Mengingat Kematian
Tuesday, July 18th, 2006Kemarin sore….suasana dibenamkan oleh kesedihan dan kemuraman,yang sama muramnya dengan senja seusainya.
Seorang sahabat, teman, bagian dari kehidupan……menghembuskan nafas terakhirnya setelah perjuangan yang panjang, melelahkan, dan mengerikan, juga sendirian melawan penyakit mematikan…..
Dia, yang masih begitu muda, dipenuhi dengan impian dan harapan baik dari orang-orang disekitarnya….atau dari dirinya sendiri
Dia yang masih begitu kosong, tentang arti kehidupan, dan sedang mencari kedewasaan dan jati diri….
akhirnya pergi…Kedalam pelukan gelap Ibu Bumi menuju ke sebuah takdir yang tidak akan pernah bisa kita tebak
ditemani lorong-lorong kesunyian dan sendirian
aku bahkan yakin, satu diantara ratusan orang yang mencintainya dan menghadiri pemakamannya tidak akan ada yang secara rela menemaninya…..menuju ke arah kematian….
Kematian…..
sangat dekat tapi selalu terlupakan
entah karena ketakutan
atau karena kealpaan yang ada di dalam diri manusia
hari ini…teman kita
mungkin besok…..orang yang paling kita cinta
atau ternyata sedetik setelah menyelesaikan kehadiran kita pada pemakaman itu…nafas kita yang terenggut dari tubuh kita????
Tidak ada yang tahu
lantas
bagaimana persiapan kita
sekarang bukan saatnya terpukul
tapi…….saatnya untuk bangkit dan menghargai waktu
yang mungkin sebentar lagi lepas dari tangan kita
teman-temanku..
untuk mati ternyata kita tidak perlu beranjak tua
karena itu sebelum terlambat…
sebelum kain putih itu membungkus tubuh kita
sebelum tanah menjadi tempat pembaringan kita yang terakhir….
mari kita sama-sama menyadari dan memperbaiki diri
menyiapkan bekal untuk kehidupan yang lebih kekal…
yang akan terjadi seusai kematian…………………….
Semangat!!!!
Laa Tusyrik Billah