususnya para pemuda yang terdorong melakukan zina yang diharamkan ini.
2. Memperdagangkan wanita sebagai sarana promosi atau untuk meningkatkan usaha perdagangan dan sebagainya.
3. Mencelakakan diri wanita sendiri, karena Tabarruj itu menunjukkan niat jelek dari apa yang ia suguhkan untuk menggoda orang-orang jahat dan bodoh.
4. Tersebarnya penyakit, seperti sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam :
(( لَمْ تَظْهَرِ الفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إلاَّ فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالأوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ فِي أسْلاَفِهِمُ الَّذِينَ مَضَوْا ))
“Tidaklah suatu perbuatan zina itu nampak pada suatu kaum hingga mereka mengumumkannya kecuali akan tersebar di antara mereka penyakit menular dan penyakit-penyakit lain yang belum pernah ada pada orang-orang dulu.”
5. Mempermudah mata melakukan maksiat, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalambersabda: “Kedua mata zinanya adalah melihat.” Serta menyulitkan ketaatan ghadhul bashar (menundukkan pandangan) yang merupakan sesuatu yang lebih berbahaya dari ledakan bom atom dan gempa bumi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu dengan sehancur-hancurnya.” (Q.S. Al-Isra’: 16)

Dalam hadits juga disebutkan:
((إنَّ النَّاسَ إذَا رَأَوْا المُنْكَرَ فَلَمْ يُغَيِّرُوهُ أوْشَكَ أنْ يَعُمَّهُمُ اللهُ بِعَذَابٍ))
“Sesungguhnya manusia bila melihat kemungkaran dan tidak merubahnya, dikhawatirkan Allah akan menimpakan mereka adzab.”

Wahai ukhti muslimah! Tidakkah anda memperhatikan hadits nabi : “Buanglah duri dari jalan kaum muslimin.” Dan bila membuang duri dari jalan termasuk cabang iman, maka duri manakah yang lebih berat, batu di jalan atau fitnah yang merusak hati, menerbangkan akal dan menyebarkan kekejian di antara orang-orang mu’min.
Sesungguhnya tidaklah seorang lelaki muslim terkena fitnah pada hari ini karena anda yang telah memalingkannya dari mengingat Allah dan menghalanginya dari jalan yang lurus -padahal anda sanggup mencegahnya dari fitnah itu- kecuali di hari esok nanti Allah akan menghukum anda dengan adzab yang sangat pedih.

Segeralah taat kepada Allah, tinggalkan kritikan dan ejekan manusia, karena perhitungan Allah kelak sangat ketat.

(Dinukil dari kitab : الحجاب Al Hijab. Penebit: Darul Qosim دار القاسم للنشر والتوزيع P.O. Box 6373 Riyadh 11442)
Cetak

Fatwa Libanon

Monday, August 14th, 2006

Fatwa Para Ulama dalam menyikapi krisis Libanon (Bag. I)
Dikirim oleh webmaster, Sabtu 12 Agustus 2006, kategori Fatwa-Fatwa
Penulis: Al-‘Allamah Asy Syaikh Rabi’ Bin Hadi Al-Madkhali
.: :.
Beliau ditanya: “Apa pendapat Anda wahai Syaikh yang mulia tentang berbagai keadaan genting (krisis) di Libanon, Irak, Palestina? Jazakumullah khairan.”

Jawaban:
“Demi Allah, kami berpandangan bahwa jihad tetap tegak sampai hari kiamat dan merupakan perkara yang wajib dilakukan oleh umat ini. Namun umat (Islam) ini telah melalaikan banyak perkara agama, diantaranya adalah jihad itu sendiri, sehingga Allah memberikan kekuatan kepada musuh-musuh untuk menguasai mereka.

إذا تبايعتم بالعينة وأخذتم أذناب البقر ورضيتم بالزرع وتركتم الجهاد في سبيل الله- ليس في سبيل الرفض والبدع والخرافات!- سلط الله عليكم ذلاً لا ينزعه حتى ترجعوا إلى دينكم
“Jika kalian berjual beli dengan cara ‘inah [1 ] dan kalian mengambil ekor-ekor sapi (beternak) serta kalian senang dengan bercocok tanam dan kalian meninggalkan jihad di jalan Allah Azza Wajalla –bukan di atas jalannya kaum Rafidhah, bid’ah dan khurafat- maka Allah akan mencampakkan kehinaan pada diri kalian. Dan Dia (Allah) tidak akan mencabut kehinaan itu sampai kalian kembali kepada agama kalian.”

Maka langkah yang paling pertama untuk menuju kemuliaan dan keluar dari kehinaan dan kerendahan adalah kembali kepada agama Allah. Ini langkah pertama dan bukan kembali kepada agamanya kaum Rafidhah yang ekstrim, yang mengkafirkan para shahabat lalu mengangkat bendera jihad!

Mereka tidak kembali kepada agama, namun justru memerangi agama dan orang-orang yang komitmen dengannya!
Bagaimana mungkin ini akan mendapatkan pertolongan!? Bagaimana mungkin ini dikatakan sebagai jihad di jalan Allah ?!
Jihad haruslah dilakukan untuk menegakkan kalimat Allah.Terkadang seseorang terbunuh dalam berjihad, namun dia masuk neraka disebabkan karena dia tidak melakukannya dengan niat untuk menegakkan kalimat Allah Tabaraka wa Ta’ala.
من قاتل لتكون كلمة الله هي العليا فهو في سبيل الله
“Barangsiapa yang berperang untuk meninggikan kalimat Allah, maka itulah fi sabilillah”.

الرجل يقاتل شجاعة ويقاتل حمية ويقاتل رياء فأي ذلك في سبيل الله قال من قاتل لتكون كلمة الله هي العليا فهو في سبيل الله
“Seseorang ada yang berperang karena modal keberanian semata, ada orang yang berperang karena semangat saja, ada yang berperang karena untuk mendapatkan pujian di mata manusia, yang manakah di jalan Allah? Maka beliau menjawab:
“Barangsiapa yang berperang untuk meninggikan kalimat Allah, maka itulah fi sabilillah (di jalan Allah) Ta’ala”.

Maka sebelum melakukan segala sesuatu, wajib bagi kaum muslimin untuk membenahi berbagai keadaan mereka dan kembali kepada agama yang telah dibawa oleh Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Serta kembali di atas petunjuk orang-orang yang telah bersungguh-sungguh dalam menyebarkan agama ini, yaitu para shahabat yang mulia, yang menyebarkan agama, berupa amalan-amalan yang shalih dan syi’ar-syi’ar Islam yang benar .Inilah yang dilakukan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam dalam berjihad yaitu untuk meninggikan kalimat-Nya.

Sekarang saya bertanya kepada kalian : “Bendera yang ada di Libanon,yaitu bendera yang diangkat oleh Hizbullah, apakah bendera yang berhak dikatakan bahwa itu merupakan bendera di jalan Allah?! Apakah dikatakan bahwa itu jihad di jalan Allah ?! Sementara mereka (Hizbullah yang termasuk beragama Syi’ah Rafidlah, red) mengkafirkan para shahabat Muhammad - Shallallahu ‘alaihi wassalam - dan mempermainkan al-Qur’an dan merubahnya - dengan perubahan yang tidak pernah dilakukan oleh orang-orang Yahudi sekalipun - !?

Kalian belum pernah membaca tentang kaum Rafidhah ? Bagi siapa yang membaca tentangnya, dia akan mendapati bahwa mereka lebih parah dalam melakukan perubahan terhadap agama Allah Ta’ala dibanding kaum Yahudi dan Nashara.
Demi Allah, kami ingin berjihad namun dengan jihad yang benar. Maka wajib bagi umat ini untuk kembali kepada agamanya, kemudian setelah itu melakukan persiapan:

وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu “ (QS Al Anfal:60).

Sekarang ini, kelompok Hizbullah berperang semenjak tiga pekan yang lalu, tidak ada yang terbunuh dari mereka melainkan hanya delapan orang. Sementara yang terbunuh dari rakyat Libanon hampir mencapai seribu! Dan yang terusir dari mereka berjumlah ribuan, fasilitas-fasilitas umum mereka dihancurkan! Apakah ini yang dikatakan jihad yang dikehendaki Allah?!

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam berjihad di Badar, di Uhud, di Khandaq dan ditempat lainnya, tidak satupun anak kecil yang terbunuh! Dan tidak satupun wanita yang terbunuh! Namun mereka ini (Hizbullah, red) menyusup dalam barisan para wanita dan anak-anak kecil, lalu datanglah berbagai serangan yang diarahkan (oleh Yahudi kafir, red) kepada mereka yang patut dikasihani. Apakah ini jihad?!

Sekarang ini Yahudi telah menguasai daerah yang luas dan besar, ada dua puluh kampung di Libanon. Apakah ini jihad? Apakah ini yang dimaksudkan?
Apakah kita berjihad agar wanita dan anak-anak kaum muslimin dibunuh, yayasan-yayasan mereka dihancurkan! Lalu ini yang dikatakan hasil dari jihad itu!
Inilah jihad ‘akrobatik’. Inilah adalah jihad model Rafidhah! Maka wajib bagi kaum muslimin untuk berfikir dan kembali kepada agama mereka, sebelum melakukan segala sesuatu. Lalu setelah itu, mereka berjihad dengan tujuan meninggikan kalimat Allah.

Sesungguhnya kita lebih mengimani tentang syari’at jihad dibanding mereka ini yang merupakan para pendusta yang hanya mengaku saja! Kami mengimaninya akan tetapi kami mengatakan kepada kaum muslimin : “Kembalilah kepada agama ini, bekali diri kalian untuk persiapan jihad dan mendapat pertolongan dari Allah Ta’ala. Sebab kalian tidak mungkin mendapatkan pertolongan dari Allah Ta’ala, kecuali jika kalian berperang dengan tujuan untuk meninggikan kalimat Allah dan kalian berada di atas agama yang benar.

Namun apa yang terjadi di Iraq? Berapa banyak kaum muslimin yang telah dibunuh oleh kaum Rafidhah!? Lebih dari seratus ribu jiwa atau lebih yang mereka sembelih dari kalangan para wanita, anak-anak, mereka usir, mereka merusak rumah-rumah, masjid-masjid dan menginjak-injak mushaf-mushaf! Dan berbagai kelakuan lainnya yang –demi Allah- tidak dilakukan oleh orang-orang Yahudi! Dan tatkala mereka melakukan berbagai tindakan kekejian ini semua, lalu mereka pun membuka front (di Libanon), mereka menertawai Ahlus Sunnah dan bergembira atas apa yang menimpa mereka.

Apakah kalian menangisi Ahlus Sunnah dari penduduk Irak - dalam keadaan mereka disembelih, diusir, ratusan masjid-masjid mereka dirusak ?! Mungkin mencapai seratus ribu jiwa atau lebih yang terbunuh dari mereka!
Apakah mereka (kaum Rafidhah) menangisi kematian kalian?! Apakah mereka mengangkat suara buat kalian?! Sama sekali tidak, sama sekali tidak!

Maka tatkala si Rafidhi - yang beraliran kebatinan ini dating - banyak yang berpandangan bahwa dia mengangkat bendera jihad dan yang akan memimpin umat menuju kemuliaan dan pertolongan. Ini merupakan keberuntungan besar - diantara keberuntungan kaum Rafidhah- ! Sekarang ini umat Islam bersorak dan bertepuk tangan untuk mereka!!! Dan inilah yang diinginkan oleh kaum Rafidhah. Dimana dia (pimpinan Hizbullah) ini sekarang? Sekarang dimana panglima ini berada?!
(Ketauhilah) Dia ada di tempat persembunyian, dia dan kelompoknya ada di tempat persembunyiannya! Sementara kehancuran dan kebinasaan menimpa rakyat jelata Libanon ! Penyembelihan (terhadap kaum muslimin Ahlus Sunnah) masih saja berlanjut di Irak! Darah kaum muslimin di Irak sangatlah murah, tidak sepantasnya disebut-sebut (dianggap berharga) menurut mereka!

Bahkan darah seluruh kaum muslimin dan harta mereka adalah halal menurut kaum Rafidhah, sebab mereka menganggapnya kafir! Inilah hukum yang mereka terapkan!.
Lalu dimana kita meletakkan akal kita? Sekarang ini kebanyakan yang membimbing kaum muslimin adalah orang-orang yang jahil dan bodoh! Tokoh-tokoh yang jahil sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam ! Orang jahil (bodoh) yang berpenampilan sebagai ‘alim (pandai) dan tidak mengetahui hakekat Islam! Tidak mengetahui kekufuran, penyimpangan dan perbuatan zindiq yang dimiliki kaum Rafidhah.

Telitilah kitab tafsir - dari kitab-kitab tafsir yang dimiliki Rafidhah- , mulai dari surah Al-Fatihah, perhatikan perubahan yang mereka lakukan, dimana orang Yahudi pun merasa malu darinya!
((الصراط المستقيم)) “Jalan yang lurus”, maknanya Ali radhiallahu anhu!
((غير المغضوب)) “Bukan jalan orang-orang yang dimurkai”, maknanya adalah jalan Abu Bakar, Umar dan Utsman –radhiallahu anhum-!
((ألم. ذلك الكتاب لا ريب فيه هدى للمتقين)) “Alif Laam Mim. Itulah kitab yang tidak ada keraguan didalamnya sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa”, makna orang-orang yang bertaqwa dalah pengikut Ali radhiallahu anhu (maksudnya kaum Rafidhah)!

Dunia, Akhirat, Surga, semuanya milik Ali radhiallahu anhu dan para pengikutnya (maksudnya Rafidhah)!.
(( إن الله لا يستحيي لأن يضرب مثلا ما بعوضة فما فوقها)) “Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu”, mereka mengatakan: yang dimaksud nyamuk adalah Ali radhiallahu anhu, sedangkan yang lebih rendah adalah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam. Yaitu Ali radhiallahu anhu kadang-kadang dianggap seperti nyamuk oleh mereka. Ini termasuk perbuatan zindiq dan cercaan mereka terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam.

Kadang-kadang mereka menganggap Ali radhiallahu anhu sebagai binatang melata, yang melata di muka bumi. Dan dia sebagai bintang, dia sebagai matahari, dia adalah langit sedangkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam sebagai buah Tin dan Ali radhiallahu anhu sebagai buah Zaitun, para Imam (mereka) sebagai bukit Sinai. Ayat-ayat Al-Qur’an dan tanda-tanda kekuasaan alam seluruhnya yang dimaksud adalah para Imam mereka! Sedangkan tanda-tanda kemunafikan, kekufuran, siksaan, ayat-ayat celaan dan ancaman semuanya diterapkan kepada para shahabat .Abu Bakar –radhiallahu anhu- disiksa dengan siksaan yang paling keras, seperti Iblis. Dan Umar adalah setan di tempat manapun disebutkan dalam Al-Qur’an.

Ayat-ayat tentang hari Kebangkitan dan hari Pembalasan, menurut mereka yang dimaksud adalah keluarnya sang penegak hukum (Imam Mahdi, pen)! Berbagai macam penyelewengan yang tak terhitung banyaknya dalam kitab Allah dan berbagai kedustaan terhadap Ali radhiallahu anhu dan Ahlul Bait yang tak terhitung banyaknya!

Semua yang menjelaskan tanda kekuasaan maksudnya adalah Ahlul Bait, engkau tidak membaca satu ayat pun dalam Al-Qur’an, baik ayat Kauniyyah maupun ayat Syar’iyyah melainkan mereka menyelewengkannya. Ayat-ayat tentang Tauhid mereka rubah menuju kepada kesesatan mereka!.
(( وقال الله لا تتخذوا إلهين اثنين)) “ِAllah berfirman: Janganlah kalian menjadikan dua sesembahan.” Ayat ini (sebenarnya) mengajak kepada Tauhid dan memberi peringatan dari kesyirikan. (Namun) mereka mengatakan: “Janganlah kalian mengangkat dua Imam!”
Ayat-ayat Tauhid mereka tidak jelaskan, bahkan menghindar darinya! Kalaupun jika mereka menjelaskannya, maka mereka merubahnya. Mereka tidak menyisakan sesuatu dari ayat tersebut melainkan mereka merubahnya!

Mereka adalah musuh-musuh Islam, cukuplah bagi mereka sejarah hitam mereka yang selalu bersama Yahudi dan Nashara. Merekalah yang membawa pasukan Tartar dan menyembelih puluhan ribu, bahkan mungkin sejuta atau bahkan lebih!
Merekalah yang meruntuhkan khilafah Abbasiyyah! Dalam perang di Afghanistan, sebagai negara tetangga mereka, mereka (kaum Syiah Rafidlah Iran) tidak ikut serta bersama kaum muslimin sedikitpun!!! Tidak di dalam Afghanistan dan tidak pula di luarnya.

Tatkala Amerika datang ke Afghanistan untuk menjatuhkan kekuasaan Taliban, maka mereka menjadi tameng terkuat bersama Amerika dalam memerangi kaum muslimin. Merekalah yang turut mendatangkan Amerika dan sekutunya ke Irak. Mereka menambah kekuatan bersamanya untuk menyembelih kaum muslimin. Apakah ini Islam yang kita berjihad untuknya?

Kaum Rafidhah ini lebih berbahaya dari Yahudi dan Nashara, dan apa yang menimpa kaum muslimin melalui tangan Rafidhah lebih berbahaya dari apa yang menimpa kaum muslimin melalui tangan Yahudi dan Nashara. Pahamilah perkara ini, adapun mereka yang (tertipu). Apakah mereka disesatkan ataukah mereka orang-orang yang tidak mengetahui ?!.

Apakah ini pertolongan Allah? Apa yang telah dilakukan terhadap Ahlus Sunnah di Irak?! Apakah pernah engkau membimbing dengan satu ucapan untuk menasehati keluarga dan kaummu tentang kaum Rafidhah Bathiniyyah untuk menyeru agar mereka menahan diri (dari menyiksa) kaum muslimin?!

Demi Allah, saya yakin bahwa mereka tidaklah melakukan ini melainkan untuk mempermainkan kaum muslimin dan menertawai mereka. Allah Maha mengetahui apa tujuan mereka di belakang semua ini!

Jangan kalian membenarkan perselisihan mereka dengan Amerika! Ini semua dusta. Berapa banyak pembicaraan seputar pembuatan sel (instalasi) nuklir yang ada di Iran? Apakah tujuan mereka dengan menyimpan bahan nuklir tersebut, apakah untuk memerangi kaum Yahudi? Mereka pendusta!

Iran selalu mengumumkan hal ini semenjak 70 tahun yang lalu, sementara kaum muslimin memerangi Yahudi dalam berbagai peperangan. Sudah berapa banyak mereka (kaum muslimin) mengikuti peperangan, menyumbangkan harta, turut berperan serta. Sementara Iran menghilang (tidak turun serta) ! Sekarang mereka bersorak dan menghendaki kaum muslimin memasuki pertempuran sedangkan mereka menghilang. Belum berhenti satu peperangan hingga dibuka kembali peperangan yang baru.

Perencanaan pembuatan sel (instalasi) nuklir tersebut tidaklah dipersiapkan melainkan untuk negara-negara Teluk! Kaum muslimin harus memahami hal ini. Perhatikanlah perkara-perkara ini. Apakah dengan seperti ini lalu aku menganggapnya sebagai jihad di jalan Allah? Sama sekali tidak! (dengan sebab):
Pertama: Aqidah mereka jelas, sebagaimana yang telah kami sebutkan sebagiannya.
Kedua: Jihad merekapun jelas, dimana mereka bersembunyi di gua-gua, menyusup di rumah-rumah dan gedung-gedung! Allah Ta’ala lebih mengetahui, mungkin saja mereka mengutus Yahudi untuk menyerang tempat tersebut! Saya tidak menganggap mustahil hal tersebut! Sadarlah kalian terhadap makar dan tipu daya kaum Rafidhah.

Demi Allah mereka menertawai Ahlus Sunnah, mereka memiliki orang-orang, di negeri Arab dan negeri-negeri Islam yang bekerja untuk mereka, guna menjembatani tersebarnya keyakinan Rafidhah di seluruh dunia Islam.

Sekarang dakwah mereka tersebar di dunia Islam, di bagian Asia Timur mereka memiliki Ma’had, sekolah, para da’i di negara-negara Afrika. Telah berlalu waktu dimana mereka tidak pernah bermimpi untuk mendapatkan ini semua. Hingga datangnya sebagian kelompok yang berkhianat, lalu membukakan jalan bagi mereka dan memberi kesempatan kepada mereka untuk menyebarkannya di dunia Islam.

Sekarang merekapun menertawakan kaum muslimin. Tangan mereka masih berlumuran darah kaum Muslimin di Iraq, lalu bersamaan dengan itu mereka ingin agar kita membantu mereka?!

Sementara musibahnya menimpa rakyat Libanon dan rakyat Palestina. Lalu apa kerugian yang dialami kaum Rafidhah dalam semua peperangan ini?! (Tidak ada!!-pen)

Baik di Palestina, di Afghanistan dan selainnya dari semenjak 70 tahun yang lalu hingga sekarang? Apa yang telah diperbuat oleh para pendusta ini?!”

“Pada masa ini telah banyak berbagai kejadian yang mengerikan yang menimpa kaum muslimin, disebabkan karena serangan dari musuh-musuh Allah dari segala arah. Perang di Afghanistan, perang di Irak, perang di Palestina, perang di Libanon. Namun yang kita dengar dan yang kita baca dari para penulis berita, yakni semua hujatan ditumpahkan kepada musuh-musuh Allah tersebut. Yakni dengan menyatakan kekejian perbuatan mereka dan mengecam apa yang mereka perbuat.

Tentu hal ini adalah perkara yang tidak diragukan lagi. Namun apakah musuh yang kafir tersebut akan menahan diri dari perbuatannya dengan berbagai kecaman tersebut? Orang-orang kafir, sejak dulu kala selalu menghendaki agar Islam dihapuskan dari permukaan (bumi). Sebagaimana firman Allah:
وَلاَ يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىَ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُواْ

(Yang artinya ) : “Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. (QS Al-Baqarah:217)

Akan tetapi permasalahannya adalah apa yang telah disiapkan oleh kaum muslimin untuk menghadapi mereka dan mencegah sikap brutal mereka? Sesungguhnya yang wajib atas mereka (diantaranya) :
- Pertama: melihat kenyataan kaum muslimin dalam pengamalan agamanya. Sesungguhnya apa yang menimpa mereka hanyalah disebabkan karena mereka melalaikan agamanya. Dalam sebuah atsar: “Jika orang yang mengenal-Ku berbuat maksiat kepada-Ku, maka Aku akan menjadikan orang yang tidak mengenal-Ku untuk menguasainya.” Apa yang telah menimpa Bani Israil disaat mereka meninggalkan agama mereka dan membuat kerusakan di muka bumi ? Maka Allah menjadikan orang-orang kafir Majusi menguasai mereka sehingga merekapun memporak-porandakan isi kampung-kampung mereka - sebagaimana yang Allah sebutkan di awal surat Al-Isra’. Dan Allah mengancam mereka apabila mereka kembali tetap dalam keadaan demikian, maka Allah akan mengembalikan kesengsaraan tersebut kepada mereka. Maka kita harus mengoreksi kondisi kita, lantas mengkoreksi apakah ada kekeliruan dalam menjalankan agama kita. Sebab ketetapan dari Allah (Sunnatullah) tidaklah berubah. Sungguh Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلاَ مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِ مِن وَالٍ
(Yang artinya ) : “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS Ar-Ra’d: 11)
- Kedua: hendaklah kita melakukan persiapan untuk menghadapi musuh kita, sebagaimana firman Allah Ta’ala:
وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لاَ تَعْلَمُونَهُمُ اللّهُ يَعْلَمُهُمْ
(Yang artinya ) : “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan yang kamu mampu dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. (QS Al-Anfal:60)
Yaitu dengan cara pembentukan pasukan dan persenjataan yang layak dan kekuatan yang dapat menaklukkan mereka.
- Ketiga: menyatukan kalimat kaum muslimin diatas aqidah, Tauhid dan menegakkan hukum Syari’at, serta komitmen dengan Islam dalam setiap perkara kita, baik dalam perkara mu’amalah, akhlaq, berhukum dengan Kitabullah (Al Qur’an), melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar disertai mengajak kepada jalan Allah dengan ilmu dan penjelasan serta ikhlas. Allah Ta’ala berfirman:

وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْ

(Yang artinya ) : “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai berai.” (QS Ali Imran: 103)

Dan firman-Nya:

وَلاَ تَنَازَعُواْ فَتَفْشَلُواْ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُواْ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

(Yang artinya ) : “Janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS Al-Anfal :46)

Dan tidaklah mungkin terjadi persatuan bila berbeda dalam hal aqidah dan berbeda pula dalam maksud dan tujuan. Sampai aqidahnya benar dan tujuan disatukan yaitu untuk menolong kebenaran dan untuk meninggikan kalimat Allah. Alangkah baiknya jika para khatib, para pemberi nasehat mengkonsentrasikan khutbah dan nasehat mereka dalam perkara-perkara ini. Disamping mengecam perbuatan musuh yang melampaui batas, menjelaskan tujuan-tujuan busuk mereka.

Sesungguhnya musuh Allah tersebut tidaklah memaksudkan untuk melemahkan kaum muslimin dan merampas kekayaan mereka (muslimin) saja. Namun maksud utama mereka adalah merusak aqidah kaum muslimin dan memalingkannya dari agama mereka, sampai mereka berhasil mengikis habis hingga ke akar-akarnya. Ini yang ingin aku peringatkan berkenaan tentang menyikapi krisis yang menimpa ini.

Allah senantiasa mengatakan kebenaran dan membimbing ke jalan yang lurus. Shalawat serta salam Allah kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya dan para shahabatnya.”

Transkrip asli dalam bahasa Arab :
————————————————————————————————————
كلام الشيخ ربيع المدخلي– حفظه الله- حول الأوضاع الراهنة في لبنان والعراق وفلسطين.
………………………………………………….
سؤال: ما رأي فضيلتكم في الأوضاع الراهنة في لبنان والعراق وفلسطين وجزاكم الله خيراً؟
الجواب: والله نحن نرى أن الجهاد قائم إلى يوم القيامة، وواجب على هذه الأمة ولكن هذه الأمة ضيعت أموراً كثيرة، ومنها الجهاد فسلط الله عليهم الأعداء!
(إذا تبايعتم بالعينة وأخذتم أذناب البقر ورضيتم بالزرع وتركتم الجهاد في سبيل الله- ليس في سبيل الرفض والبدع والخرافات!- سلط الله عليكم ذلاً لا ينزعه حتى ترجعوا إلى دينكم).
أول خطوة إلى العزة والخروج من الذل والهوان هو الرجوع إلى دين الله.
هذه الخطوة الأولى، وليس الرجوع إلى الدين الرافضي الغالي المكفِّر للصحابة يرفع راية الجهاد! هو لم يرجع إلى الدين! بل يحارب الدين ويحارب أهله!
كيف ينتصر هذا؟! كيف يكون هذا جهادا في سبيل الله ؟!
فالجهاد لابد أن يكون لإعلاء كلمة الله، قد يقتل في الجهاد ويدخل النار لإنه ما يريد إعلاء كلمة الله -تبارك وتعالى-.
من قاتل لتكون كلمة الله هي العليا فهو في سبيل الله (الرجل يقاتل شجاعة ويقاتل حمية ويقاتل رياء فأي ذلك في سبيل الله قال من قاتل لتكون كلمة الله هي العليا فهو في سبيل الله).
فعلى المسلمين قبل كل شيء أن يصححوا أوضاعهم، ويرجعوا إلى الدين الذي كان عليه محمد عليه الصلاة والسلام، والذي جاهد في نشره هو وأصحابه الكرام هذا الدين من التوحيد ومن الأعمال الصالحة وشعائر الإسلام الصحيحة هذا الذي جاهد رسول الله لإعلائه .
أنا أسألكم الآن : هذه الراية التي في لبنان راية والتي يرفعها حزب الله هل هي راية تستحق أن يطلق عليها أنها راية في سبيل الله ؟!
ويطلق عليها أنها جهاد في سبيل الله! وهم يكفرون أصحاب محمد ويعبثون بالقرآن ويحرفونه تحريفاً لم يلحقهم فيه اليهود؟!
أنتم لم تقرؤا للرافضة! الذي يقرأ يجد أنهم أشد تحريفا لدين الله من اليهود والنصارى!.
والله نحن نريد الجهاد لكن الجهاد، الصحيح فعلى الأمة أن ترجع إلى الدين ثم تعد العدة {وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ }الأنفال:60
الآن حزب الله يقاتل من ثلاثة أسابيع ما قتل منهم إلا ثمانية وقتل من الشعب اللبناني قرابة الألف! وشرد منهم الألوف ودمرت مؤسساتهم! أهذا هو الجهاد الذي يريده الله؟!
الرسول صلى الله عليه وسلم جاهد في بدر، في أحد، في الخندق، في غيرها ما قتل طفل واحد ! ولا قتلت امرأة واحدة!
هؤلاء يندسون في صفوف النساء والأطفال وتجيء الضربات على هؤلاء المساكين أهذا جهاد بالجهاد؟!
الآن اليهود احتلوا مسافات كثيرة عشرين قرية من لبنان أهذا هو الجهاد؟! أهذا هو المقصود؟!
نجاهد ليقتل نساء المسلمين وأطفالهم وتدمَّر مؤسساتهم! وتكون هذه هي النتيجة !
هذا جهاد بهلواني! جهاد رافضي! يجب على المسلمين أن يتعقلوا وأن يرجعوا إلى دينهم قبل كل شيء، ثم بعد ذلك يجاهدون لإعلاء كلمة الله.
نحن نؤمن بالجهاد أكثر من هؤلاء الكذابين الأدعياء! نؤمن به لكن نقول للمسلمين ارجعوا أهّلوا أنفسكم للجهاد والنصر.
لأنكم لا تستحقون النصر من الله إلا إذا قاتلتم لإعلاء كلمة الله وكنتم على الدين الصحيح.
ثم ماذا جرى في العراق كم قتل الروافض من المسلمين أهل السنة؟!
أكثر من مائة ألف يذبحون النساء والأطفال ويشردونهم ويخربون بيوتهم ويخربون مساجدهم ويدوسون على مصاحفهم! ويفعلون أفاعيل والله لا يفعلها اليهود!
ولما ارتكبوا الجرائم هذه كلها فتحوا الجبهة هذه ، يضحكون على أهل السنة ثم يطبّلون لهم
هل بكيتم على أهل العراق أهل السنة وهم يذبحون ويشردون وتخرب المئات من مساجدهم ؟! يمكن مائة ألف أو أكثر قتل منهم!
هل قطرت لكم دمعة ؟!
هل ارتفع لكم صوت؟! لا شيء لا شيء!
ولما جاء هذا الرافضي الباطني تصور الكثير أنه رافع راية الجهاد وقائد الأمة إلى العزة والنصر .
هذا مكسب عظيم من مكاسب الروافض! أن الأمة تهتف وتصفق له الآن! هذا الذي يريده الروافض.
أين هو الآن؟ أين هذا القائد الآن ؟!
هو في مخبأ هو وجماعته في المخابئ!والدمار والهلاك ينزل بالشعب اللبناني المسكين!
والمذابح لا تزال مستمرة في العراق! فالمسلمون دمائهم رخيصة في العراق لا تستحق أن تذكر عند هؤلاء! بل دماء جميع المسلمين وأموالهم حلال عند الروافض لأنهم كفار فهذا حكمهم! أين العقول؟!
الآن الذي يقود الناس أكثرهم جهلاء وسفهاء!
رؤوس جهال كما قال الرسول الكريم عليه الصلاة والسلام!
متعالم جاهل لا يعرف حقيقة الإسلام! ولا يعرف ماذا عند الروافض من الكفر والإلحاد والزندقة!
اقرؤا: أي تفسير من تفاسير الروافض وابدؤا من الفاتحة وانظر إلى التحريف الذي يخجل منه اليهود!
(الصراط المستقيم) : على-رضي الله عنه-!
(المغضوب عليهم) : أبو بكر وعمر وعثمان –رضى الله عنهم-!
( ألم ذلك الكتاب لا ريب فيه): الكتاب على –رضي الله عنه-!
(هدى للمتقين) : المتقين هم شيعته!
الدنيا والآخرة والجنة كلها لعلي –رضي الله عنه- وشيعته!
يعني علي –رضي الله عنه - أحيانا عندهم بعوضة!
(إِنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَحْيِي أَن يَضْرِبَ مَثَلاً مَّا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا): قالوا البعوضة : علي – رضي الله عنه - فما فوقها محمد صلى الله عليه وسلم وهذه من زندقتهم وطعنهم في على ورسول الله صلى الله عليه وسلم .
وعلي-رضي الله عنه- أحيانا الدابة :دابة الأرض وهو النجم وهو الشمس وهو السماء ورسول الله صلى الله عليه وسلم التين وعلى – رضي الله عنه الزيتون- والأئمة طور سينين والآيات القرآنية والكونية كلها المراد بها الأئمة وآيات النفاق والكفر والعذاب وآيات الذم والوعيد كلها تنزل على الصحابة وأبوبكر يعذب ضعف عذاب إبليس وعمر هو الشيطان أينما ورد في القرآن .
وآيات البعث والجزاء المراد بها عندهم خروج القائم! وتحريفات لا تحصى لكتاب الله، وأكاذيب على علي –رضي الله عنه- وأهل البيت لا تحصى!
والآيات أهل البيت ما تقرأ آية في القرآن؛ آية كونية أو آية شرعية إلا حرفوها
آيات التوحيد حرفوها لضلالهم!
(وَقَالَ اللّهُ لاَ تَتَّخِذُواْ إِلـهَيْنِ اثْنَيْنِ) هذه تدعو إلى التوحيد وتحذير من الشرك قالوا لا تتخذ إمامين!
آيات التوحيد لا يشرحونها بل يهربون منها! وإذا تناولوها حرفوها ما تركوا شيء إلا حرفوه!
هؤلاء أعداء الإسلام يكفيهم أنهم تأريخهم أسود دائما مع النصارى واليهود
والله أعلم أن هذه لعبة بينهم وبين واليهود والنصارى.
هم الذين جاؤا بالتتار وذبحوا الألوف المؤلفة ممكن مليون أو أكثر!
وأسقطوا الخلافة العباسية! وفي الحرب الأفغانية بجوارهم ما شاركوا المسلمين بشيء لا في داخل أفغانستان ولا في خارجه.
ولما جاء الأمريكان لإسقاط طالبان كانوا أقوى درع مع الأمريكان ضد المسلمين وهم الذين جاؤا بالأمريكان ودول التحالف للعراق.
وتقووا بهم وشرعوا في تذبيح المسلمين أهذا هو الإسلام الذي نجاهد من أجله؟!
هو الرفض الذي هو أخطر من اليهودية والنصرانية، والذي نزل بالمسلمين عن طريق الرفض أشد وأنكي مما نزل بالمسلمين عن طريق اليهود والنصارى.
افهموا هذه الأشياء وهؤلاء المضللون إما مضللون وأما أغبياء ؟!
هذا نصر الله ماذا عمل لأهل السنة في العراق؟! هل وجهت كلمة واحدة تنصح عشيرتك وقومك الروافض الباطنية أن يكفوا أيديهم عن المسلمين؟!
والله أنا أعتقد أنهم ما عملوا هذا إلا تلهيةً للمسلمين وضحكا عليهم والله أعلم ما عندهم من أهداف من وراء هذا!
لا تصدقوهم في خلافهم مع أمريكا! هذا كله كذب، كم الآن من الكلام حول الملف النووي الإيراني؟!
الملف النووي ما هو هذا البرنامج؟! هل سيحارب به اليهود؟! كذابون!.
إيران تدندن من سبعين سنة! المسلمون مع اليهود في معارك وكم دخلوا من الحروب، وكم قدموا من الأموال، وكم قدموا من الأعمال، وإيران تتفرج!
والآن تتطبّل وتريد من المسلمون أن يدخلوا في الحرب وهي تتفرج! وما أن تنتهي الحرب حتى تفتح عليهم حرب جديدة!.
هذا البرنامج النووي ما تعده إلا لدول الخليج! يجب أن يفهم الناس هذا.
فتنبهوا لهذه الأشياء !
هذا ما أعتبره جهاداً في سبيل الله أبدا؟!
أولا أهله عقائدهم معروفة ! كما ذكرنا لكم بعضها.
ثانيا: جهادهم معروف كيف يختبئون في الكهوف ويندسون في البيوت و العمارات! والله أعلم هم يرسلون لليهود لضرب المكان الفلاني! لا أستبعد هذا!
فتيقظوا لمكايد الروافض.
والله إنهم يضحكون على أهل السنة ولهم عملاء في البلاد العربية والإسلامية يطبّلون لهم! وهم جسور لمد الرفض في العالم الإسلامي كله.
والآن دعوتهم لها انتشار في العالم الإسلامي في شرق آسيا لها معاهد ولها مدارس ولها دعاة في دول أفريقيا، ومرت عليها قرون و ما كانوا يحلمون بهذه الأشياء! حتى جاءت بعض الأحزاب الخائنة ففتحت لهم الطريق والمجالات أمامهم للانتشار في العالم الإسلامي
والآن يضحكون على المسلمين.
أيديهم تقطر من دماء أهل العراق وفي نفس الوقت ويريدون منّا أن نساندهم والمصيبة على الشعب اللبناني والشعب الفلسطيني.
ثم ما هي خسائر الروافض في الحروب كلها؟!
في فلسطين وأفغانستان وغيرهما من سبعين سنة إلى الآن؟!
وماذا قدم الأفاكون ؟!.
انتهى كلام الشيخ حفظه الله ورعاه .
فرغ هذه الكلمة ثم عرضها على الشيخ ربيع – حفظه الله -
أخوكم: سلطان بن محمد الجهني
بتاريخ(12/7/1427هـ/ الموافق 6/8/2006م)
…………………………………………
في محاضرة: (عوائق عن طلب العلم )
ضمن برنامج: دورة الإمام عبد العزيز بن باز –رحمه الله- بالطائف
بتاريخ(10/7/1427هـ/ الموافق 4/8/2006م)
(بمسجد الملك فهد – رحمه الله- الطائف)

———————————————————————————-

(( تلم بالمسلمين في الوقت الحاضر أحداث مروعة من تسلط الأعداء عليهم من كل جانب حرب في أفغانستان حرب في العراق حرب في فلسطين حرب في لبنان والذي نسمعه ونقرؤه من خطبائنا وكتابنا كله صب للوم على الأعداء وتجريم أفعالهم وشكاية لهم.
وهذه الأمور لاشك فيها. ولكن هل يرتدع العدو الكافر بهذه الصيحات. الكفار من قديم الزمان يريدون محو الإسلام من الوجود كما قال تعالى ( وَلاَ يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىَ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُواْ) ولكن الشأن ماذا أعد المسلمون لمقابلتهم وصد عدوانهم إنه يجب عليهم:
أولاً: النظر في واقعهم نحو دينهم وتمسكهم به فإن ما أصابهم إنما هو بسبب تفريطهم في دينهم. وفي الأثر: إذا عصاني من يعرفني سلطت عليه من لا يعرفني. وماذا حصل لبني إسرائيل عندما تخلو عن دينهم وأفسدوا في الأرض سلط الله عليهم كفار المجوس فجاسوا خلال الديار كما ذكر الله ذلك في أول سورة الإسراء. وتوعدهم الله أنهم إن عادوا لحالتهم أعاد الله عليهم النقمة. فلابدّ أن نراجع واقعنا ونصلح ما فسد من أمرنا نحو ديننا فسنة الله لا تتغير وقد قال تعالى :( إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللّهُ بِقَوْمٍ سُوءاً فَلاَ مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِ مِن وَالٍ ).
ثانياً: علينا أن نعد العدة التي نواجه بها عدونا كما قال تعالى: ( َأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لاَ تَعْلَمُونَهُمُ اللّهُ يَعْلَمُهُمْ ).
وذلك بتكوين الجيوش والأسلحة المناسبة والقوة الرادعة.
ثالثاً: اجتماع كلمة المسلمين على عقيدة التوحيد وتحكيم الشريعة والالتزام بالإسلام في كل أمورنا من معاملات وأخلاق وتحكيم لكتاب الله وأمر بالمعروف ونهى عن المنكر ودعوة إلى الله بعلم وبصيرة وإخلاص قال تعالى :( وقال تعالى:( وَلاَ(وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعاً وَلاَ تَفَرَّقُواْ تَنَازَعُواْ فَتَفْشَلُواْ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُواْ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ ) ولا يمكن الاجتماع مع الاختلاف في العقيدة.
والاختلاف في المقاصد والأهداف حتى تكون العقيدة سليمة والأهداف موحدة لنصرة الحق وإعلاء كلمة الله وليت الخطباء والوعاظ يركزون في خطبهم ومواعظهم على هذه المعاني مع التنديد بالعدو المعتدي وبيان مقاصده الخبيثة وأنه لا يقصد إضعاف المسلمين ونزع ثرواتهم فقط وإنما يقصد بالدرجة الأولى إفساد عقيدتهم وصرفهم عن دينهم حتى يتسنى له تقطيع أوصالهم. هذا ما أحببت التنبيه عليه حيال هذه النوازل المروعة.
والله يقول الحق وهو يهدي السبيل. وصلى الله وسلم على نبينا محمد وآله وصحبه.))
———————————————————————————-
Footnote :
1. Salah satu jenis praktek yang dilakukan dengan cara riba

(Dikutip dari ceramah Asy Syaikh Rabi’ Ibn Haadi al Madkhali yang berjudul “Penghalang-penghalang dalam menuntut ilmu” pada hari Jum’at. Dalam acara: Daurah Imam Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah di Thaif, pada tanggal: 10-7-1427 H, bertepatan dengan tanggal 4-8-2006 M di Masjid Raja Fahd rahimahullah. Ditranskrip oleh Al-Akh Al-Fadhil Sulthan Al-Juhani dan diterjemahkan oleh Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi. URL sumber http://www.sahab.net/forums/showthread.php?t=337298Fatwa Para Ulama dalam menyikapi krisis Libanon (Bag. II)
Dikirim oleh webmaster, Sabtu 12 Agustus 2006, kategori Fatwa-Fatwa
Penulis: Al-’Allamah Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafidzahullah
.: :.
(Ditranskrip oleh Al-Akh Ahmad Diwani dalam situs Sahab. Url sumber situs http://www.sahab.net/forums/showthread.php?t=337224 dan diterjemahkan oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi).

Fatwa Libanon

Monday, August 14th, 2006

Fatwa Para Ulama dalam menyikapi krisis Libanon (Bag. I)
Dikirim oleh webmaster, Sabtu 12 Agustus 2006, kategori Fatwa-Fatwa
Penulis: Al-‘Allamah Asy Syaikh Rabi’ Bin Hadi Al-Madkhali
.: :.
Beliau ditanya: “Apa pendapat Anda wahai Syaikh yang mulia tentang berbagai keadaan genting (krisis) di Libanon, Irak, Palestina? Jazakumullah khairan.”

Jawaban:
“Demi Allah, kami berpandangan bahwa jihad tetap tegak sampai hari kiamat dan merupakan perkara yang wajib dilakukan oleh umat ini. Namun umat (Islam) ini telah melalaikan banyak perkara agama, diantaranya adalah jihad itu sendiri, sehingga Allah memberikan kekuatan kepada musuh-musuh untuk menguasai mereka.

إذا تبايعتم بالعينة وأخذتم أذناب البقر ورضيتم بالزرع وتركتم الجهاد في سبيل الله- ليس في سبيل الرفض والبدع والخرافات!- سلط الله عليكم ذلاً لا ينزعه حتى ترجعوا إلى دينكم
“Jika kalian berjual beli dengan cara ‘inah [1 ] dan kalian mengambil ekor-ekor sapi (beternak) serta kalian senang dengan bercocok tanam dan kalian meninggalkan jihad di jalan Allah Azza Wajalla –bukan di atas jalannya kaum Rafidhah, bid’ah dan khurafat- maka Allah akan mencampakkan kehinaan pada diri kalian. Dan Dia (Allah) tidak akan mencabut kehinaan itu sampai kalian kembali kepada agama kalian.”

Maka langkah yang paling pertama untuk menuju kemuliaan dan keluar dari kehinaan dan kerendahan adalah kembali kepada agama Allah. Ini langkah pertama dan bukan kembali kepada agamanya kaum Rafidhah yang ekstrim, yang mengkafirkan para shahabat lalu mengangkat bendera jihad!

Mereka tidak kembali kepada agama, namun justru memerangi agama dan orang-orang yang komitmen dengannya!
Bagaimana mungkin ini akan mendapatkan pertolongan!? Bagaimana mungkin ini dikatakan sebagai jihad di jalan Allah ?!
Jihad haruslah dilakukan untuk menegakkan kalimat Allah.Terkadang seseorang terbunuh dalam berjihad, namun dia masuk neraka disebabkan karena dia tidak melakukannya dengan niat untuk menegakkan kalimat Allah Tabaraka wa Ta’ala.
من قاتل لتكون كلمة الله هي العليا فهو في سبيل الله
“Barangsiapa yang berperang untuk meninggikan kalimat Allah, maka itulah fi sabilillah”.

الرجل يقاتل شجاعة ويقاتل حمية ويقاتل رياء فأي ذلك في سبيل الله قال من قاتل لتكون كلمة الله هي العليا فهو في سبيل الله
“Seseorang ada yang berperang karena modal keberanian semata, ada orang yang berperang karena semangat saja, ada yang berperang karena untuk mendapatkan pujian di mata manusia, yang manakah di jalan Allah? Maka beliau menjawab:
“Barangsiapa yang berperang untuk meninggikan kalimat Allah, maka itulah fi sabilillah (di jalan Allah) Ta’ala”.

Maka sebelum melakukan segala sesuatu, wajib bagi kaum muslimin untuk membenahi berbagai keadaan mereka dan kembali kepada agama yang telah dibawa oleh Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Serta kembali di atas petunjuk orang-orang yang telah bersungguh-sungguh dalam menyebarkan agama ini, yaitu para shahabat yang mulia, yang menyebarkan agama, berupa amalan-amalan yang shalih dan syi’ar-syi’ar Islam yang benar .Inilah yang dilakukan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam dalam berjihad yaitu untuk meninggikan kalimat-Nya.

Sekarang saya bertanya kepada kalian : “Bendera yang ada di Libanon,yaitu bendera yang diangkat oleh Hizbullah, apakah bendera yang berhak dikatakan bahwa itu merupakan bendera di jalan Allah?! Apakah dikatakan bahwa itu jihad di jalan Allah ?! Sementara mereka (Hizbullah yang termasuk beragama Syi’ah Rafidlah, red) mengkafirkan para shahabat Muhammad - Shallallahu ‘alaihi wassalam - dan mempermainkan al-Qur’an dan merubahnya - dengan perubahan yang tidak pernah dilakukan oleh orang-orang Yahudi sekalipun - !?

Kalian belum pernah membaca tentang kaum Rafidhah ? Bagi siapa yang membaca tentangnya, dia akan mendapati bahwa mereka lebih parah dalam melakukan perubahan terhadap agama Allah Ta’ala dibanding kaum Yahudi dan Nashara.
Demi Allah, kami ingin berjihad namun dengan jihad yang benar. Maka wajib bagi umat ini untuk kembali kepada agamanya, kemudian setelah itu melakukan persiapan:

وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu “ (QS Al Anfal:60).

Sekarang ini, kelompok Hizbullah berperang semenjak tiga pekan yang lalu, tidak ada yang terbunuh dari mereka melainkan hanya delapan orang. Sementara yang terbunuh dari rakyat Libanon hampir mencapai seribu! Dan yang terusir dari mereka berjumlah ribuan, fasilitas-fasilitas umum mereka dihancurkan! Apakah ini yang dikatakan jihad yang dikehendaki Allah?!

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam berjihad di Badar, di Uhud, di Khandaq dan ditempat lainnya, tidak satupun anak kecil yang terbunuh! Dan tidak satupun wanita yang terbunuh! Namun mereka ini (Hizbullah, red) menyusup dalam barisan para wanita dan anak-anak kecil, lalu datanglah berbagai serangan yang diarahkan (oleh Yahudi kafir, red) kepada mereka yang patut dikasihani. Apakah ini jihad?!

Sekarang ini Yahudi telah menguasai daerah yang luas dan besar, ada dua puluh kampung di Libanon. Apakah ini jihad? Apakah ini yang dimaksudkan?
Apakah kita berjihad agar wanita dan anak-anak kaum muslimin dibunuh, yayasan-yayasan mereka dihancurkan! Lalu ini yang dikatakan hasil dari jihad itu!
Inilah jihad ‘akrobatik’. Inilah adalah jihad model Rafidhah! Maka wajib bagi kaum muslimin untuk berfikir dan kembali kepada agama mereka, sebelum melakukan segala sesuatu. Lalu setelah itu, mereka berjihad dengan tujuan meninggikan kalimat Allah.

Sesungguhnya kita lebih mengimani tentang syari’at jihad dibanding mereka ini yang merupakan para pendusta yang hanya mengaku saja! Kami mengimaninya akan tetapi kami mengatakan kepada kaum muslimin : “Kembalilah kepada agama ini, bekali diri kalian untuk persiapan jihad dan mendapat pertolongan dari Allah Ta’ala. Sebab kalian tidak mungkin mendapatkan pertolongan dari Allah Ta’ala, kecuali jika kalian berperang dengan tujuan untuk meninggikan kalimat Allah dan kalian berada di atas agama yang benar.

Namun apa yang terjadi di Iraq? Berapa banyak kaum muslimin yang telah dibunuh oleh kaum Rafidhah!? Lebih dari seratus ribu jiwa atau lebih yang mereka sembelih dari kalangan para wanita, anak-anak, mereka usir, mereka merusak rumah-rumah, masjid-masjid dan menginjak-injak mushaf-mushaf! Dan berbagai kelakuan lainnya yang –demi Allah- tidak dilakukan oleh orang-orang Yahudi! Dan tatkala mereka melakukan berbagai tindakan kekejian ini semua, lalu mereka pun membuka front (di Libanon), mereka menertawai Ahlus Sunnah dan bergembira atas apa yang menimpa mereka.

Apakah kalian menangisi Ahlus Sunnah dari penduduk Irak - dalam keadaan mereka disembelih, diusir, ratusan masjid-masjid mereka dirusak ?! Mungkin mencapai seratus ribu jiwa atau lebih yang terbunuh dari mereka!
Apakah mereka (kaum Rafidhah) menangisi kematian kalian?! Apakah mereka mengangkat suara buat kalian?! Sama sekali tidak, sama sekali tidak!

Maka tatkala si Rafidhi - yang beraliran kebatinan ini dating - banyak yang berpandangan bahwa dia mengangkat bendera jihad dan yang akan memimpin umat menuju kemuliaan dan pertolongan. Ini merupakan keberuntungan besar - diantara keberuntungan kaum Rafidhah- ! Sekarang ini umat Islam bersorak dan bertepuk tangan untuk mereka!!! Dan inilah yang diinginkan oleh kaum Rafidhah. Dimana dia (pimpinan Hizbullah) ini sekarang? Sekarang dimana panglima ini berada?!
(Ketauhilah) Dia ada di tempat persembunyian, dia dan kelompoknya ada di tempat persembunyiannya! Sementara kehancuran dan kebinasaan menimpa rakyat jelata Libanon ! Penyembelihan (terhadap kaum muslimin Ahlus Sunnah) masih saja berlanjut di Irak! Darah kaum muslimin di Irak sangatlah murah, tidak sepantasnya disebut-sebut (dianggap berharga) menurut mereka!

Bahkan darah seluruh kaum muslimin dan harta mereka adalah halal menurut kaum Rafidhah, sebab mereka menganggapnya kafir! Inilah hukum yang mereka terapkan!.
Lalu dimana kita meletakkan akal kita? Sekarang ini kebanyakan yang membimbing kaum muslimin adalah orang-orang yang jahil dan bodoh! Tokoh-tokoh yang jahil sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam ! Orang jahil (bodoh) yang berpenampilan sebagai ‘alim (pandai) dan tidak mengetahui hakekat Islam! Tidak mengetahui kekufuran, penyimpangan dan perbuatan zindiq yang dimiliki kaum Rafidhah.

Telitilah kitab tafsir - dari kitab-kitab tafsir yang dimiliki Rafidhah- , mulai dari surah Al-Fatihah, perhatikan perubahan yang mereka lakukan, dimana orang Yahudi pun merasa malu darinya!
((الصراط المستقيم)) “Jalan yang lurus”, maknanya Ali radhiallahu anhu!
((غير المغضوب)) “Bukan jalan orang-orang yang dimurkai”, maknanya adalah jalan Abu Bakar, Umar dan Utsman –radhiallahu anhum-!
((ألم. ذلك الكتاب لا ريب فيه هدى للمتقين)) “Alif Laam Mim. Itulah kitab yang tidak ada keraguan didalamnya sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa”, makna orang-orang yang bertaqwa dalah pengikut Ali radhiallahu anhu (maksudnya kaum Rafidhah)!

Dunia, Akhirat, Surga, semuanya milik Ali radhiallahu anhu dan para pengikutnya (maksudnya Rafidhah)!.
(( إن الله لا يستحيي لأن يضرب مثلا ما بعوضة فما فوقها)) “Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu”, mereka mengatakan: yang dimaksud nyamuk adalah Ali radhiallahu anhu, sedangkan yang lebih rendah adalah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam. Yaitu Ali radhiallahu anhu kadang-kadang dianggap seperti nyamuk oleh mereka. Ini termasuk perbuatan zindiq dan cercaan mereka terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam.

Kadang-kadang mereka menganggap Ali radhiallahu anhu sebagai binatang melata, yang melata di muka bumi. Dan dia sebagai bintang, dia sebagai matahari, dia adalah langit sedangkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam sebagai buah Tin dan Ali radhiallahu anhu sebagai buah Zaitun, para Imam (mereka) sebagai bukit Sinai. Ayat-ayat Al-Qur’an dan tanda-tanda kekuasaan alam seluruhnya yang dimaksud adalah para Imam mereka! Sedangkan tanda-tanda kemunafikan, kekufuran, siksaan, ayat-ayat celaan dan ancaman semuanya diterapkan kepada para shahabat .Abu Bakar –radhiallahu anhu- disiksa dengan siksaan yang paling keras, seperti Iblis. Dan Umar adalah setan di tempat manapun disebutkan dalam Al-Qur’an.

Ayat-ayat tentang hari Kebangkitan dan hari Pembalasan, menurut mereka yang dimaksud adalah keluarnya sang penegak hukum (Imam Mahdi, pen)! Berbagai macam penyelewengan yang tak terhitung banyaknya dalam kitab Allah dan berbagai kedustaan terhadap Ali radhiallahu anhu dan Ahlul Bait yang tak terhitung banyaknya!

Semua yang menjelaskan tanda kekuasaan maksudnya adalah Ahlul Bait, engkau tidak membaca satu ayat pun dalam Al-Qur’an, baik ayat Kauniyyah maupun ayat Syar’iyyah melainkan mereka menyelewengkannya. Ayat-ayat tentang Tauhid mereka rubah menuju kepada kesesatan mereka!.
(( وقال الله لا تتخذوا إلهين اثنين)) “ِAllah berfirman: Janganlah kalian menjadikan dua sesembahan.” Ayat ini (sebenarnya) mengajak kepada Tauhid dan memberi peringatan dari kesyirikan. (Namun) mereka mengatakan: “Janganlah kalian mengangkat dua Imam!”
Ayat-ayat Tauhid mereka tidak jelaskan, bahkan menghindar darinya! Kalaupun jika mereka menjelaskannya, maka mereka merubahnya. Mereka tidak menyisakan sesuatu dari ayat tersebut melainkan mereka merubahnya!

Mereka adalah musuh-musuh Islam, cukuplah bagi mereka sejarah hitam mereka yang selalu bersama Yahudi dan Nashara. Merekalah yang membawa pasukan Tartar dan menyembelih puluhan ribu, bahkan mungkin sejuta atau bahkan lebih!
Merekalah yang meruntuhkan khilafah Abbasiyyah! Dalam perang di Afghanistan, sebagai negara tetangga mereka, mereka (kaum Syiah Rafidlah Iran) tidak ikut serta bersama kaum muslimin sedikitpun!!! Tidak di dalam Afghanistan dan tidak pula di luarnya.

Tatkala Amerika datang ke Afghanistan untuk menjatuhkan kekuasaan Taliban, maka mereka menjadi tameng terkuat bersama Amerika dalam memerangi kaum muslimin. Merekalah yang turut mendatangkan Amerika dan sekutunya ke Irak. Mereka menambah kekuatan bersamanya untuk menyembelih kaum muslimin. Apakah ini Islam yang kita berjihad untuknya?

Kaum Rafidhah ini lebih berbahaya dari Yahudi dan Nashara, dan apa yang menimpa kaum muslimin melalui tangan Rafidhah lebih berbahaya dari apa yang menimpa kaum muslimin melalui tangan Yahudi dan Nashara. Pahamilah perkara ini, adapun mereka yang (tertipu). Apakah mereka disesatkan ataukah mereka orang-orang yang tidak mengetahui ?!.

Apakah ini pertolongan Allah? Apa yang telah dilakukan terhadap Ahlus Sunnah di Irak?! Apakah pernah engkau membimbing dengan satu ucapan untuk menasehati keluarga dan kaummu tentang kaum Rafidhah Bathiniyyah untuk menyeru agar mereka menahan diri (dari menyiksa) kaum muslimin?!

Demi Allah, saya yakin bahwa mereka tidaklah melakukan ini melainkan untuk mempermainkan kaum muslimin dan menertawai mereka. Allah Maha mengetahui apa tujuan mereka di belakang semua ini!

Jangan kalian membenarkan perselisihan mereka dengan Amerika! Ini semua dusta. Berapa banyak pembicaraan seputar pembuatan sel (instalasi) nuklir yang ada di Iran? Apakah tujuan mereka dengan menyimpan bahan nuklir tersebut, apakah untuk memerangi kaum Yahudi? Mereka pendusta!

Iran selalu mengumumkan hal ini semenjak 70 tahun yang lalu, sementara kaum muslimin memerangi Yahudi dalam berbagai peperangan. Sudah berapa banyak mereka (kaum muslimin) mengikuti peperangan, menyumbangkan harta, turut berperan serta. Sementara Iran menghilang (tidak turun serta) ! Sekarang mereka bersorak dan menghendaki kaum muslimin memasuki pertempuran sedangkan mereka menghilang. Belum berhenti satu peperangan hingga dibuka kembali peperangan yang baru.

Perencanaan pembuatan sel (instalasi) nuklir tersebut tidaklah dipersiapkan melainkan untuk negara-negara Teluk! Kaum muslimin harus memahami hal ini. Perhatikanlah perkara-perkara ini. Apakah dengan seperti ini lalu aku menganggapnya sebagai jihad di jalan Allah? Sama sekali tidak! (dengan sebab):
Pertama: Aqidah mereka jelas, sebagaimana yang telah kami sebutkan sebagiannya.
Kedua: Jihad merekapun jelas, dimana mereka bersembunyi di gua-gua, menyusup di rumah-rumah dan gedung-gedung! Allah Ta’ala lebih mengetahui, mungkin saja mereka mengutus Yahudi untuk menyerang tempat tersebut! Saya tidak menganggap mustahil hal tersebut! Sadarlah kalian terhadap makar dan tipu daya kaum Rafidhah.

Demi Allah mereka menertawai Ahlus Sunnah, mereka memiliki orang-orang, di negeri Arab dan negeri-negeri Islam yang bekerja untuk mereka, guna menjembatani tersebarnya keyakinan Rafidhah di seluruh dunia Islam.

Sekarang dakwah mereka tersebar di dunia Islam, di bagian Asia Timur mereka memiliki Ma’had, sekolah, para da’i di negara-negara Afrika. Telah berlalu waktu dimana mereka tidak pernah bermimpi untuk mendapatkan ini semua. Hingga datangnya sebagian kelompok yang berkhianat, lalu membukakan jalan bagi mereka dan memberi kesempatan kepada mereka untuk menyebarkannya di dunia Islam.

Sekarang merekapun menertawakan kaum muslimin. Tangan mereka masih berlumuran darah kaum Muslimin di Iraq, lalu bersamaan dengan itu mereka ingin agar kita membantu mereka?!

Sementara musibahnya menimpa rakyat Libanon dan rakyat Palestina. Lalu apa kerugian yang dialami kaum Rafidhah dalam semua peperangan ini?! (Tidak ada!!-pen)

Baik di Palestina, di Afghanistan dan selainnya dari semenjak 70 tahun yang lalu hingga sekarang? Apa yang telah diperbuat oleh para pendusta ini?!”

“Pada masa ini telah banyak berbagai kejadian yang mengerikan yang menimpa kaum muslimin, disebabkan karena serangan dari musuh-musuh Allah dari segala arah. Perang di Afghanistan, perang di Irak, perang di Palestina, perang di Libanon. Namun yang kita dengar dan yang kita baca dari para penulis berita, yakni semua hujatan ditumpahkan kepada musuh-musuh Allah tersebut. Yakni dengan menyatakan kekejian perbuatan mereka dan mengecam apa yang mereka perbuat.

Tentu hal ini adalah perkara yang tidak diragukan lagi. Namun apakah musuh yang kafir tersebut akan menahan diri dari perbuatannya dengan berbagai kecaman tersebut? Orang-orang kafir, sejak dulu kala selalu menghendaki agar Islam dihapuskan dari permukaan (bumi). Sebagaimana firman Allah:
وَلاَ يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىَ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُواْ

(Yang artinya ) : “Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. (QS Al-Baqarah:217)

Akan tetapi permasalahannya adalah apa yang telah disiapkan oleh kaum muslimin untuk menghadapi mereka dan mencegah sikap brutal mereka? Sesungguhnya yang wajib atas mereka (diantaranya) :
- Pertama: melihat kenyataan kaum muslimin dalam pengamalan agamanya. Sesungguhnya apa yang menimpa mereka hanyalah disebabkan karena mereka melalaikan agamanya. Dalam sebuah atsar: “Jika orang yang mengenal-Ku berbuat maksiat kepada-Ku, maka Aku akan menjadikan orang yang tidak mengenal-Ku untuk menguasainya.” Apa yang telah menimpa Bani Israil disaat mereka meninggalkan agama mereka dan membuat kerusakan di muka bumi ? Maka Allah menjadikan orang-orang kafir Majusi menguasai mereka sehingga merekapun memporak-porandakan isi kampung-kampung mereka - sebagaimana yang Allah sebutkan di awal surat Al-Isra’. Dan Allah mengancam mereka apabila mereka kembali tetap dalam keadaan demikian, maka Allah akan mengembalikan kesengsaraan tersebut kepada mereka. Maka kita harus mengoreksi kondisi kita, lantas mengkoreksi apakah ada kekeliruan dalam menjalankan agama kita. Sebab ketetapan dari Allah (Sunnatullah) tidaklah berubah. Sungguh Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلاَ مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِ مِن وَالٍ
(Yang artinya ) : “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS Ar-Ra’d: 11)
- Kedua: hendaklah kita melakukan persiapan untuk menghadapi musuh kita, sebagaimana firman Allah Ta’ala:
وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لاَ تَعْلَمُونَهُمُ اللّهُ يَعْلَمُهُمْ
(Yang artinya ) : “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan yang kamu mampu dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. (QS Al-Anfal:60)
Yaitu dengan cara pembentukan pasukan dan persenjataan yang layak dan kekuatan yang dapat menaklukkan mereka.
- Ketiga: menyatukan kalimat kaum muslimin diatas aqidah, Tauhid dan menegakkan hukum Syari’at, serta komitmen dengan Islam dalam setiap perkara kita, baik dalam perkara mu’amalah, akhlaq, berhukum dengan Kitabullah (Al Qur’an), melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar disertai mengajak kepada jalan Allah dengan ilmu dan penjelasan serta ikhlas. Allah Ta’ala berfirman:

وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْ

(Yang artinya ) : “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai berai.” (QS Ali Imran: 103)

Dan firman-Nya:

وَلاَ تَنَازَعُواْ فَتَفْشَلُواْ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُواْ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

(Yang artinya ) : “Janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS Al-Anfal :46)

Dan tidaklah mungkin terjadi persatuan bila berbeda dalam hal aqidah dan berbeda pula dalam maksud dan tujuan. Sampai aqidahnya benar dan tujuan disatukan yaitu untuk menolong kebenaran dan untuk meninggikan kalimat Allah. Alangkah baiknya jika para khatib, para pemberi nasehat mengkonsentrasikan khutbah dan nasehat mereka dalam perkara-perkara ini. Disamping mengecam perbuatan musuh yang melampaui batas, menjelaskan tujuan-tujuan busuk mereka.

Sesungguhnya musuh Allah tersebut tidaklah memaksudkan untuk melemahkan kaum muslimin dan merampas kekayaan mereka (muslimin) saja. Namun maksud utama mereka adalah merusak aqidah kaum muslimin dan memalingkannya dari agama mereka, sampai mereka berhasil mengikis habis hingga ke akar-akarnya. Ini yang ingin aku peringatkan berkenaan tentang menyikapi krisis yang menimpa ini.

Allah senantiasa mengatakan kebenaran dan membimbing ke jalan yang lurus. Shalawat serta salam Allah kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya dan para shahabatnya.”

Transkrip asli dalam bahasa Arab :
————————————————————————————————————
كلام الشيخ ربيع المدخلي– حفظه الله- حول الأوضاع الراهنة في لبنان والعراق وفلسطين.
………………………………………………….
سؤال: ما رأي فضيلتكم في الأوضاع الراهنة في لبنان والعراق وفلسطين وجزاكم الله خيراً؟
الجواب: والله نحن نرى أن الجهاد قائم إلى يوم القيامة، وواجب على هذه الأمة ولكن هذه الأمة ضيعت أموراً كثيرة، ومنها الجهاد فسلط الله عليهم الأعداء!
(إذا تبايعتم بالعينة وأخذتم أذناب البقر ورضيتم بالزرع وتركتم الجهاد في سبيل الله- ليس في سبيل الرفض والبدع والخرافات!- سلط الله عليكم ذلاً لا ينزعه حتى ترجعوا إلى دينكم).
أول خطوة إلى العزة والخروج من الذل والهوان هو الرجوع إلى دين الله.
هذه الخطوة الأولى، وليس الرجوع إلى الدين الرافضي الغالي المكفِّر للصحابة يرفع راية الجهاد! هو لم يرجع إلى الدين! بل يحارب الدين ويحارب أهله!
كيف ينتصر هذا؟! كيف يكون هذا جهادا في سبيل الله ؟!
فالجهاد لابد أن يكون لإعلاء كلمة الله، قد يقتل في الجهاد ويدخل النار لإنه ما يريد إعلاء كلمة الله -تبارك وتعالى-.
من قاتل لتكون كلمة الله هي العليا فهو في سبيل الله (الرجل يقاتل شجاعة ويقاتل حمية ويقاتل رياء فأي ذلك في سبيل الله قال من قاتل لتكون كلمة الله هي العليا فهو في سبيل الله).
فعلى المسلمين قبل كل شيء أن يصححوا أوضاعهم، ويرجعوا إلى الدين الذي كان عليه محمد عليه الصلاة والسلام، والذي جاهد في نشره هو وأصحابه الكرام هذا الدين من التوحيد ومن الأعمال الصالحة وشعائر الإسلام الصحيحة هذا الذي جاهد رسول الله لإعلائه .
أنا أسألكم الآن : هذه الراية التي في لبنان راية والتي يرفعها حزب الله هل هي راية تستحق أن يطلق عليها أنها راية في سبيل الله ؟!
ويطلق عليها أنها جهاد في سبيل الله! وهم يكفرون أصحاب محمد ويعبثون بالقرآن ويحرفونه تحريفاً لم يلحقهم فيه اليهود؟!
أنتم لم تقرؤا للرافضة! الذي يقرأ يجد أنهم أشد تحريفا لدين الله من اليهود والنصارى!.
والله نحن نريد الجهاد لكن الجهاد، الصحيح فعلى الأمة أن ترجع إلى الدين ثم تعد العدة {وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ }الأنفال:60
الآن حزب الله يقاتل من ثلاثة أسابيع ما قتل منهم إلا ثمانية وقتل من الشعب اللبناني قرابة الألف! وشرد منهم الألوف ودمرت مؤسساتهم! أهذا هو الجهاد الذي يريده الله؟!
الرسول صلى الله عليه وسلم جاهد في بدر، في أحد، في الخندق، في غيرها ما قتل طفل واحد ! ولا قتلت امرأة واحدة!
هؤلاء يندسون في صفوف النساء والأطفال وتجيء الضربات على هؤلاء المساكين أهذا جهاد بالجهاد؟!
الآن اليهود احتلوا مسافات كثيرة عشرين قرية من لبنان أهذا هو الجهاد؟! أهذا هو المقصود؟!
نجاهد ليقتل نساء المسلمين وأطفالهم وتدمَّر مؤسساتهم! وتكون هذه هي النتيجة !
هذا جهاد بهلواني! جهاد رافضي! يجب على المسلمين أن يتعقلوا وأن يرجعوا إلى دينهم قبل كل شيء، ثم بعد ذلك يجاهدون لإعلاء كلمة الله.
نحن نؤمن بالجهاد أكثر من هؤلاء الكذابين الأدعياء! نؤمن به لكن نقول للمسلمين ارجعوا أهّلوا أنفسكم للجهاد والنصر.
لأنكم لا تستحقون النصر من الله إلا إذا قاتلتم لإعلاء كلمة الله وكنتم على الدين الصحيح.
ثم ماذا جرى في العراق كم قتل الروافض من المسلمين أهل السنة؟!
أكثر من مائة ألف يذبحون النساء والأطفال ويشردونهم ويخربون بيوتهم ويخربون مساجدهم ويدوسون على مصاحفهم! ويفعلون أفاعيل والله لا يفعلها اليهود!
ولما ارتكبوا الجرائم هذه كلها فتحوا الجبهة هذه ، يضحكون على أهل السنة ثم يطبّلون لهم
هل بكيتم على أهل العراق أهل السنة وهم يذبحون ويشردون وتخرب المئات من مساجدهم ؟! يمكن مائة ألف أو أكثر قتل منهم!
هل قطرت لكم دمعة ؟!
هل ارتفع لكم صوت؟! لا شيء لا شيء!
ولما جاء هذا الرافضي الباطني تصور الكثير أنه رافع راية الجهاد وقائد الأمة إلى العزة والنصر .
هذا مكسب عظيم من مكاسب الروافض! أن الأمة تهتف وتصفق له الآن! هذا الذي يريده الروافض.
أين هو الآن؟ أين هذا القائد الآن ؟!
هو في مخبأ هو وجماعته في المخابئ!والدمار والهلاك ينزل بالشعب اللبناني المسكين!
والمذابح لا تزال مستمرة في العراق! فالمسلمون دمائهم رخيصة في العراق لا تستحق أن تذكر عند هؤلاء! بل دماء جميع المسلمين وأموالهم حلال عند الروافض لأنهم كفار فهذا حكمهم! أين العقول؟!
الآن الذي يقود الناس أكثرهم جهلاء وسفهاء!
رؤوس جهال كما قال الرسول الكريم عليه الصلاة والسلام!
متعالم جاهل لا يعرف حقيقة الإسلام! ولا يعرف ماذا عند الروافض من الكفر والإلحاد والزندقة!
اقرؤا: أي تفسير من تفاسير الروافض وابدؤا من الفاتحة وانظر إلى التحريف الذي يخجل منه اليهود!
(الصراط المستقيم) : على-رضي الله عنه-!
(المغضوب عليهم) : أبو بكر وعمر وعثمان –رضى الله عنهم-!
( ألم ذلك الكتاب لا ريب فيه): الكتاب على –رضي الله عنه-!
(هدى للمتقين) : المتقين هم شيعته!
الدنيا والآخرة والجنة كلها لعلي –رضي الله عنه- وشيعته!
يعني علي –رضي الله عنه - أحيانا عندهم بعوضة!
(إِنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَحْيِي أَن يَضْرِبَ مَثَلاً مَّا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا): قالوا البعوضة : علي – رضي الله عنه - فما فوقها محمد صلى الله عليه وسلم وهذه من زندقتهم وطعنهم في على ورسول الله صلى الله عليه وسلم .
وعلي-رضي الله عنه- أحيانا الدابة :دابة الأرض وهو النجم وهو الشمس وهو السماء ورسول الله صلى الله عليه وسلم التين وعلى – رضي الله عنه الزيتون- والأئمة طور سينين والآيات القرآنية والكونية كلها المراد بها الأئمة وآيات النفاق والكفر والعذاب وآيات الذم والوعيد كلها تنزل على الصحابة وأبوبكر يعذب ضعف عذاب إبليس وعمر هو الشيطان أينما ورد في القرآن .
وآيات البعث والجزاء المراد بها عندهم خروج القائم! وتحريفات لا تحصى لكتاب الله، وأكاذيب على علي –رضي الله عنه- وأهل البيت لا تحصى!
والآيات أهل البيت ما تقرأ آية في القرآن؛ آية كونية أو آية شرعية إلا حرفوها
آيات التوحيد حرفوها لضلالهم!
(وَقَالَ اللّهُ لاَ تَتَّخِذُواْ إِلـهَيْنِ اثْنَيْنِ) هذه تدعو إلى التوحيد وتحذير من الشرك قالوا لا تتخذ إمامين!
آيات التوحيد لا يشرحونها بل يهربون منها! وإذا تناولوها حرفوها ما تركوا شيء إلا حرفوه!
هؤلاء أعداء الإسلام يكفيهم أنهم تأريخهم أسود دائما مع النصارى واليهود
والله أعلم أن هذه لعبة بينهم وبين واليهود والنصارى.
هم الذين جاؤا بالتتار وذبحوا الألوف المؤلفة ممكن مليون أو أكثر!
وأسقطوا الخلافة العباسية! وفي الحرب الأفغانية بجوارهم ما شاركوا المسلمين بشيء لا في داخل أفغانستان ولا في خارجه.
ولما جاء الأمريكان لإسقاط طالبان كانوا أقوى درع مع الأمريكان ضد المسلمين وهم الذين جاؤا بالأمريكان ودول التحالف للعراق.
وتقووا بهم وشرعوا في تذبيح المسلمين أهذا هو الإسلام الذي نجاهد من أجله؟!
هو الرفض الذي هو أخطر من اليهودية والنصرانية، والذي نزل بالمسلمين عن طريق الرفض أشد وأنكي مما نزل بالمسلمين عن طريق اليهود والنصارى.
افهموا هذه الأشياء وهؤلاء المضللون إما مضللون وأما أغبياء ؟!
هذا نصر الله ماذا عمل لأهل السنة في العراق؟! هل وجهت كلمة واحدة تنصح عشيرتك وقومك الروافض الباطنية أن يكفوا أيديهم عن المسلمين؟!
والله أنا أعتقد أنهم ما عملوا هذا إلا تلهيةً للمسلمين وضحكا عليهم والله أعلم ما عندهم من أهداف من وراء هذا!
لا تصدقوهم في خلافهم مع أمريكا! هذا كله كذب، كم الآن من الكلام حول الملف النووي الإيراني؟!
الملف النووي ما هو هذا البرنامج؟! هل سيحارب به اليهود؟! كذابون!.
إيران تدندن من سبعين سنة! المسلمون مع اليهود في معارك وكم دخلوا من الحروب، وكم قدموا من الأموال، وكم قدموا من الأعمال، وإيران تتفرج!
والآن تتطبّل وتريد من المسلمون أن يدخلوا في الحرب وهي تتفرج! وما أن تنتهي الحرب حتى تفتح عليهم حرب جديدة!.
هذا البرنامج النووي ما تعده إلا لدول الخليج! يجب أن يفهم الناس هذا.
فتنبهوا لهذه الأشياء !
هذا ما أعتبره جهاداً في سبيل الله أبدا؟!
أولا أهله عقائدهم معروفة ! كما ذكرنا لكم بعضها.
ثانيا: جهادهم معروف كيف يختبئون في الكهوف ويندسون في البيوت و العمارات! والله أعلم هم يرسلون لليهود لضرب المكان الفلاني! لا أستبعد هذا!
فتيقظوا لمكايد الروافض.
والله إنهم يضحكون على أهل السنة ولهم عملاء في البلاد العربية والإسلامية يطبّلون لهم! وهم جسور لمد الرفض في العالم الإسلامي كله.
والآن دعوتهم لها انتشار في العالم الإسلامي في شرق آسيا لها معاهد ولها مدارس ولها دعاة في دول أفريقيا، ومرت عليها قرون و ما كانوا يحلمون بهذه الأشياء! حتى جاءت بعض الأحزاب الخائنة ففتحت لهم الطريق والمجالات أمامهم للانتشار في العالم الإسلامي
والآن يضحكون على المسلمين.
أيديهم تقطر من دماء أهل العراق وفي نفس الوقت ويريدون منّا أن نساندهم والمصيبة على الشعب اللبناني والشعب الفلسطيني.
ثم ما هي خسائر الروافض في الحروب كلها؟!
في فلسطين وأفغانستان وغيرهما من سبعين سنة إلى الآن؟!
وماذا قدم الأفاكون ؟!.
انتهى كلام الشيخ حفظه الله ورعاه .
فرغ هذه الكلمة ثم عرضها على الشيخ ربيع – حفظه الله -
أخوكم: سلطان بن محمد الجهني
بتاريخ(12/7/1427هـ/ الموافق 6/8/2006م)
…………………………………………
في محاضرة: (عوائق عن طلب العلم )
ضمن برنامج: دورة الإمام عبد العزيز بن باز –رحمه الله- بالطائف
بتاريخ(10/7/1427هـ/ الموافق 4/8/2006م)
(بمسجد الملك فهد – رحمه الله- الطائف)

———————————————————————————-

(( تلم بالمسلمين في الوقت الحاضر أحداث مروعة من تسلط الأعداء عليهم من كل جانب حرب في أفغانستان حرب في العراق حرب في فلسطين حرب في لبنان والذي نسمعه ونقرؤه من خطبائنا وكتابنا كله صب للوم على الأعداء وتجريم أفعالهم وشكاية لهم.
وهذه الأمور لاشك فيها. ولكن هل يرتدع العدو الكافر بهذه الصيحات. الكفار من قديم الزمان يريدون محو الإسلام من الوجود كما قال تعالى ( وَلاَ يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىَ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُواْ) ولكن الشأن ماذا أعد المسلمون لمقابلتهم وصد عدوانهم إنه يجب عليهم:
أولاً: النظر في واقعهم نحو دينهم وتمسكهم به فإن ما أصابهم إنما هو بسبب تفريطهم في دينهم. وفي الأثر: إذا عصاني من يعرفني سلطت عليه من لا يعرفني. وماذا حصل لبني إسرائيل عندما تخلو عن دينهم وأفسدوا في الأرض سلط الله عليهم كفار المجوس فجاسوا خلال الديار كما ذكر الله ذلك في أول سورة الإسراء. وتوعدهم الله أنهم إن عادوا لحالتهم أعاد الله عليهم النقمة. فلابدّ أن نراجع واقعنا ونصلح ما فسد من أمرنا نحو ديننا فسنة الله لا تتغير وقد قال تعالى :( إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللّهُ بِقَوْمٍ سُوءاً فَلاَ مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِ مِن وَالٍ ).
ثانياً: علينا أن نعد العدة التي نواجه بها عدونا كما قال تعالى: ( َأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لاَ تَعْلَمُونَهُمُ اللّهُ يَعْلَمُهُمْ ).
وذلك بتكوين الجيوش والأسلحة المناسبة والقوة الرادعة.
ثالثاً: اجتماع كلمة المسلمين على عقيدة التوحيد وتحكيم الشريعة والالتزام بالإسلام في كل أمورنا من معاملات وأخلاق وتحكيم لكتاب الله وأمر بالمعروف ونهى عن المنكر ودعوة إلى الله بعلم وبصيرة وإخلاص قال تعالى :( وقال تعالى:( وَلاَ(وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعاً وَلاَ تَفَرَّقُواْ تَنَازَعُواْ فَتَفْشَلُواْ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُواْ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ ) ولا يمكن الاجتماع مع الاختلاف في العقيدة.
والاختلاف في المقاصد والأهداف حتى تكون العقيدة سليمة والأهداف موحدة لنصرة الحق وإعلاء كلمة الله وليت الخطباء والوعاظ يركزون في خطبهم ومواعظهم على هذه المعاني مع التنديد بالعدو المعتدي وبيان مقاصده الخبيثة وأنه لا يقصد إضعاف المسلمين ونزع ثرواتهم فقط وإنما يقصد بالدرجة الأولى إفساد عقيدتهم وصرفهم عن دينهم حتى يتسنى له تقطيع أوصالهم. هذا ما أحببت التنبيه عليه حيال هذه النوازل المروعة.
والله يقول الحق وهو يهدي السبيل. وصلى الله وسلم على نبينا محمد وآله وصحبه.))
———————————————————————————-
Footnote :
1. Salah satu jenis praktek yang dilakukan dengan cara riba

(Dikutip dari ceramah Asy Syaikh Rabi’ Ibn Haadi al Madkhali yang berjudul “Penghalang-penghalang dalam menuntut ilmu” pada hari Jum’at. Dalam acara: Daurah Imam Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah di Thaif, pada tanggal: 10-7-1427 H, bertepatan dengan tanggal 4-8-2006 M di Masjid Raja Fahd rahimahullah. Ditranskrip oleh Al-Akh Al-Fadhil Sulthan Al-Juhani dan diterjemahkan oleh Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi. URL sumber http://www.sahab.net/forums/showthread.php?t=337298Fatwa Para Ulama dalam menyikapi krisis Libanon (Bag. II)
Dikirim oleh webmaster, Sabtu 12 Agustus 2006, kategori Fatwa-Fatwa
Penulis: Al-’Allamah Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafidzahullah
.: :.
(Ditranskrip oleh Al-Akh Ahmad Diwani dalam situs Sahab. Url sumber situs http://www.sahab.net/forums/showthread.php?t=337224 dan diterjemahkan oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi).

Monday, August 14th, 2006

Fatwa Para Ulama dalam menyikapi krisis Libanon (Bag. I)
Dikirim oleh webmaster, Sabtu 12 Agustus 2006, kategori Fatwa-Fatwa
Penulis: Al-‘Allamah Asy Syaikh Rabi’ Bin Hadi Al-Madkhali
.: :.
Beliau ditanya: “Apa pendapat Anda wahai Syaikh yang mulia tentang berbagai keadaan genting (krisis) di Libanon, Irak, Palestina? Jazakumullah khairan.”

Jawaban:
“Demi Allah, kami berpandangan bahwa jihad tetap tegak sampai hari kiamat dan merupakan perkara yang wajib dilakukan oleh umat ini. Namun umat (Islam) ini telah melalaikan banyak perkara agama, diantaranya adalah jihad itu sendiri, sehingga Allah memberikan kekuatan kepada musuh-musuh untuk menguasai mereka.

إذا تبايعتم بالعينة وأخذتم أذناب البقر ورضيتم بالزرع وتركتم الجهاد في سبيل الله- ليس في سبيل الرفض والبدع والخرافات!- سلط الله عليكم ذلاً لا ينزعه حتى ترجعوا إلى دينكم
“Jika kalian berjual beli dengan cara ‘inah [1 ] dan kalian mengambil ekor-ekor sapi (beternak) serta kalian senang dengan bercocok tanam dan kalian meninggalkan jihad di jalan Allah Azza Wajalla –bukan di atas jalannya kaum Rafidhah, bid’ah dan khurafat- maka Allah akan mencampakkan kehinaan pada diri kalian. Dan Dia (Allah) tidak akan mencabut kehinaan itu sampai kalian kembali kepada agama kalian.”

Maka langkah yang paling pertama untuk menuju kemuliaan dan keluar dari kehinaan dan kerendahan adalah kembali kepada agama Allah. Ini langkah pertama dan bukan kembali kepada agamanya kaum Rafidhah yang ekstrim, yang mengkafirkan para shahabat lalu mengangkat bendera jihad!

Mereka tidak kembali kepada agama, namun justru memerangi agama dan orang-orang yang komitmen dengannya!
Bagaimana mungkin ini akan mendapatkan pertolongan!? Bagaimana mungkin ini dikatakan sebagai jihad di jalan Allah ?!
Jihad haruslah dilakukan untuk menegakkan kalimat Allah.Terkadang seseorang terbunuh dalam berjihad, namun dia masuk neraka disebabkan karena dia tidak melakukannya dengan niat untuk menegakkan kalimat Allah Tabaraka wa Ta’ala.
من قاتل لتكون كلمة الله هي العليا فهو في سبيل الله
“Barangsiapa yang berperang untuk meninggikan kalimat Allah, maka itulah fi sabilillah”.

الرجل يقاتل شجاعة ويقاتل حمية ويقاتل رياء فأي ذلك في سبيل الله قال من قاتل لتكون كلمة الله هي العليا فهو في سبيل الله
“Seseorang ada yang berperang karena modal keberanian semata, ada orang yang berperang karena semangat saja, ada yang berperang karena untuk mendapatkan pujian di mata manusia, yang manakah di jalan Allah? Maka beliau menjawab:
“Barangsiapa yang berperang untuk meninggikan kalimat Allah, maka itulah fi sabilillah (di jalan Allah) Ta’ala”.

Maka sebelum melakukan segala sesuatu, wajib bagi kaum muslimin untuk membenahi berbagai keadaan mereka dan kembali kepada agama yang telah dibawa oleh Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Serta kembali di atas petunjuk orang-orang yang telah bersungguh-sungguh dalam menyebarkan agama ini, yaitu para shahabat yang mulia, yang menyebarkan agama, berupa amalan-amalan yang shalih dan syi’ar-syi’ar Islam yang benar .Inilah yang dilakukan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam dalam berjihad yaitu untuk meninggikan kalimat-Nya.

Sekarang saya bertanya kepada kalian : “Bendera yang ada di Libanon,yaitu bendera yang diangkat oleh Hizbullah, apakah bendera yang berhak dikatakan bahwa itu merupakan bendera di jalan Allah?! Apakah dikatakan bahwa itu jihad di jalan Allah ?! Sementara mereka (Hizbullah yang termasuk beragama Syi’ah Rafidlah, red) mengkafirkan para shahabat Muhammad - Shallallahu ‘alaihi wassalam - dan mempermainkan al-Qur’an dan merubahnya - dengan perubahan yang tidak pernah dilakukan oleh orang-orang Yahudi sekalipun - !?

Kalian belum pernah membaca tentang kaum Rafidhah ? Bagi siapa yang membaca tentangnya, dia akan mendapati bahwa mereka lebih parah dalam melakukan perubahan terhadap agama Allah Ta’ala dibanding kaum Yahudi dan Nashara.
Demi Allah, kami ingin berjihad namun dengan jihad yang benar. Maka wajib bagi umat ini untuk kembali kepada agamanya, kemudian setelah itu melakukan persiapan:

وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu “ (QS Al Anfal:60).

Sekarang ini, kelompok Hizbullah berperang semenjak tiga pekan yang lalu, tidak ada yang terbunuh dari mereka melainkan hanya delapan orang. Sementara yang terbunuh dari rakyat Libanon hampir mencapai seribu! Dan yang terusir dari mereka berjumlah ribuan, fasilitas-fasilitas umum mereka dihancurkan! Apakah ini yang dikatakan jihad yang dikehendaki Allah?!

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam berjihad di Badar, di Uhud, di Khandaq dan ditempat lainnya, tidak satupun anak kecil yang terbunuh! Dan tidak satupun wanita yang terbunuh! Namun mereka ini (Hizbullah, red) menyusup dalam barisan para wanita dan anak-anak kecil, lalu datanglah berbagai serangan yang diarahkan (oleh Yahudi kafir, red) kepada mereka yang patut dikasihani. Apakah ini jihad?!

Sekarang ini Yahudi telah menguasai daerah yang luas dan besar, ada dua puluh kampung di Libanon. Apakah ini jihad? Apakah ini yang dimaksudkan?
Apakah kita berjihad agar wanita dan anak-anak kaum muslimin dibunuh, yayasan-yayasan mereka dihancurkan! Lalu ini yang dikatakan hasil dari jihad itu!
Inilah jihad ‘akrobatik’. Inilah adalah jihad model Rafidhah! Maka wajib bagi kaum muslimin untuk berfikir dan kembali kepada agama mereka, sebelum melakukan segala sesuatu. Lalu setelah itu, mereka berjihad dengan tujuan meninggikan kalimat Allah.

Sesungguhnya kita lebih mengimani tentang syari’at jihad dibanding mereka ini yang merupakan para pendusta yang hanya mengaku saja! Kami mengimaninya akan tetapi kami mengatakan kepada kaum muslimin : “Kembalilah kepada agama ini, bekali diri kalian untuk persiapan jihad dan mendapat pertolongan dari Allah Ta’ala. Sebab kalian tidak mungkin mendapatkan pertolongan dari Allah Ta’ala, kecuali jika kalian berperang dengan tujuan untuk meninggikan kalimat Allah dan kalian berada di atas agama yang benar.

Namun apa yang terjadi di Iraq? Berapa banyak kaum muslimin yang telah dibunuh oleh kaum Rafidhah!? Lebih dari seratus ribu jiwa atau lebih yang mereka sembelih dari kalangan para wanita, anak-anak, mereka usir, mereka merusak rumah-rumah, masjid-masjid dan menginjak-injak mushaf-mushaf! Dan berbagai kelakuan lainnya yang –demi Allah- tidak dilakukan oleh orang-orang Yahudi! Dan tatkala mereka melakukan berbagai tindakan kekejian ini semua, lalu mereka pun membuka front (di Libanon), mereka menertawai Ahlus Sunnah dan bergembira atas apa yang menimpa mereka.

Apakah kalian menangisi Ahlus Sunnah dari penduduk Irak - dalam keadaan mereka disembelih, diusir, ratusan masjid-masjid mereka dirusak ?! Mungkin mencapai seratus ribu jiwa atau lebih yang terbunuh dari mereka!
Apakah mereka (kaum Rafidhah) menangisi kematian kalian?! Apakah mereka mengangkat suara buat kalian?! Sama sekali tidak, sama sekali tidak!

Maka tatkala si Rafidhi - yang beraliran kebatinan ini dating - banyak yang berpandangan bahwa dia mengangkat bendera jihad dan yang akan memimpin umat menuju kemuliaan dan pertolongan. Ini merupakan keberuntungan besar - diantara keberuntungan kaum Rafidhah- ! Sekarang ini umat Islam bersorak dan bertepuk tangan untuk mereka!!! Dan inilah yang diinginkan oleh kaum Rafidhah. Dimana dia (pimpinan Hizbullah) ini sekarang? Sekarang dimana panglima ini berada?!
(Ketauhilah) Dia ada di tempat persembunyian, dia dan kelompoknya ada di tempat persembunyiannya! Sementara kehancuran dan kebinasaan menimpa rakyat jelata Libanon ! Penyembelihan (terhadap kaum muslimin Ahlus Sunnah) masih saja berlanjut di Irak! Darah kaum muslimin di Irak sangatlah murah, tidak sepantasnya disebut-sebut (dianggap berharga) menurut mereka!

Bahkan darah seluruh kaum muslimin dan harta mereka adalah halal menurut kaum Rafidhah, sebab mereka menganggapnya kafir! Inilah hukum yang mereka terapkan!.
Lalu dimana kita meletakkan akal kita? Sekarang ini kebanyakan yang membimbing kaum muslimin adalah orang-orang yang jahil dan bodoh! Tokoh-tokoh yang jahil sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam ! Orang jahil (bodoh) yang berpenampilan sebagai ‘alim (pandai) dan tidak mengetahui hakekat Islam! Tidak mengetahui kekufuran, penyimpangan dan perbuatan zindiq yang dimiliki kaum Rafidhah.

Telitilah kitab tafsir - dari kitab-kitab tafsir yang dimiliki Rafidhah- , mulai dari surah Al-Fatihah, perhatikan perubahan yang mereka lakukan, dimana orang Yahudi pun merasa malu darinya!
((الصراط المستقيم)) “Jalan yang lurus”, maknanya Ali radhiallahu anhu!
((غير المغضوب)) “Bukan jalan orang-orang yang dimurkai”, maknanya adalah jalan Abu Bakar, Umar dan Utsman –radhiallahu anhum-!
((ألم. ذلك الكتاب لا ريب فيه هدى للمتقين)) “Alif Laam Mim. Itulah kitab yang tidak ada keraguan didalamnya sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa”, makna orang-orang yang bertaqwa dalah pengikut Ali radhiallahu anhu (maksudnya kaum Rafidhah)!

Dunia, Akhirat, Surga, semuanya milik Ali radhiallahu anhu dan para pengikutnya (maksudnya Rafidhah)!.
(( إن الله لا يستحيي لأن يضرب مثلا ما بعوضة فما فوقها)) “Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu”, mereka mengatakan: yang dimaksud nyamuk adalah Ali radhiallahu anhu, sedangkan yang lebih rendah adalah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam. Yaitu Ali radhiallahu anhu kadang-kadang dianggap seperti nyamuk oleh mereka. Ini termasuk perbuatan zindiq dan cercaan mereka terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam.

Kadang-kadang mereka menganggap Ali radhiallahu anhu sebagai binatang melata, yang melata di muka bumi. Dan dia sebagai bintang, dia sebagai matahari, dia adalah langit sedangkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam sebagai buah Tin dan Ali radhiallahu anhu sebagai buah Zaitun, para Imam (mereka) sebagai bukit Sinai. Ayat-ayat Al-Qur’an dan tanda-tanda kekuasaan alam seluruhnya yang dimaksud adalah para Imam mereka! Sedangkan tanda-tanda kemunafikan, kekufuran, siksaan, ayat-ayat celaan dan ancaman semuanya diterapkan kepada para shahabat .Abu Bakar –radhiallahu anhu- disiksa dengan siksaan yang paling keras, seperti Iblis. Dan Umar adalah setan di tempat manapun disebutkan dalam Al-Qur’an.

Ayat-ayat tentang hari Kebangkitan dan hari Pembalasan, menurut mereka yang dimaksud adalah keluarnya sang penegak hukum (Imam Mahdi, pen)! Berbagai macam penyelewengan yang tak terhitung banyaknya dalam kitab Allah dan berbagai kedustaan terhadap Ali radhiallahu anhu dan Ahlul Bait yang tak terhitung banyaknya!

Semua yang menjelaskan tanda kekuasaan maksudnya adalah Ahlul Bait, engkau tidak membaca satu ayat pun dalam Al-Qur’an, baik ayat Kauniyyah maupun ayat Syar’iyyah melainkan mereka menyelewengkannya. Ayat-ayat tentang Tauhid mereka rubah menuju kepada kesesatan mereka!.
(( وقال الله لا تتخذوا إلهين اثنين)) “ِAllah berfirman: Janganlah kalian menjadikan dua sesembahan.” Ayat ini (sebenarnya) mengajak kepada Tauhid dan memberi peringatan dari kesyirikan. (Namun) mereka mengatakan: “Janganlah kalian mengangkat dua Imam!”
Ayat-ayat Tauhid mereka tidak jelaskan, bahkan menghindar darinya! Kalaupun jika mereka menjelaskannya, maka mereka merubahnya. Mereka tidak menyisakan sesuatu dari ayat tersebut melainkan mereka merubahnya!

Mereka adalah musuh-musuh Islam, cukuplah bagi mereka sejarah hitam mereka yang selalu bersama Yahudi dan Nashara. Merekalah yang membawa pasukan Tartar dan menyembelih puluhan ribu, bahkan mungkin sejuta atau bahkan lebih!
Merekalah yang meruntuhkan khilafah Abbasiyyah! Dalam perang di Afghanistan, sebagai negara tetangga mereka, mereka (kaum Syiah Rafidlah Iran) tidak ikut serta bersama kaum muslimin sedikitpun!!! Tidak di dalam Afghanistan dan tidak pula di luarnya.

Tatkala Amerika datang ke Afghanistan untuk menjatuhkan kekuasaan Taliban, maka mereka menjadi tameng terkuat bersama Amerika dalam memerangi kaum muslimin. Merekalah yang turut mendatangkan Amerika dan sekutunya ke Irak. Mereka menambah kekuatan bersamanya untuk menyembelih kaum muslimin. Apakah ini Islam yang kita berjihad untuknya?

Kaum Rafidhah ini lebih berbahaya dari Yahudi dan Nashara, dan apa yang menimpa kaum muslimin melalui tangan Rafidhah lebih berbahaya dari apa yang menimpa kaum muslimin melalui tangan Yahudi dan Nashara. Pahamilah perkara ini, adapun mereka yang (tertipu). Apakah mereka disesatkan ataukah mereka orang-orang yang tidak mengetahui ?!.

Apakah ini pertolongan Allah? Apa yang telah dilakukan terhadap Ahlus Sunnah di Irak?! Apakah pernah engkau membimbing dengan satu ucapan untuk menasehati keluarga dan kaummu tentang kaum Rafidhah Bathiniyyah untuk menyeru agar mereka menahan diri (dari menyiksa) kaum muslimin?!

Demi Allah, saya yakin bahwa mereka tidaklah melakukan ini melainkan untuk mempermainkan kaum muslimin dan menertawai mereka. Allah Maha mengetahui apa tujuan mereka di belakang semua ini!

Jangan kalian membenarkan perselisihan mereka dengan Amerika! Ini semua dusta. Berapa banyak pembicaraan seputar pembuatan sel (instalasi) nuklir yang ada di Iran? Apakah tujuan mereka dengan menyimpan bahan nuklir tersebut, apakah untuk memerangi kaum Yahudi? Mereka pendusta!

Iran selalu mengumumkan hal ini semenjak 70 tahun yang lalu, sementara kaum muslimin memerangi Yahudi dalam berbagai peperangan. Sudah berapa banyak mereka (kaum muslimin) mengikuti peperangan, menyumbangkan harta, turut berperan serta. Sementara Iran menghilang (tidak turun serta) ! Sekarang mereka bersorak dan menghendaki kaum muslimin memasuki pertempuran sedangkan mereka menghilang. Belum berhenti satu peperangan hingga dibuka kembali peperangan yang baru.

Perencanaan pembuatan sel (instalasi) nuklir tersebut tidaklah dipersiapkan melainkan untuk negara-negara Teluk! Kaum muslimin harus memahami hal ini. Perhatikanlah perkara-perkara ini. Apakah dengan seperti ini lalu aku menganggapnya sebagai jihad di jalan Allah? Sama sekali tidak! (dengan sebab):
Pertama: Aqidah mereka jelas, sebagaimana yang telah kami sebutkan sebagiannya.
Kedua: Jihad merekapun jelas, dimana mereka bersembunyi di gua-gua, menyusup di rumah-rumah dan gedung-gedung! Allah Ta’ala lebih mengetahui, mungkin saja mereka mengutus Yahudi untuk menyerang tempat tersebut! Saya tidak menganggap mustahil hal tersebut! Sadarlah kalian terhadap makar dan tipu daya kaum Rafidhah.

Demi Allah mereka menertawai Ahlus Sunnah, mereka memiliki orang-orang, di negeri Arab dan negeri-negeri Islam yang bekerja untuk mereka, guna menjembatani tersebarnya keyakinan Rafidhah di seluruh dunia Islam.

Sekarang dakwah mereka tersebar di dunia Islam, di bagian Asia Timur mereka memiliki Ma’had, sekolah, para da’i di negara-negara Afrika. Telah berlalu waktu dimana mereka tidak pernah bermimpi untuk mendapatkan ini semua. Hingga datangnya sebagian kelompok yang berkhianat, lalu membukakan jalan bagi mereka dan memberi kesempatan kepada mereka untuk menyebarkannya di dunia Islam.

Sekarang merekapun menertawakan kaum muslimin. Tangan mereka masih berlumuran darah kaum Muslimin di Iraq, lalu bersamaan dengan itu mereka ingin agar kita membantu mereka?!

Sementara musibahnya menimpa rakyat Libanon dan rakyat Palestina. Lalu apa kerugian yang dialami kaum Rafidhah dalam semua peperangan ini?! (Tidak ada!!-pen)

Baik di Palestina, di Afghanistan dan selainnya dari semenjak 70 tahun yang lalu hingga sekarang? Apa yang telah diperbuat oleh para pendusta ini?!”

“Pada masa ini telah banyak berbagai kejadian yang mengerikan yang menimpa kaum muslimin, disebabkan karena serangan dari musuh-musuh Allah dari segala arah. Perang di Afghanistan, perang di Irak, perang di Palestina, perang di Libanon. Namun yang kita dengar dan yang kita baca dari para penulis berita, yakni semua hujatan ditumpahkan kepada musuh-musuh Allah tersebut. Yakni dengan menyatakan kekejian perbuatan mereka dan mengecam apa yang mereka perbuat.

Tentu hal ini adalah perkara yang tidak diragukan lagi. Namun apakah musuh yang kafir tersebut akan menahan diri dari perbuatannya dengan berbagai kecaman tersebut? Orang-orang kafir, sejak dulu kala selalu menghendaki agar Islam dihapuskan dari permukaan (bumi). Sebagaimana firman Allah:
وَلاَ يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىَ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُواْ

(Yang artinya ) : “Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. (QS Al-Baqarah:217)

Akan tetapi permasalahannya adalah apa yang telah disiapkan oleh kaum muslimin untuk menghadapi mereka dan mencegah sikap brutal mereka? Sesungguhnya yang wajib atas mereka (diantaranya) :
- Pertama: melihat kenyataan kaum muslimin dalam pengamalan agamanya. Sesungguhnya apa yang menimpa mereka hanyalah disebabkan karena mereka melalaikan agamanya. Dalam sebuah atsar: “Jika orang yang mengenal-Ku berbuat maksiat kepada-Ku, maka Aku akan menjadikan orang yang tidak mengenal-Ku untuk menguasainya.” Apa yang telah menimpa Bani Israil disaat mereka meninggalkan agama mereka dan membuat kerusakan di muka bumi ? Maka Allah menjadikan orang-orang kafir Majusi menguasai mereka sehingga merekapun memporak-porandakan isi kampung-kampung mereka - sebagaimana yang Allah sebutkan di awal surat Al-Isra’. Dan Allah mengancam mereka apabila mereka kembali tetap dalam keadaan demikian, maka Allah akan mengembalikan kesengsaraan tersebut kepada mereka. Maka kita harus mengoreksi kondisi kita, lantas mengkoreksi apakah ada kekeliruan dalam menjalankan agama kita. Sebab ketetapan dari Allah (Sunnatullah) tidaklah berubah. Sungguh Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلاَ مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِ مِن وَالٍ
(Yang artinya ) : “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS Ar-Ra’d: 11)
- Kedua: hendaklah kita melakukan persiapan untuk menghadapi musuh kita, sebagaimana firman Allah Ta’ala:
وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لاَ تَعْلَمُونَهُمُ اللّهُ يَعْلَمُهُمْ
(Yang artinya ) : “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan yang kamu mampu dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. (QS Al-Anfal:60)
Yaitu dengan cara pembentukan pasukan dan persenjataan yang layak dan kekuatan yang dapat menaklukkan mereka.
- Ketiga: menyatukan kalimat kaum muslimin diatas aqidah, Tauhid dan menegakkan hukum Syari’at, serta komitmen dengan Islam dalam setiap perkara kita, baik dalam perkara mu’amalah, akhlaq, berhukum dengan Kitabullah (Al Qur’an), melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar disertai mengajak kepada jalan Allah dengan ilmu dan penjelasan serta ikhlas. Allah Ta’ala berfirman:

وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْ

(Yang artinya ) : “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai berai.” (QS Ali Imran: 103)

Dan firman-Nya:

وَلاَ تَنَازَعُواْ فَتَفْشَلُواْ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُواْ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

(Yang artinya ) : “Janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS Al-Anfal :46)

Dan tidaklah mungkin terjadi persatuan bila berbeda dalam hal aqidah dan berbeda pula dalam maksud dan tujuan. Sampai aqidahnya benar dan tujuan disatukan yaitu untuk menolong kebenaran dan untuk meninggikan kalimat Allah. Alangkah baiknya jika para khatib, para pemberi nasehat mengkonsentrasikan khutbah dan nasehat mereka dalam perkara-perkara ini. Disamping mengecam perbuatan musuh yang melampaui batas, menjelaskan tujuan-tujuan busuk mereka.

Sesungguhnya musuh Allah tersebut tidaklah memaksudkan untuk melemahkan kaum muslimin dan merampas kekayaan mereka (muslimin) saja. Namun maksud utama mereka adalah merusak aqidah kaum muslimin dan memalingkannya dari agama mereka, sampai mereka berhasil mengikis habis hingga ke akar-akarnya. Ini yang ingin aku peringatkan berkenaan tentang menyikapi krisis yang menimpa ini.

Allah senantiasa mengatakan kebenaran dan membimbing ke jalan yang lurus. Shalawat serta salam Allah kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya dan para shahabatnya.”

Transkrip asli dalam bahasa Arab :
————————————————————————————————————
كلام الشيخ ربيع المدخلي– حفظه الله- حول الأوضاع الراهنة في لبنان والعراق وفلسطين.
………………………………………………….
سؤال: ما رأي فضيلتكم في الأوضاع الراهنة في لبنان والعراق وفلسطين وجزاكم الله خيراً؟
الجواب: والله نحن نرى أن الجهاد قائم إلى يوم القيامة، وواجب على هذه الأمة ولكن هذه الأمة ضيعت أموراً كثيرة، ومنها الجهاد فسلط الله عليهم الأعداء!
(إذا تبايعتم بالعينة وأخذتم أذناب البقر ورضيتم بالزرع وتركتم الجهاد في سبيل الله- ليس في سبيل الرفض والبدع والخرافات!- سلط الله عليكم ذلاً لا ينزعه حتى ترجعوا إلى دينكم).
أول خطوة إلى العزة والخروج من الذل والهوان هو الرجوع إلى دين الله.
هذه الخطوة الأولى، وليس الرجوع إلى الدين الرافضي الغالي المكفِّر للصحابة يرفع راية الجهاد! هو لم يرجع إلى الدين! بل يحارب الدين ويحارب أهله!
كيف ينتصر هذا؟! كيف يكون هذا جهادا في سبيل الله ؟!
فالجهاد لابد أن يكون لإعلاء كلمة الله، قد يقتل في الجهاد ويدخل النار لإنه ما يريد إعلاء كلمة الله -تبارك وتعالى-.
من قاتل لتكون كلمة الله هي العليا فهو في سبيل الله (الرجل يقاتل شجاعة ويقاتل حمية ويقاتل رياء فأي ذلك في سبيل الله قال من قاتل لتكون كلمة الله هي العليا فهو في سبيل الله).
فعلى المسلمين قبل كل شيء أن يصححوا أوضاعهم، ويرجعوا إلى الدين الذي كان عليه محمد عليه الصلاة والسلام، والذي جاهد في نشره هو وأصحابه الكرام هذا الدين من التوحيد ومن الأعمال الصالحة وشعائر الإسلام الصحيحة هذا الذي جاهد رسول الله لإعلائه .
أنا أسألكم الآن : هذه الراية التي في لبنان راية والتي يرفعها حزب الله هل هي راية تستحق أن يطلق عليها أنها راية في سبيل الله ؟!
ويطلق عليها أنها جهاد في سبيل الله! وهم يكفرون أصحاب محمد ويعبثون بالقرآن ويحرفونه تحريفاً لم يلحقهم فيه اليهود؟!
أنتم لم تقرؤا للرافضة! الذي يقرأ يجد أنهم أشد تحريفا لدين الله من اليهود والنصارى!.
والله نحن نريد الجهاد لكن الجهاد، الصحيح فعلى الأمة أن ترجع إلى الدين ثم تعد العدة {وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ }الأنفال:60
الآن حزب الله يقاتل من ثلاثة أسابيع ما قتل منهم إلا ثمانية وقتل من الشعب اللبناني قرابة الألف! وشرد منهم الألوف ودمرت مؤسساتهم! أهذا هو الجهاد الذي يريده الله؟!
الرسول صلى الله عليه وسلم جاهد في بدر، في أحد، في الخندق، في غيرها ما قتل طفل واحد ! ولا قتلت امرأة واحدة!
هؤلاء يندسون في صفوف النساء والأطفال وتجيء الضربات على هؤلاء المساكين أهذا جهاد بالجهاد؟!
الآن اليهود احتلوا مسافات كثيرة عشرين قرية من لبنان أهذا هو الجهاد؟! أهذا هو المقصود؟!
نجاهد ليقتل نساء المسلمين وأطفالهم وتدمَّر مؤسساتهم! وتكون هذه هي النتيجة !
هذا جهاد بهلواني! جهاد رافضي! يجب على المسلمين أن يتعقلوا وأن يرجعوا إلى دينهم قبل كل شيء، ثم بعد ذلك يجاهدون لإعلاء كلمة الله.
نحن نؤمن بالجهاد أكثر من هؤلاء الكذابين الأدعياء! نؤمن به لكن نقول للمسلمين ارجعوا أهّلوا أنفسكم للجهاد والنصر.
لأنكم لا تستحقون النصر من الله إلا إذا قاتلتم لإعلاء كلمة الله وكنتم على الدين الصحيح.
ثم ماذا جرى في العراق كم قتل الروافض من المسلمين أهل السنة؟!
أكثر من مائة ألف يذبحون النساء والأطفال ويشردونهم ويخربون بيوتهم ويخربون مساجدهم ويدوسون على مصاحفهم! ويفعلون أفاعيل والله لا يفعلها اليهود!
ولما ارتكبوا الجرائم هذه كلها فتحوا الجبهة هذه ، يضحكون على أهل السنة ثم يطبّلون لهم
هل بكيتم على أهل العراق أهل السنة وهم يذبحون ويشردون وتخرب المئات من مساجدهم ؟! يمكن مائة ألف أو أكثر قتل منهم!
هل قطرت لكم دمعة ؟!
هل ارتفع لكم صوت؟! لا شيء لا شيء!
ولما جاء هذا الرافضي الباطني تصور الكثير أنه رافع راية الجهاد وقائد الأمة إلى العزة والنصر .
هذا مكسب عظيم من مكاسب الروافض! أن الأمة تهتف وتصفق له الآن! هذا الذي يريده الروافض.
أين هو الآن؟ أين هذا القائد الآن ؟!
هو في مخبأ هو وجماعته في المخابئ!والدمار والهلاك ينزل بالشعب اللبناني المسكين!
والمذابح لا تزال مستمرة في العراق! فالمسلمون دمائهم رخيصة في العراق لا تستحق أن تذكر عند هؤلاء! بل دماء جميع المسلمين وأموالهم حلال عند الروافض لأنهم كفار فهذا حكمهم! أين العقول؟!
الآن الذي يقود الناس أكثرهم جهلاء وسفهاء!
رؤوس جهال كما قال الرسول الكريم عليه الصلاة والسلام!
متعالم جاهل لا يعرف حقيقة الإسلام! ولا يعرف ماذا عند الروافض من الكفر والإلحاد والزندقة!
اقرؤا: أي تفسير من تفاسير الروافض وابدؤا من الفاتحة وانظر إلى التحريف الذي يخجل منه اليهود!
(الصراط المستقيم) : على-رضي الله عنه-!
(المغضوب عليهم) : أبو بكر وعمر وعثمان –رضى الله عنهم-!
( ألم ذلك الكتاب لا ريب فيه): الكتاب على –رضي الله عنه-!
(هدى للمتقين) : المتقين هم شيعته!
الدنيا والآخرة والجنة كلها لعلي –رضي الله عنه- وشيعته!
يعني علي –رضي الله عنه - أحيانا عندهم بعوضة!
(إِنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَحْيِي أَن يَضْرِبَ مَثَلاً مَّا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا): قالوا البعوضة : علي – رضي الله عنه - فما فوقها محمد صلى الله عليه وسلم وهذه من زندقتهم وطعنهم في على ورسول الله صلى الله عليه وسلم .
وعلي-رضي الله عنه- أحيانا الدابة :دابة الأرض وهو النجم وهو الشمس وهو السماء ورسول الله صلى الله عليه وسلم التين وعلى – رضي الله عنه الزيتون- والأئمة طور سينين والآيات القرآنية والكونية كلها المراد بها الأئمة وآيات النفاق والكفر والعذاب وآيات الذم والوعيد كلها تنزل على الصحابة وأبوبكر يعذب ضعف عذاب إبليس وعمر هو الشيطان أينما ورد في القرآن .
وآيات البعث والجزاء المراد بها عندهم خروج القائم! وتحريفات لا تحصى لكتاب الله، وأكاذيب على علي –رضي الله عنه- وأهل البيت لا تحصى!
والآيات أهل البيت ما تقرأ آية في القرآن؛ آية كونية أو آية شرعية إلا حرفوها
آيات التوحيد حرفوها لضلالهم!
(وَقَالَ اللّهُ لاَ تَتَّخِذُواْ إِلـهَيْنِ اثْنَيْنِ) هذه تدعو إلى التوحيد وتحذير من الشرك قالوا لا تتخذ إمامين!
آيات التوحيد لا يشرحونها بل يهربون منها! وإذا تناولوها حرفوها ما تركوا شيء إلا حرفوه!
هؤلاء أعداء الإسلام يكفيهم أنهم تأريخهم أسود دائما مع النصارى واليهود
والله أعلم أن هذه لعبة بينهم وبين واليهود والنصارى.
هم الذين جاؤا بالتتار وذبحوا الألوف المؤلفة ممكن مليون أو أكثر!
وأسقطوا الخلافة العباسية! وفي الحرب الأفغانية بجوارهم ما شاركوا المسلمين بشيء لا في داخل أفغانستان ولا في خارجه.
ولما جاء الأمريكان لإسقاط طالبان كانوا أقوى درع مع الأمريكان ضد المسلمين وهم الذين جاؤا بالأمريكان ودول التحالف للعراق.
وتقووا بهم وشرعوا في تذبيح المسلمين أهذا هو الإسلام الذي نجاهد من أجله؟!
هو الرفض الذي هو أخطر من اليهودية والنصرانية، والذي نزل بالمسلمين عن طريق الرفض أشد وأنكي مما نزل بالمسلمين عن طريق اليهود والنصارى.
افهموا هذه الأشياء وهؤلاء المضللون إما مضللون وأما أغبياء ؟!
هذا نصر الله ماذا عمل لأهل السنة في العراق؟! هل وجهت كلمة واحدة تنصح عشيرتك وقومك الروافض الباطنية أن يكفوا أيديهم عن المسلمين؟!
والله أنا أعتقد أنهم ما عملوا هذا إلا تلهيةً للمسلمين وضحكا عليهم والله أعلم ما عندهم من أهداف من وراء هذا!
لا تصدقوهم في خلافهم مع أمريكا! هذا كله كذب، كم الآن من الكلام حول الملف النووي الإيراني؟!
الملف النووي ما هو هذا البرنامج؟! هل سيحارب به اليهود؟! كذابون!.
إيران تدندن من سبعين سنة! المسلمون مع اليهود في معارك وكم دخلوا من الحروب، وكم قدموا من الأموال، وكم قدموا من الأعمال، وإيران تتفرج!
والآن تتطبّل وتريد من المسلمون أن يدخلوا في الحرب وهي تتفرج! وما أن تنتهي الحرب حتى تفتح عليهم حرب جديدة!.
هذا البرنامج النووي ما تعده إلا لدول الخليج! يجب أن يفهم الناس هذا.
فتنبهوا لهذه الأشياء !
هذا ما أعتبره جهاداً في سبيل الله أبدا؟!
أولا أهله عقائدهم معروفة ! كما ذكرنا لكم بعضها.
ثانيا: جهادهم معروف كيف يختبئون في الكهوف ويندسون في البيوت و العمارات! والله أعلم هم يرسلون لليهود لضرب المكان الفلاني! لا أستبعد هذا!
فتيقظوا لمكايد الروافض.
والله إنهم يضحكون على أهل السنة ولهم عملاء في البلاد العربية والإسلامية يطبّلون لهم! وهم جسور لمد الرفض في العالم الإسلامي كله.
والآن دعوتهم لها انتشار في العالم الإسلامي في شرق آسيا لها معاهد ولها مدارس ولها دعاة في دول أفريقيا، ومرت عليها قرون و ما كانوا يحلمون بهذه الأشياء! حتى جاءت بعض الأحزاب الخائنة ففتحت لهم الطريق والمجالات أمامهم للانتشار في العالم الإسلامي
والآن يضحكون على المسلمين.
أيديهم تقطر من دماء أهل العراق وفي نفس الوقت ويريدون منّا أن نساندهم والمصيبة على الشعب اللبناني والشعب الفلسطيني.
ثم ما هي خسائر الروافض في الحروب كلها؟!
في فلسطين وأفغانستان وغيرهما من سبعين سنة إلى الآن؟!
وماذا قدم الأفاكون ؟!.
انتهى كلام الشيخ حفظه الله ورعاه .
فرغ هذه الكلمة ثم عرضها على الشيخ ربيع – حفظه الله -
أخوكم: سلطان بن محمد الجهني
بتاريخ(12/7/1427هـ/ الموافق 6/8/2006م)
…………………………………………
في محاضرة: (عوائق عن طلب العلم )
ضمن برنامج: دورة الإمام عبد العزيز بن باز –رحمه الله- بالطائف
بتاريخ(10/7/1427هـ/ الموافق 4/8/2006م)
(بمسجد الملك فهد – رحمه الله- الطائف)

———————————————————————————-

(( تلم بالمسلمين في الوقت الحاضر أحداث مروعة من تسلط الأعداء عليهم من كل جانب حرب في أفغانستان حرب في العراق حرب في فلسطين حرب في لبنان والذي نسمعه ونقرؤه من خطبائنا وكتابنا كله صب للوم على الأعداء وتجريم أفعالهم وشكاية لهم.
وهذه الأمور لاشك فيها. ولكن هل يرتدع العدو الكافر بهذه الصيحات. الكفار من قديم الزمان يريدون محو الإسلام من الوجود كما قال تعالى ( وَلاَ يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىَ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُواْ) ولكن الشأن ماذا أعد المسلمون لمقابلتهم وصد عدوانهم إنه يجب عليهم:
أولاً: النظر في واقعهم نحو دينهم وتمسكهم به فإن ما أصابهم إنما هو بسبب تفريطهم في دينهم. وفي الأثر: إذا عصاني من يعرفني سلطت عليه من لا يعرفني. وماذا حصل لبني إسرائيل عندما تخلو عن دينهم وأفسدوا في الأرض سلط الله عليهم كفار المجوس فجاسوا خلال الديار كما ذكر الله ذلك في أول سورة الإسراء. وتوعدهم الله أنهم إن عادوا لحالتهم أعاد الله عليهم النقمة. فلابدّ أن نراجع واقعنا ونصلح ما فسد من أمرنا نحو ديننا فسنة الله لا تتغير وقد قال تعالى :( إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللّهُ بِقَوْمٍ سُوءاً فَلاَ مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِ مِن وَالٍ ).
ثانياً: علينا أن نعد العدة التي نواجه بها عدونا كما قال تعالى: ( َأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لاَ تَعْلَمُونَهُمُ اللّهُ يَعْلَمُهُمْ ).
وذلك بتكوين الجيوش والأسلحة المناسبة والقوة الرادعة.
ثالثاً: اجتماع كلمة المسلمين على عقيدة التوحيد وتحكيم الشريعة والالتزام بالإسلام في كل أمورنا من معاملات وأخلاق وتحكيم لكتاب الله وأمر بالمعروف ونهى عن المنكر ودعوة إلى الله بعلم وبصيرة وإخلاص قال تعالى :( وقال تعالى:( وَلاَ(وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعاً وَلاَ تَفَرَّقُواْ تَنَازَعُواْ فَتَفْشَلُواْ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُواْ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ ) ولا يمكن الاجتماع مع الاختلاف في العقيدة.
والاختلاف في المقاصد والأهداف حتى تكون العقيدة سليمة والأهداف موحدة لنصرة الحق وإعلاء كلمة الله وليت الخطباء والوعاظ يركزون في خطبهم ومواعظهم على هذه المعاني مع التنديد بالعدو المعتدي وبيان مقاصده الخبيثة وأنه لا يقصد إضعاف المسلمين ونزع ثرواتهم فقط وإنما يقصد بالدرجة الأولى إفساد عقيدتهم وصرفهم عن دينهم حتى يتسنى له تقطيع أوصالهم. هذا ما أحببت التنبيه عليه حيال هذه النوازل المروعة.
والله يقول الحق وهو يهدي السبيل. وصلى الله وسلم على نبينا محمد وآله وصحبه.))
———————————————————————————-
Footnote :
1. Salah satu jenis praktek yang dilakukan dengan cara riba

(Dikutip dari ceramah Asy Syaikh Rabi’ Ibn Haadi al Madkhali yang berjudul “Penghalang-penghalang dalam menuntut ilmu” pada hari Jum’at. Dalam acara: Daurah Imam Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah di Thaif, pada tanggal: 10-7-1427 H, bertepatan dengan tanggal 4-8-2006 M di Masjid Raja Fahd rahimahullah. Ditranskrip oleh Al-Akh Al-Fadhil Sulthan Al-Juhani dan diterjemahkan oleh Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi. URL sumber http://www.sahab.net/forums/showthread.php?t=337298Fatwa Para Ulama dalam menyikapi krisis Libanon (Bag. II)
Dikirim oleh webmaster, Sabtu 12 Agustus 2006, kategori Fatwa-Fatwa
Penulis: Al-’Allamah Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafidzahullah
.: :.
(Ditranskrip oleh Al-Akh Ahmad Diwani dalam situs Sahab. Url sumber situs http://www.sahab.net/forums/showthread.php?t=337224 dan diterjemahkan oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi).

Forget me not

Sunday, August 6th, 2006

kangen….apa kabar ya teman-temanku SMA?kangen, itu pasti sama teman-teman SMA-ku yang paling aku sayangi di dunia…..
tiap detik…tiap menit….tidak dapat dikatakan deh….
jadi inget lorong kelas…yang dilewatin tiap hari,,,
keanehan di kelas ketika pelajaran matematika,
huhuhuhuhuhuhu jadi kangen sama ibu guru nan baik hati dan tidak sombong itu…(yang aku lupa siapa tepatnya namanya….karena aku memanggilnya ibu baik hati), yang sering membagikan permen ketika beliau sedang mengajar, karena beliau sedang mengandung…putra ke-5 bow…padahal beliau masih muda….wah senangnya!!!!!!!!!( i miss her….hiks)…..kira-kira ibunya masih inget sama aku ndak ya……yang selalu bercita-cita mengikuti jejaknya untuk awet muda dengan menikah muda (?????) hehehehehe nggak deng….

jadi inget sama bu uut yang tidak tanggung-tanggung give begitu banyak PR ketika kita tidak  mengerjakan PR, dan aku pernah kena setrap juga disuruh kerjain soal UAS tiga tahun terakhir…karena bolos sekolah cuman untuk melihat tempat UM-UGM (hahahahahaha-dasar darah muda)…..benar-benar hukuman yang mendidik…aku jadi mudah mengerjakan soal kimia waktu UAS……big thanks…..bu UUT!!! (jadi kangen juga…)
sapa lagi yak…guru-guru yang berkesan….ah iya guru BP, pak parno,bu win, bu ummi……..lama tidak jumpa….hiks…hiks….sedihnya tidak ada teman curhat masalah pendidikan lagi………huhuhuhuhuhuu…kangen

trus……….sama bu Erna….my belovest teacher…..
she’s the carest teacher kalee ya…….
i always miss her suggestion bout the life…
i never…..forget every words that she said…..

masa-masa indah yang sudah terlewati…
diganti berbagaai masa penuh tantangan….
seperti nya itu jadi sebuah semangat..
bertemu kembali dengan semuanya….
Oh my GOD
ya Allah…
U have gave me the best thing, always….

i hope all of u my friend
forget me not

Realize that something…..

Thursday, August 3rd, 2006

i realize that something, never seen
while i growth up…..until now become teenager
until now,
i sit in the second years in university

i never felt this feeling before…and i wonder…why…i dont realize it
that i have so selfish bout my life
i always think that i will happy if i do something to reach all my purpose, my dream
and need not to be care bout else
the happiness will belong to me

but when i see i my mom eyes last night…
i realize something….
something that make me feeling “OH MY GOSH”
“i forgot that one”

i see in her eyes
a big hope
a big love
a big lonesome
a big wonderful world which i never see before

when i sleep beside her
remembering my cildhood
i cried….
and i said ” sorry mom….i forgot that something”
and i hold her, cried inside

i turn to be girl, from kid
then i’ll be woman, from girl
and i will marry…build myself place with husband

i forget that
for that time, i must give something to my family
my parents
and i need to find someone who loves them too
although he can’t love my parent like he do to his
i need to find someone to…..care bout them
and not just care and love me

sorry mom…dad
forgive ur girl
i wont forget that night
for all of my life….

i know now
i should not think myself
but both of you and my brother dan sisters

forgive me
and thank you for u mom
let me learn something
let me study the life
let me learn………that i can’t live without u…., my family

mom and dad
nana and fafa, my sisters
zaezar my little brother…
u know……i never felt this before
and i realize now..
that i love both of u more than i can answer for………..